Latest News
Jumat, 01 Januari 2016

Review Buku Kitab Ketenteraman - Alfan Dkk


Kitab Ketenteraman dari Khazanah Emha Ainun Nadjib yang ditulis oleh Aprinus Salam, M Alfan Alfian, dan Wawan Susetya merupakan kumpulan ‘resume’ tulisan tentang Cak Nun maupun pemikiran Cak Nun yang disampaikan pada Majelis Masyarakat Maiyah baik dari kenduri cinta yang ada di jakarta, mocopat syafaat yang diselenggarakan di Yogyakarta dan kota lain di Jawa. Sebenarnya buku ini kateegori buku lama, namun diterbitkan ulang oleh Penjuru Iilmu pada tahun 2014 kemudian sampailah ke genggaman tangan saya. Menurut penulisnya buku ini mungkin bisa dikategorikan semacam biografi intelektual Cak Nun.

Buku ini sederhana, sederhana dalam hal inti pembahasannya (menurut saya) karena buku mengajak kita untuk kembali menyelami diri kita sendiri. Menuntun kita untuk menyelesaikan urusan kita dengan diri kita sendiri terutama hati kita yang mungkin suka bergemuruh dalam masalah, urusan hati harus diselesaikan ‘terlebih dahulu’ sebelum menyelesaikan urusan yang berkaitan dengan orang lain. Seperti sabda rasulullah SAW, ketika hati seseorang baik maka baiklah semua yang ada pada dirinya, ketika hati itu rusak maka rusak pula yang ada padanya.

Buku ini juga mengajarkan kita memandang sesuatu yang kebanyakan orang menganggapnya remeh-temeh namun dari keremeh-temehan itu kita bisa mengambil hakekat kehidupan dengan logis dan sudut pandang yang kaya. Seperti yang dikemukakan oleh Iqbal Aji Daryono atau yang dikenal Syekh Abu Hayyun dimana beliau konon katanya sering ikut mocopat syafaat di bantul yaitu “dengan memperbanyak obyek yang kita lihat, kita memperluas pengetahuan dan meningkatkan kecerdasan. tapi dengan memperkaya sudut pandang atas semua itu, kita akan meraih kebijaksanaan”.

Kalau kita punya masalah dengan orang lain sebenarnya yang bermasalah adalah hati kita. Bisa jadi kita sedang mengidap penyakit hati kronis, iri, dengki, pemarah, pendendam dimana penyakit itu menyebabkan kehidupan kita tidak terasa damai. Penyakit tersebut ditimbulkan oleh faktor dunia, ketika kita sudut dalam kita memandang dunia itu kurang tepat. Bisa jadi kita terlalu tengadah dalam melihat dunia sehingga kita tidak bisa mengklasifikasikan dengan tepat mana kebutuhan dan mana keinginan. Sebenarnya ketika kita mampu merawat dan membesarkan rasa zuhud maka kita bisa meredam penyakit itu semua. Zuhud itu tak berarti harus sederhana namun diartikan sebagai menempatkan sesuatu sesuai dengan kaidah-Nya. Kita harus berusaha untuk meniatkan apa yang kita lakukan itu hanya untuk Allah semata, urusan ada ganjaran darinya atau dari orang lain (perantara-Nya) itu urusan nomor dua. Karena kita kalau berharap kepada komponen dunia kita diberikan peluang yang besar untuk kecewa. 

Semakin bertambah umur seharusnya kita itu juga semakin bertambah matang dalam kapasitas sebagai manusia. Semakin bersahaja, semakin tinggi ilmu maka semakin kokoh mentalitasnya, semakin matang kepribadiannya semakin luas spiritualitasnya, semakin lentur jiwanya, semakin sareh hatinya semakin dewasa hidupnya, cerah intelektualnya, cerah spiritualnya, cerah mentalnya. Ketika seseorang sudah mencapai titik kematangan maka dia akan ringan dalam melangkah, mudah dalam berkiprah, tujuannya pun terarah dalam koridor sunnah. Sehingga untuk mencapai hakekat tenteram bukan suatu masalah, karena ketenteraman itu berasal dalam diri yang mau untuk bersyukur, bukan karena duniawi yang lebih mendekatkan kepada rasa kufur.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Review Buku Kitab Ketenteraman - Alfan Dkk Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan