Latest News
Tuesday, December 22, 2015

Dampak Rahmat Allah



كَانَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ فِي سَفَرٍ مَعَ سُلَيْمَانَ بْنَ عَبْدِ الْمَلِكِ، فَأَصَابَتْهُمُ السَّمَاءُ بِرَعْدٍ وَبَرْقٍ وَظُلْمَةٍ وَرِيحٍ شَدِيدَةٍ حَتَّى فَزِعُوا لِذَلِكَ، وَجَعَلَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ يَضْحَكُ، فَقَالَ لَهُ سُلَيْمَانُ: مَا ضَحِكُكَ يَا عُمَرُ؟! أَمَا تَرَى مَا نَحْنُ فِيهِ؟ قَالَ لَهُ: يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ! هَذَا آثَارُ رَحْمَتِهِ فِيهِ شَدَائِدُ كَمَا تَرَى، فَكَيْفَ بِآثَارِ سَخَطِهِ وَغَضَبِهِ؟.

Suatu hari, Umar bin Abdul Aziz sedang safar (bepergian) bersama Sulaiman bin Abdul Malik. Lalu turun hujan;  kilatan petir dan gemuruh halilintar dalam suasana gelap dan hembusan angin yang dahsyat hingga membuat orang-orang ketakutan. Anehnya, Umar bin Abdul Aziz justru tertawa. Sulaiman bertanya, "Mengapa tertawa wahai Umar? Tidakkah kamu sadar dengan kondisi kita saat ini?" Umar menjawab, "Wahai Amirul Mukminin, semua yang kita saksikan ini adalah dampak dari rahmat Allah yang sedang turun (yaitu hujan), bayangkan bagaimana dampak dari kemarahan dan kemurkaan-Nya?"

Sumber: "Al Mujalasah wa Jawahirul Ilm" karya Abu Bakr Ad Dinawari.
Diterjemah oleh: Abul Faruq Danang Kuncoro W (semoga Allah mengampuninya).

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Dampak Rahmat Allah Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan