Latest News
Jumat, 04 September 2015

Portofolio Hidup


Entah mengapa saya sekarang sudah tidak begitu suka mencatat.. padahal dari saya SD sampai pertengahan kuliah catatan materi selalu ada.. mungkin tak selengkap karya anak perempuan (baca;cewek) namun jika dibandingkan dengan catatan anak laki-laki tergolong paling rapi dan lengkap, walau tulisannya agak sulit dibaca (oleh orang lain).. setidaknya jika digunakan untuk ulangan tulisan itu masih bisa direview oleh otak.. tulisan saya sedari dulu masih saya arsipkan sampai saat ini.. sepertinya tulisan saya SD sampai kuliah masih ada dalam bentuk nyata, bukan hanya sekedar kenangan belaka.. di dalam almari sana masih tersusun rapi.. LKS jaman SD pun masih ada, walau sudah tak ada sampulnya.. beberapa sudah ganti jilidan, ketika yang normal adalah berjilid staples, namun ada LKS saya yang sudah berganti berjilid benang.. karena pas jaman SD jarang jarang yang punya staples, apalagi staples besar untuk jilid buku. hiks..

Beberapa pekan yang lalu sempat membongkar kardus di teras rumah.. alamak.. LKS jaman saya SMP sudah digerogoti rayap.. setidaknya masih bisa diselamatkan.. sabar nak.. tahun depan insya Allah akan kubelikan almari kaca.. dimana kamu akan berjajar dengan ribuan arsip pendidikanku.. baik LKS, buku paket, dan buku tulis jaman SD, SMP, SMA, Kuliah.. kalau dihitung sepertinya 200 buku lebih.. serta berbagai macam kliping buletin yang sudah ku kumpulkan selama lebih dari 3 tahun.. alhamdulillah mencapai 7 bendel lebih.. plus beberapa arsip yang tersimpan di Teka..

Kemampuan motorik tangan sepertinya mulai memburuk semenjak jarang mencatat.. tulisan mulai tidak beraturan, padahal dimasa depan tulisanku akan dibaca oleh mereka.. aku tak begitu suka ketika ketikan hanya memantul dengan bantuan dinding dan cahaya.. lebih natural ketika spidol menari serta penghapus meluncur kesana kemari.. aku tak suka membuat tulisan, lebih enak menggambar bagan.. karena tulisan terasa membosankan.. sedangkan bagan terasa menyenangkan.. tulisan dan garis saling berhubungan, lebih variatif bagi kita untuk memperoleh makna dalam sebuah kesederhanaan..

Buku tulis, blocknote, buku sketsa aku punya, namun sekarang lebih suka bertengger di almari saja.. notes di smartphone saja tak kugunakan mengetik banyak, sekedar mengetik quotes dan catatan singkat ketika sedang kuliah, seminar ataupun talkshow.. bagiku mencatat itu cenderung kepada individualis.. hanya bisa dibaca dan dimaknai sendiri.. kecuali ketika kita mengembangkan menjadi sebuah tulisan dan dibagikan kepada teman-teman.. namun sekarang jarang yang bisa melakukan seperti itu.. rata-rata teman teman saya hanya sekedar mencatat poin penting dan membroadcast via WA.. terkadang hanya terasa sederhana.. cenderung dilewati untuk dibaca..

Namun sekarang yang kulakukan agak sedikit berbeda.. ketika ada forum menarik sebisa mungkin aku rekam dengan smartphone.. bagi saya dengan kita merekam kita bisa mencatat utuh materinya, mudah mengulang ketika lupa dan tidak salah pemaknaan ketika menyimpulkan, selain itu bisa sebagai portfolio kehidupan kita.. ketika kamu ditanya kamu sudah belajar apa saja selama hidup? kebanyakan pasti akan menjawab lupa.. namun ketika kita mengarsipkannya dalam bentuk file maka akan terdokumentasikan dengan baik.. ingat, bisa direview kembali, serta bisa dibagikan kepada teman-teman.. materi pembelajaran dan tugas tugas pun juga aku arsipkan dengan baik dan sebagian sudah berada di web dan cloud ketika orang lain ingin mengaksesnya.. semoga bisa bermanfaat dan menebar perubahan kepada orang lain, tentunya dalam hal kebaikan.. ya, fasilitas dan internet aku manfaatkan sebagai media portfolio kehidupanku.. bisa dicek di blogku : www.mengejarasa.com dan www.wawanlistyawan.tumblr.com ..

Ketika ada pertanyaan, "benda apa yang kamu sayangi dalam hidupmu?" dengan mantap ku jawab, "laptopku, si ideapad (yang sudah mulai kuistirahatkan di rumah dan bersama adikku sekarang) dan thinkpad yang sudah menemaniku akhir-akhir ini.. mereka membantuku mengerjakan berbagai macam amanah, membuat arsip, menghitung keuangan lembaga, rekaman di studio, editing video dan audio, mengadmini blog dan web, bersedia melihatku tertidur sampai dia tidur juga (kehabisan baterai, sleep, hibernasi), nonton film, teman mengaji dan belajar, teman tidur, teman nyanyi, teman gitaran, menebar manfaat dan mungkin tak bisa ku sebutkan semua.." terima kasih atas kesediaanmu menemani hari-hariku, menuliskan sejarah hidup bersamaku..

***
duduk di depanmu, 4 September 2015 - 00.02 WIB
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Portofolio Hidup Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan