Latest News
Rabu, 01 Juli 2015

Pengepul Amal


Kami hanya pengepul amal..
berharap ada sedikit yang bisa tercecer..
ketika mereka yang memberi mendapatkan bagian utuh dengan yang diterima..
maka dapat seperempatnya sudah luar biasa..
ketika mereka tinggal memberikan lembaran merah birunya..
kami harus menata tabung kecil tanpa tutup setiap harinya..
membelah yang hijau hingga terlihat merah..
membelah yang berbentuk bulat hingga menjadi segitiga..

kali ini sudah tahun ketiga..
rasa-rasanya masih terasa singkat saja..
mengabdi memang harus tanpa henti..
namun kali ini kami harus cari pengganti..
karena yang lainnya sudah menanti tenaga dan pikiran kami..
mungkin ini tahun terakhir kami untuk memegang tongkat bercahaya..
menggeser sepeda yang tak tertata..
dan harus berjajar bersama di kloter kedua..
pastinya akan tiba dimana kita merindukan masa masa itu..

mungkin juga menjadi hari kemenangan ketika yang lain sudah pulang..
ya, yang katanya bukit uhud ini..
sudah lama aku di sini..
namun rasa-rasanya belum ada perubahan yang berarti..
huruf, kata, kalimat itu belum mampu kuingat dengan baik, apalagi memahami..
ah, walau begitu aku berharap dikesempatan lain bisa terulang dan terpatri kembali..
terima kasih atas tiga tahun ini yang penuh arti..
yang telah melatih jiwa ini untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi..
namun sampai saat ini masih tak pantas untuk percaya diri..
aku berharap akan ada yang mengajakku masuk ketika aku masih tersangkut..
semoga masih ada yang mengingat bahwa kita pernah bersama..

***
meja kaca cokelat kursi biru, 01 Juli 2015 - 13:58 WIB
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Pengepul Amal Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan