Latest News
Kamis, 11 Juni 2015

Belajar Berwirausaha

www.mengejarasa.com

Aku mengenal nama dan dia-nya semenjak lima tahun yang lalu, namun aku mengenal dirinya beberapa bulan yang lalu.. Dia perempuan biasa dan seperti perempuan yang biasanya, menggunakan pakaian longgar, jilbab yang biasa (yang seharusnya dibiasakan oleh orang biasa).. Aku mulai terbiasa dengan dirinya serta mengenalnya seperti teman-temanku yang biasanya karena aku biasa bertemu dengannya setiap pekan, mengurus urusan yang seharusnya diurus dan biasa dilakukan orang seumuran kami.. kali ini bukanlah tentang cinta, namun sebuah interaksi yang biasa, tentang pertemanan, kehidupan dan cita..

Berdagang.. Kata itu yang membuatku termenung saat itu, ketika kami duduk di bangku siang itu sembari menunggu kertas keluar dari lubang kaca.. "aku setelah pergi dari sini mungkin tidak akan mengabdi kepada negeri ini dengan berdiri dan mengilingi meja kursi itu, berbincang dengan mereka, bertanya, menjawab serta mendebat dan terkadang bercerita.." dia melanjutkan ceritanya, "aku akan berusaha melanjutkan usaha ini.. saat ini mulai ku rintis, aku akan membuktikan kepada mereka bahwa aku mulai berdiri walau belum begitu tegak namun aku sudah berani kembali pulang ke hadapan mereka membawa apa yang sudah kugenggam ini".. tidak banyak yang seberani dia dari semua teman perempuan yang ku kenal, aku yang seorang laki laki saja menjadi salut.. untuk saat ini aku memilih menjadi pendengar yang baik, mengambil "timba" dan "ember" untuk mendapatkan ilmu dan semangat darinya..

"Aku mengembangkan usaha ini karena aku suka.. semakin sering kita berinteraksi dengan produk kita maka kita akan semakin peka, interaksi akan melatih jiwa kita untuk memiliki "sense of product".. mana yang kira-kira dilirik oleh konsumen, biasanya mereka mencari produk yang netral untuk digunakan kapanpun dimanapun.. biasanya konsumen itu ketika sudah memiliki satu produk tertentu dan percaya kualitasnya maka dia cenderung mencari variannya.." dia menjelaskan panjang lebar tentang bagaimana dia membangun usahanya.. 

"O iya satu lagi, ketika kamu membeli produk mentah untuk usahamu perhatikan juga pembeli lain. Biasanya produk yang laris pasti sering dibeli orang lain, selain itu sering orang memegangnya, memegang biasanya menjadi indikasi bahwa ada ketertarikan konsumen terhadap produk tersebut.. usahakan juga membeli produk mentah dalam jumlah besar, selain lebih murah juga untuk stok ketika permintaan mengalami peningkatan.." lanjut dia dengan bersemangat.. semangatmu memang luar biasa dan aku memang banyak belajar darimu.. sebagai seorang perempuan saja kamu bersemangat untuk mengais rezeki, padahal nantinya kamu akan dinafkahi oleh teman hidupmu.. seharusnya aku sebagai seorang laki-laki harus bisa melampauimu, mengingat amanah hidupku dimasa depan untuk mencari nafkah lebih besar..
***
Kasur biru - Lorong gedung F, 4 - 11 Juni 2015 - 12:41 WIB
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
potongan dari kumpulan cerita fiksi yang random, bersudut pandang orang pertama, yang muncul tanpa direncana dan mengalir begitu saja.. semoga bisa menjadi sebuah kumpulan aksara yang menempel dalam himpunan kertas dan terjejer rapi di rak buku sana..
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Belajar Berwirausaha Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan