Latest News
Friday, May 8, 2015

Solusi Tepat untuk Banjir dan Erosi

www.mengejarasa.com

Mengapa sekarang banyak sungai yang meluap? sebenarnya sederhana.. manusia sedang berlomba lomba membuang air ke laut.. coba kita lihat di depan rumah kita, banyak sekali beton yang menutup tanah kan? air mau tidak mau harus mengikuti perintah manusia, menggenang, mengalir melewati beton yang permukaannya tinggi ke permukaan yang rendah mengumpul di sana.. kalau masih ada jalan maka dia akan melata ke parit, berkongsi di sungai kecil, bermasyarakat di sungai besar.. hingga nantinya mereka akan berkumpul di laut..

namun ketika perjalanan mereka terganggu maka mereka akan berhenti dan mau tidak mau mereka harus menggenang.. menggantikan posisi beton atau aspal yang menutup tanah.. sehingga urutannya begini : tanah ditutup beton, beton ditutup air.. sehingga manusia yang tinggal diatasnya mendapatkan imbasnya, minimal membuka penutup betisnya atau pakaian bagian bawah akan basah karenanya.. yang paling parah adalah ketika air tersebut merendam harta bendanya, mencurinya, serta menutup atap rumahnya..

permasalahannya adalah keputusan seseorang, keputusan seseorang yang diiiyakan oleh orang lain kemudian banyak yang menirunya.. kebijakan supaya halaman rumah tidak becek salah satunya.. padahal untuk tidak becek bisa diakali dengan menanam rumput jepang.. selain warnanya menyejukkan namun dia juga membantu menyerap air yang dicurahkan oleh awan.. dulu depan rumahku inginnya ditanami rumput itu, sayangnya paving sudah lebih dahulu bercokol di sana.. nah itu adalah akal-akalan yang pertama..

akal-akalan yang kedua adalah mengganti beton atau paving dengan biopori.. bentuknya seperti paving.. namun memiliki lubang di permukaannya.. setidaknya masih ada air yang bisa masuk di sana.. sehingga tanah tetap berperan sebagai reservoir air.. ketika bipori sudah terpasang halaman depan rumah juga tidak becek serta ramah lingkungan..

akal-akalan yang ketiga adalah sebisa mungkin membuat beteng pada tanah yang miring.. sehingga air tidak menggerus tanah dan membuatnya erosi.. beteng pada tanah yang miring juga berfungsi sebagai tanggul air, menghalangi air sehingga tertahan dan tidak mengalir ke tempat lain serta air bisa meresap di sana.. insya Allah bisa membantu sumur supaya tidak kering..

akal-akalan yang keempat adalah ketika membuat parit yang disemen cukup dindingnya saja, untuk dasarnya biarkan berupa tanah.. sehingga masih ada air yang meresap.. ketika volume air yang diturunkan mendung tergolong besar maka ada sebagian air yang mengalir ke sungai dan ada yang meresap ke tanah.. selain itu tanah yang terbawa air tidak langsung terbawa ke sungai, mengendap di sana, dan mendangkalkan sungai.. namun masih mengendap di parit lalu bisa kita keruk, setelah itu bisa kita manfaatkan untuk berkebun.. tanah sedimen cukup subur lho, bisa juga kita tambahkan kompos atau humus..

akal-akalan yang kelima yaitu kita bisa memasang penyaring tanah di pintu pintu air.. sehingga tanah yang erosi bisa tertahan dan bisa kita manfaatkan lagi.. namun pori-porinya kita sesuaikan dengan debit air.. ketika salah ukuran bisa jadi malah menjadi penyumbat atau malah penyaring tanah kita jebol dan terbawa arus air.. coba cek aja berapa kubik tanah yang kita dapatkan ketika terjadi hujan selama 3 jam.. dan bayangkan ketika hujan terjadi setiap hari selama 3 bulan, berapakah volume tanah yang hilang dari gunung (misalnya) kemudian berpindah ke sungai dan mendangkalkannya..

***
Bawah Jendela, 8 Mei 2015 - 06:41 WIB
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Solusi Tepat untuk Banjir dan Erosi Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan