Latest News
Tuesday, December 23, 2014

Pengembangan Tes Unjuk Kerja


Oleh : Murni Ramli

Tes unjuk kerja dilakukan untuk mengukur kemampuan  Psikomotorik dari siswa. Ada dua tahap yang kita lakukan :
  1. Dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung. tahapan ini memiliki kelemahan yaitu sulit dilakukan per individu; tidak mengukur skill individu kelebihannya yaitu mampu memberikan data proses belajar peserta didik)
  2. Dilakukan di akhir proses pembelajaran. Tahapan ini memiliki kelemahan yaitu butuh waktu, biaya dan tenaga. sedangkan kelebihannya benar-benar mengukur skill
Contoh :
Praktikum : Percobaan Pencemaran Air
Kegiatan :
  1. Menyiapkan larutan kontrol dan perlakuan (deterjen yang berbeda kepekatannya)
  2. Memasukkan ikan ke dalam larutan
  3. Mengukur pH larutan
  4. Mengamati perubahan yg terjadi pada ikan (gerak, warna (sisik, insang, mata), ukuran, bobot, lendir, bau)
  5. Menyajikan data
  6. Menganalisa
  7. Menarik kesimpulan
Teknik Menyusun Rubrik Skor Numerik
Aspek yg Dinilai
Skor
Menyiapkan alat dan bahan
1 Bahan dan alat yang disiapkan hanya satu
2 Bahan yg disiapkan minimal satu, dan alat yang disiapkan minimal dua
3 Bahan yg disiapkan minimal dua, dan alat yang disiapkan minimal tiga
4 Bahan (ikan,air, deterjen) dan alat (gelas beker, pengaduk, kertas lakmus, penggaris, timbangan) disiapkan secara lengkap
Mengukur pH
1 Tidak mengukur pH
2 Menggunakan kertas lakmus, salah dalam mencelupkan kertas lakmus, salah dalam membaca pH
3 Menggunakan kertas lakmus, mencelupkan kertas lakmus, salah dalam membaca pH
4 Menggunakan kertas lakmus, mencelupkan kertas lakmus dalam larutan, membaca ukuran pH dengan benar 
Aspek yg Diamati
Skor
Mengamati perubahan
1 Mengamati 1 kriteria
2 Mengamati 2-3
3 Mengamati 4-5 kriteria
4 Mengamati perubahan warna, ukuran, bobot, bau, gerakan, lendir
Menyajikan data
1 Menyajikan data dalam bentuk paragraf
2 Menyajikan data dlm bentuk tabel, diagram atau grafik, data salah, tdk ada ilustrasi
3 Menyajikan data dalam bentuk tabel, diagram atau grafik, data benar, tdk ada ilustrasi
4 Menyajikan data dalam bentuk tabel, diagram atau grafik, data benar, dan melengkapi dg ilustrasi
dst

Trik menyusun rubrik check list
  1. Susunlah aspek yg dibuat berdasarkan urutan prosedural/kegiatan praktikum
  2. Kriteria dalam satu aspek mencerminkan satu komponen saja
  3. Jika aspek mengandung lebih dari dua kriteria, maka akan menyulitkan dalam menentukan “ya” dan “tidak”
  4. Jangan mengawali aspek/pernyataan dengan kata “tidak”, misalnya “tidak mengamati obyek”
Rubrik Check list
Aspek yg dinilai
Ya
Tidak
1. Menyiapkan alat & bahan


Menyiapkan gelas beker


Menyiapkan alat pengaduk


Menyiapkan penggaris


Menyiapkan timbangan


Menyiapkan kertas lakmus


Menyiapkan air aqua


Menyiapkan deterjen


Menyiapkan ikan


Anecdotal Record
Untuk mengantisipasi pengukuran psikomotorik dalam proses pembelajaran, maka perlu disusun anecdotal record, yaitu pencatatan terhadap perilaku, tindakan, dan sikap siswa selama proses pembelajaran berlangsung
Contoh Anecdotal Record
Nama Siswa
5 ‘
5’’
5’’’
dst
Ani
Serius
Mengobrol
Mengobrol

Budi
Serius
Bertanya
Menjawab

dst





Catatan dalam anecdotal record, dapat diisikan secara ringkas.Data dalam anecdotal record dipakai oleh guru untuk memahami mengapa prestasi belajar siswa naik, turun, atau tetap. Untuk menyoroti psikomotorik, maka isilah dengan catatan yg lebih fokus pada rubrik psikomotorik yg ingin dicapai.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Pengembangan Tes Unjuk Kerja Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan