Latest News
Monday, November 17, 2014

Alasan Sederhana


sederhana alasanku, hanya tak ingin nantinya kita (aku) merasa bosan ketika nantinya aku ditakdirkan bersamamu.. karena di masa masa itu aku akan memahamimu, untuk sementara ini aku masih (sekedar) mengenalmu dan masih banyak yang tak ku tahu tentangmu.. kalau saja aku sudah menyelamimu sekarang mungkin di masa depan tak menyenangkan, begitu pula denganmu, tak ada cerita yang bisa kita tertawakan, tak ada kisah yang bisa kita renungkan.. kita sekarang sama sama merantaukan? alangkah lebih baik kita mengumpulkannya dahulu lalu kita buka perlahan di dalam episode masa depan..

alasan berikutnya juga sederhana, aku tak ingin merasa bersalah ketika nantinya kamu ditakdirkan bersamanya.. aku tak ingin dibilang "meminjammu" sementara darinya.. walau terkadang selama ini kita (dan yang lainnya) sering melakukan aktivitas bersama.. dan kebersamaan itu menimbulkan suatu rasa, di mana rasa itu belum saatnya ada.. ketika rasa itu datang bukan diwaktu yang tepat maka rasanya pun tak nikmat..

suatu saat nanti aku ingin anak perempuan, anak perempuan yang manis dan berambut panjang, namun ditutup selembar kain yang panjang pula.. menjaganya dari terkaman serigala yang tak jelas deskripsinya.. ketika aku berkaca maka aku aku harus melakukan hal sama kepadamu seperti anak yang ku dambakan nanti.. aku harus berbenah, mulai memperbaiki deskripsi diri untuk melangkahi daun pintu rumahmu nanti..

***
Di atas Lantai Musim Hujan, 17.11.14 - 00.02
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
potongan dari kumpulan cerita fiksi yang random, bersudut pandang orang pertama, yang muncul tanpa direncana dan mengalir begitu saja.. semoga bisa menjadi sebuah kumpulan aksara yang menempel dalam himpunan kertas dan terjejer rapi di rak buku sana..
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Alasan Sederhana Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan