Latest News
Wednesday, October 8, 2014

Fungsi Air Bagi Tanaman

Air merupakan komponen utama dalam tumbuhan, diman air menyusun 60-90 % dari berat daun. Jumlah air yang dikandung tiap tanaman berbeda-beda, hal ini bergantung pada habitat dan jemis spesies tumbuhan tersebut. Tumbuhan herba lebih banyak mengandung air daripada tumbuhan perdu. Tumbuhan yang berdaun tebal mempunyai kadar air antara 85-90 %, tumbuhan hidrofik 85-98 % dan tumbuhan mesofil mempunyai kadar air antara 100-300 % (Fitter dan Hay, 1981). 

Kuantitas air yang dibutuhkan oleh tanaman sangat berbeda-beda sesuai dengan jenis dan lingkungan dimana tumbuhan itu hidup. Tanaman herba menyerap air lebih banyak dibandingkan tanaman perdu. Tumbuhan golongan efemera yang hidup di daerah gurun, akan memanfaatkan hujan yang datang sekali dalam setahun untuk mulai hidup dan berkecambah, berbunga, berbuah dan mati sebelum air yang ada dalam tanah habis. Pertumbuhan yan gcepat dan pendeknya umur tanaman tersebut merupakan suatu usaha untuk menghindari diri dari kekurangan air yang menimpanya (Dwijoseputro, 1985).  Beberapa fungsi air bagi tanaman adalah sebagai berikut :

1. Air sebagai Pelarut dalam Tanaman

Pentingnya air sebagai pelarut dalam organisme hidup tampak amat jelas, misalnya pada proses osmosis. Dalam suatu daun, volume sel dibatasi oleh dinding sel dan relative hanya sedikit aliran air yang dapat diakomodasikan oleh elastisitas dinding sel. Konsekuensi tekanan hidrostatis (tekanan turgor) berkembang dalam vakuola menekan sitoplasma melawan permukaan dalam dinding sel dan meningkatkan potensial air vakuola. Dengan naiknya tekanan turgor, sel-sel yang berdekatan saling menekan, dengan hasil bahwa sehelai daun yang mulanya dalam keadaan layu menjadi bertambah segar (turgid). Pada keadaan seimbang, tekanan turgor menjadi atau mempunyai nilai maksimum dan disini air tidak cenderung mengalir dari apoplast ke vakuola (Fitter dan Hay, 1981). 

2. Air merupakan Factor Utama Pertahanan Tumbuhan

Bila persedian air dalam tanah sedikit maka tumbuhan akan menyerap air sedikit pula, sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhannya. Jika persediaan air tanah makin kurang maka tumbuhan tersebut akan mengalami kelayuan. Air merupakan factor utama pertahanan tumbuhan (Bidwell, 1979).

3. Menjaga Turgiditas dalam Sel – sel Tumbuhan

Fungsi lain dari air adalah menjaga turgiditas yang penting bagi perbesaran sel dan pertumbuhan, serta membentuk tanaman herba. Turgor penting dalam membuka dan menutupnya stomata, Pergerakan daun dan pergerakan korola bunga dan terutama dalam variasi struktur tanaman. Kekurangan air dalam jumlah yang besar menyebabkan kurangnya tekanan turgor pada/ dalam tumbuhan vegetative (Kramer, 1980). 

4. Penstabil Temperatur

Pada tanaman, transpirasi itu pada hakikatnya suatu penguapan air baru yang membawa garam – garam mineral dari dalam tanah. Pula transpirasi juga bermanfaat di dalam hubungan penggunaan sinar (panas) matahari. Kenaikan temperatur yang membahayakan dapat dicegah karena sebagian dari sinar matahari yang memancar itu digunakan untuk penguapan air. (Dwidjoseputro. 1983 : hal 92)
Laju transpirasi dipengaruhi oleh ukuran tumbuhan, kadar CO2, cahaya, suhu, aliran udara, kelembaban, dan tersedianya air tanah (Salisbury dan Ross, 1992).

5. Adhesi Air Pada Dinding Pembuluh Membantu Melawan Gravitasi

Molekul-molekul air bersatu sebagai akibat adanya ikatan hidrogen. Pada saat itu berada dalam wujud cair, ikatan hidrogennya sangat rapuh, kekuatannya hanya sekitar seperduapuluh dari kekuatan ikatan kovalen. Ikatan-ikatan tersebut terbentuk, terpisah, dan terbentuk kembali dengan sangat cepat. Tiap ikatan hidrogen hanya mampu beberapa piko detik, tetapi molekul-molekulnya secara terus-menerus membentuk ikatan baru dengan pasangan penggantinya. Oleh karenanya, dalam waktu yang singkat, sejumlah tertentu dari seluruh molekul air akan berikatan dengan molekul tetangganya, membuat molekul air lebih teratur dibanding cairan lainnya. Secar keseluruhan, ikatan hidrogen menyatukan substansi tersebut, suatu fenomena yang disebut kohesi. 
Pada tumbuhan, kohesi yang terjadi karena adanya ikatan hidrogen berperan pada pengangkutan (transpor) air yang melawan gravitasi. Air mencapai daun melalui pembuluh-pembuluh mikroskopik yang menjulur ke atas dari akar. Air yang menguap dari daun digantikan oleh air dari pembuluh dalam urat daun. Ikatan hidrogen menyebabkan molekul air yang keluar dari urat daun dapat menarik molekul air yang berada lebih jauh dalam pembuluh, dan tarikan ke depan tersebut akan terus ditransmisi sepanjang pembuluh sampai ke akar. Adhesi, melekatnya satu zat pada zat lain, juga berperan. Adhesi air pada dinding pembuluh membantu melawan gravitasi. (Campbell, dkk, 2002). 

6. Air Mendukung Awal Perkecambahan pada Tanaman Melalui Imbibisi

Masuknya air ke dalam biji-bijian hingga mencapai titik jenuh pada proses perendaman membutuhkan waktu yang cukup lama (Engels dkk., 1986 dalam Kashaninejad dkk, 2009). Perendaman bijibijian pada suhu ruang dengan waktu yang lama dapat beresiko besar terkontaminasi mikroba dan dapat berpengaruhi terhadap kualitas produk, misalnya warna, rasa, dan bau (Bello dkk., 2004).
Menurut Pranoto dkk. (1990) dalam Anita (2009), sebagian besar biji famili Leguminosae atau polongan merupakan biji berkulit keras yang impermeabel terhadap air. Lipid, tanin, atau pektat yang terkandung dalam kulit biji dapat memperlambat penyerapan air. Penyerapan air dapat ditingkatkan dengan cara merendam biji dalam air panas untuk menghilangkan senyawa-senyawa penghambat masuknya air ke dalam biji. Umumnya biji berkarbohidrat tinggi kemampuan menyerap airnya lebih rendah dibandingkan biji yang berprotein tinggi (Nanik, A.,  Sri W., Warji, Tamrin. 2013)

7. Air  Menjaga Keseimbangan Lingkungan Bagi Tanaman

Kekeringan menimbulkan cekaman bagi tanaman yang tidak tahan kering. Kondisi di atas timbul karena tidak adanya tambahan lengas baik dari air hujan maupun irigasi sementara evapotranspirasi tetap berlangsung. 

Ada lagi manfaat dari air bagi tanaman sebagai reaktan pada beberapa reaksi metabolisme misalnya fotosintesis. Sebagai pelarut unsur hara dan media transportasi dan lain – lain.

Daftar Pustaka

Bidwell, R.G.S.1979. Plant Physiology edition 2. Macmillion Publishing. Co : NewYork 
Dwidjoseputro, D. 1994. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia : Jakarta 
Salisbury and Ross.1995. Fisiologi Tumbuhan. ITB : Bandung 
Bello, M., M.P. Tolaba, dan C. Suarez. 2004. Factors affecting water uptake of rice grain during soaking. Lebensmittel- Wissenschaft und -Technologie 37, 811–816
Kashaninejad. M, A.A., Dehghani, M., dan Kashiri. 2009. Modeling of wheat soaking using two artificial neural networks (MLP and RBF). Journal of Food Engineering 91: 602–607                                                                               
Nanik, A.,  Sri W., Warji, Tamrin. 2013. Pengaruh suhu perendaman terhadap koefisien difusi dan sifat fisik kacang merah (Phaseolus vulgaris L.). Jurnal Teknik Pertanian Lampung– Vol. 

Oleh : Putri Dwi

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Fungsi Air Bagi Tanaman Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan