Latest News
Senin, 29 September 2014

Re : Bagaimana Rasanya

Bagaimana rasanya ketika orang yang kamu suka tiba-tiba menanyakan seseorang, dan seseorang itu bukan lain adalah temanmu sendiri.. sampai sekarang pun aku tak bisa mendefinisikannya.. rasa itu terlalu liar untuk diterka, terlalu liar untuk dirasa, terlalu liar untuk dikendalikan, apalagi aku adalah seorang perempuan.. seperti yang sudah kamu tahu, bahwa rasa ibarat tanduk, jika rasa itu kita ibaratkan sebagai kerbau, menyeruduk apapun ketika ada sesuatu yang mengganggunya, dan seringnya membuat luka, entah siapa atau apa..

aku juga bukanlah seorang perempuan yang pandai menjaga rasa, termasuk rasa suka dan cinta.. ibarat bunga dewasa dia sudah menerbangkan biji- bijinya yang bersayap untuk bisa bebas kemanapun dia suka, dimana dia mampu tumbuh dan berkembang.. begitu pula rasa ini, ketika aku mulai menerbangkannya ada sedikit harap setidaknya rasa ini hinggap dan jatuh di dalam hatimu, mulai berkecambah, muncul tunas apikalnya, kamu merawatnya, menyiraminya sampai dia berbunga kembali.. nantinya kamu bisa menikmatinya bahwa rasa cinta itu memang indah..

aku seperti perempuan lainnya, punya rasa malu, namun aku tak berharap jadi seseorang yang pemalu.. aku punya keberanian, namun tak ingin menjadi seseorang yang pemberani.. seseorang yang pemberani itu cukuplah kamu, pemberani yang berani menghadapi ayahmu untuk melamarku #ea ea ea.. aku suka menebar rasa, namun bukan kata dalam lisan, seringnya kata dalam rentetan aksara.. namun aku tak pernah berharap menjadi pujangga, karena ini hanyalah perwujudan rasa, rasa yang murni dari hati tanpa ada manipulasi.. kalau tak percaya boleh-boleh saja, setidaknya kamu mau mencicipi untuk memastikanya, namun sayang dia tak berasa manis, asin, pahit, ataupun asam.. akan berasa hambar dan biasa saja ketika kamu memang sedang tidak peka, namun ketika kamu sedang jatuh cinta, maka rasanya itu membuat hatimu bahagia, meleleh tak berdaya..

aku ingin menjadi perempuan yang normal, menunggu untuk sesuatu yang tak pasti untuk saat ini dan sebenarnya tak perlu ditunggu karena sesuatu itu akan mendekat, hanya saja karena kita tak sabar dan kurang kerjaan maka kita lebih suka beralih menjadi seorang "penunggu".. sebenarnya aku sudah berusaha supaya rasa ini tak bocor, namun apa daya, membran selektif permeabel tak bisa membendungnya, perlahan rasa yang berupa aksara itu merembes keluar, berjajar dan bersenandung.. ah, banyak yang mengira ini kode untuknya, namun aku tak bisa menampik, dan benar adanya.. terkadang berceceran di twitter.. sadar atau tidak sadar yaa begitulah memang susah kalau soal rasa.. namun tulisan yang bisa dibaca ini bukanlah apa apa, namun yang penting adalah doa, untukmu agar kamu baik-baik saja di sana.. dan semoga nantinya nantinya seseorang itu bukan orang lain, tapi kamu..

---
tiang perak, 29.09.14 - 19:50
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
potongan dari kumpulan cerita fiksi yang random, bersudut pandang orang pertama, yang muncul tanpa direncana dan mengalir begitu saja.. semoga bisa menjadi sebuah kumpulan aksara yang menempel dalam himpunan kertas dan terjejer rapi di rak buku sana..
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Re : Bagaimana Rasanya Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan