Latest News
Thursday, September 25, 2014

Lakukanlah, Paksakanlah


 Jika aktivitas itu baik untukmu maka lakukanlah.. jika mulai terasa berat maka paksakanlah.."
kemudian seorang kawan berkomentar, 
Pesonanya aktivis bukan sekedar perkara mau dan paksanya, namun inilah penanda sebesar apa cinta yang teramat tinggi tuk Allah yang Maha menganugerahkan nikmat nyata lagi sempurna. Mari tapaki dan susuri..
bagi seseorang yang sudah mendapatkan pemahaman ikhlas, iman dan islam yang kaffah, ketika rasa ikhlas sudah bersemayam dalam dirinya maka komentar itu bisa benar adanya dan idealnya memang begitu.. dan kita semua berproses untuk mencapai titik itu.. Namun itu akan berbeda ketika jiwa dalam diri kita compang- camping, di dalam perjalanan kehidupan maka dapat kita rasakan bahwa " jika aktivitas itu baik untukmu maka lakukanlah.. jika mulai terasa berat maka paksakanlah.." itu lebih pas realistis.. kenapa? karena ketika semangat kita masih tergolong compang camping dan terasa pas-pasan pasti ada satu masalah yang selalu melekat, masalah itu adalah ..

--- Malas ---

entah percaya atau tidak kita pasti pernah mengalaminya.. rasanya nano nano dan fluktuatif sekali.. sebagai contoh mudahnya tentang sholat.. masih ada orang-orang merasa berat untuk sholat.. sudah kita ketahui bahwa sholat itu baik, bisa menyelamatkan kita dari api neraka.. kalau kita menunggu sampai ada rasa cinta kepada-Nya maka mungkin lama untuk bisa beribadah kepadanya, itupun setelah mendapatkan hidayah.. jika tidak trus bagaimana? oke, dalam konteks ini sebaiknya kita harus melakukan apa? memaksa diri terus beribadah (walau dalam keadaan terpaksa) sembari menunggu rasa ikhlas itu tumbuh ataukah menunggu sampai kita tersadar?

kemudian dalam mengerjakan tugas misalnya, pasti akan bertemu dengan titik jenuh dan mood yang sering sekali berubah-ubah.. padahal tugas itu berdampak besar dan kejar deadline terhadap kehidupan kita, sedangkan waktu untuk refreshing dirasa tidak memungkinkan.. haruskah kita menunggu sampai kita tidak merasa stress dan mood kita menjadi menjadi baik kembali? atau lebih baik "memaksa" diri dan mengerjakan perlahan namun pasti?

maka lebih realistis kita mulai "memaksa" diri kita untuk lebih dari yang biasanya.. "memaksa" dalam konteks ini bukanlah hal yang negatif, memaksa untuk melatih.. melatih untuk melakukan.. memaksa adalah termasuk proses.. niscaya rasa ikhlas itu perlahan tumbuh dan berkembang seiring berjalannya waktu..

---
Depan Layar Kaca, 25.09.14 - 21:31
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Lakukanlah, Paksakanlah Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan