Latest News
Jumat, 29 Agustus 2014

Memang Untukmu


mungkin batin ini butuh sedikit tekanan.. ketika ide dalam benak ini tak berujung pada tulisan..
mungkin hati ini juga butuh kamu.. ketika hati ini hanya diam dan berpangku tanpa ada rasa rindu..
“seperti naik anak tangga dan naik gunung.. dalam hidup kita pasti membutuhkan “pegangan” untuk senantiasa tegak dan terus melangkah serta “sandaran” untuk sejenak melepas penat dan lelah dalam mencapai titik puncak kebahagiaan kehidupan..”
batin dan hati, mereka berkolaborasi untuk menggerakan jemari ini, menarik diatas persegi..
walau mungkin tak terasa indah dan menyejukkan hati, setidaknya bisa menjadi pemantik untuk senyum senyum sendiri..

hanya tak bisa berkata ketika berjumpa, tak bisa menyentuh tuts dalam layar kaca untuk berbicara..
namun hanya dari sini, barisan huruf yang berbaris rapi setidaknya bisa menyurati, walau terkadang tak sampai karena memang tak pernah ku cantumkan alamat suratnya..

seperti mading di tengah selasar itu, bisa kamu ketahui ketika kamu singgah dan mulai membaca serta memahaminya..tulisan ini sederhana, hanya berisi ungkapan yang mungkin tak terungkap dalam suara.. hanya kumpulan aksara untuk dirimu yang ada di sana..


ketika kamu membaca pasti mudah untuk memahaminya, namun kamu akan berkonflik di sana.. "untukku atau yang lainnya?" mungkin tulisan sebelumnya ambigu dan memang sulit ditebak untuk siapa.. namun ketika kamu merasakan di dalam hatimu, percayalah itu memang untukmu.. kamu.. iya.. kamu.. hanya kamu yang bisa merasa dan membalasnya.. bukan mereka yang hanya memiliki prasangka dan suka menebak nebak saja..

dalam waktu beberapa bulan ke depan aku akan menapaki jalan yang akan biasa kamu tapaki sampai detik ini.. aku akan merasakan perjuanganmu untuk sampai di tempat ini.. aku akan belajar darimu bagaimana untuk istiqomah dan tidak menggeluh.. mungkin puluhan kilo kamu lampaui setiap hari untuk mengabdi di sini, walau banyak sekali yang bisa membuatmu berat untuk melangkah namun kamu tetap menjalaninya..

keikhlasan memang berharga dan mahal harga.. namun banyak sekali orang tak memilikinya.. istiqomah tak mudah untuk tumbuh.. banyak disana yang tumbang dan meranggas di tengah perjalanan.. sabar tak mudah untuk ditebar lalu menjadi mekar.. seringkali diluar sana banyak yang tak bisa bertahan dan hatinya mudah sekali terbakar..

***
Sebuah Ruangan, 29 Agustus 2014 - 21:31 WIB
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
potongan dari kumpulan cerita fiksi yang random, bersudut pandang orang pertama, yang muncul tanpa direncana dan mengalir begitu saja.. semoga bisa menjadi sebuah kumpulan aksara yang menempel dalam himpunan kertas dan terjejer rapi di rak buku sana.. 
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Memang Untukmu Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan