Latest News
Monday, August 4, 2014

Makalah Kimia Rekristalisasi

Rekristalisasi berasal dari kata re dan kristalisasi. Re artinya kembali sedangkan kristalisasi berarti proses mengkristalkan. Jadi rekristalisasi adalah pengkristalan kembali dari Kristal zat yang sudah terlarut oleh pelarut dalam suatu campuran/larutan dengan cara pemanasan dan penguapan. Dengan kata lain kristalisasi merupakan salah satu cara pemisahan atau pemurnian Kristal-kristal yang larut dalam suatu larutan.
Dasar proses rekristalisasi adalah perbedaan kelarutan dalam pelarut pada suhu tertentu. Dalam proses yang sederhana, pemisahan zat ini hanya cukup dengan penguapan. Larutan sampai kering dan terbentuk Kristal baru yang mempunyai sifat fisika yang sedikit berbeda dari Kristal semula. Contoh sederhana dari rekristalisasi adalah pembuatan garam oleh para penambang garam di tepi pantai, hanya dengan penguapan alami.


I.     TUJUAN
Tujuan Umum  : Memahami cara memisahkan dan memurnikan zat.
Tujuan Khusus : 1. Mengenal cara melakukan rekristalisasi
                         2. Terampil melakukan rekristalisasi

II.  CARA KERJA
A.    Rekristalisasi Garam Dapur
1.      Melarutkan 5 gram garam dapur dalam air ± 25 ml, kemudian menyaringnya.
2.      Filtrat yang diperoleh pada percobaan 1, diuapkan dalam cawan porselin hingga hampir kering.
3.      Menyingkirkan pemanas dan membiarkan semua air menguap lalu membandingkan kristal yang terbentuk dengan kristal semula.
4.      Mengamati dalam hal warna, bentuk, dan berat kristal. 
B.     Rekristalisasi CuSO4
1.     Menimbang 5 gram bubuk tembaga sulfat lalu ditambah ± 25 ml akuades dan melarutkannya, jika perlu menyaringnya.
2.   Menguapkan dalam cawan porselin yang ditaruh di pemanas, lalu membiarkannya agar air menguap dan mendinginkannya.
3.      Mengamati kristal yang terjadi dalam hal warna, bentuk, dan beratnya.
4.      Membaningkan kristal CuSO4 yang terbentuk dengan kristal semula.



III.   DATA PENGAMATAN
A.    Garam Dapur
NO
Kristal
Sebelum Rekristalisasi
Setelah Rekristalisasi
1
Bentuk
Ukuran butiran kristalnya besar-besar
Ukuran lebih halus
2
Warna
Putih kotor
Lebih putih dan bersih
3
Massa
5 gram
1.5 gram

B.     Tembaga Sulfat
NO
Kristal
Sebelum Rekristalisasi
Setelah Rekristalisasi
1
Bentuk
Ukuran butiran kristalnya besar-besar
Ukuran lebih halus, mudah dihancurkan
2
Warna
Biru tua
Putih-biru muda, bersih
3
Massa
5 gram
3.6 gram



BAB II
PEMBAHASAN

            Rekristalisasi berasal dari kata re dan kristalisasi. Re artinya kembali sedangkan kristalisasi berarti proses mengkristalkan. Jadi rekristalisasi adalah pengkristalan kembali dari Kristal zat yang sudah terlarut oleh pelarut dalam suatu campuran/larutan dengan cara pemanasan dan penguapan. Dengan kata lain kristalisasi merupakan salah satu cara pemisahan atau pemurnian Kristal-kristal yang larut dalam suatu larutan.
            Dasar proses rekristalisasi adalah perbedaan kelarutan dalam pelarut pada suhu tertentu. Dalam proses yang sederhana, pemisahan zat ini hanya cukup dengan penguapan. Larutan sampai kering dan terbentuk Kristal baru yang mempunyai sifat fisika yang sedikit berbeda dari Kristal semula. Contoh sederhana dari rekristalisasi adalah pembuatan garam oleh para penambang garam di tepi pantai, hanya dengan penguapan alami.
            Contoh lain misalnya kelarutan asam benzoate dalam air pada suhu 25˚C adalah 0.03 gram/100 ml sedangkan pada suhu 100˚C adalah 6 gram/100 ml. kelarutan asam ptalat dalam air pada 25 ml/0.7gram/100 ml dan kelarutan dalam suhu 100˚C adalah 14 gram/100 ml. Maka apabila 6 gram Kristal yang mengandung 90% asam benzoat dan 10% asam ptalat dilarutkan dalam air pada suhu 100˚C semua Kristal akan terlarut. Kemudian apabila larutannya didinginkan hingga suhu 25˚C akan terbentuk Kristal asam benzoat sebanyak 5.4 - 0.3 = 5.1 gram, sedangkan asam ptalat akan tetap tinggal dalam larutan karena dapat dipisahkan dengan penyaringan.
            Perbedaan-perbedaan kelarutan dalam teknik laboratorium dijadikan rekristalisasi yang sering digunakan untuk memisahkan kotoran-kotoran produk suatu reaksi kimia. Dalam hal ini, produk-produk yang semula dilarutkan, lalu dipanaskan, larutan panas akan menguap dan produk yang murni akan terpisah dari campurannya. Akhirnya Kristal-kristal dari produk disaring dari larutan yang sudah dingin dan dikeringkan.
            Banyak sedikitnya jumlah produk murni yang diperoleh dari kegiatan rekristalisasi tergantung dari kadar kotoran-kotorannya dan kelarutannya.
            Pada saat didinginkan gerakan translasi molekul – molekul menjadi kecil dan daya tarik molekul semakin besar, sehingga setelah mengkristalnya molekul molekul mempunyai kedudukan tertentu didalam Kristal. Selama terjadi pengkristalan, temperatur tetap dan terjadi kesetimbangan yaitu zat cair menjadi zat padat. Temperatur akan turun lagi setelah pengkristalan selesai.
Syarat pelarut dalam rekristalisasi adalah :
a.       Mempunyai daya melarutkan tinggi pada suhu tinggi dan mempunyai daya melarutkan rendah pada suhu rendah.
b.      Pelarut tidak bereaksi dengan zat yang dimurnikan.
c.       Mudah dipisahkan dengan zat yang akan dipisahkan.
d.      Mengikuti kaidah – kaidah “like dissolves like” senyawa polar larut di dalam senyawa polar dan senyawa non polar larut di dalam senyawa non polar.
            Dasar pemisahan zat dengan rekristalisasi adalah perbedaan kelarutan dalam pelarut dan pada suhu tertentu. Rekristalisasi meliputi proses :
a.       Pelarutan
b.      Penyaringan
c.       Pemanasan
d.      Penguapan
e.       Pendinginan
            Untuk melakukan pelarutan dapat dilakukan dengan jalan mencampur zat padat dengan pelarut tertentu pada suhu tertentu pula. Pemanasan dengan suhu tertentu dilakukan agar terjadi penguapan yang lebih cepat dari larutan tersebut. Setelah itu dilakukan pendinginan dengan maksud pembentukan Kristal – Kristal. Bila ada sisa larutan maka harus dilakukan penyaringan.

                   I.            Rekristalisasi Garam Dapur
Dari percobaan yang telah dilakukan dengan hasil pengamatan seperti pada tabel pengamatan menunjukkan bahwa terjadi perubahan dalam proses pelarutan maupun penguapan larutan. Dengan membandingkan diantara Kristal hasil rekristalisasi dengan Kristal sebelum rekristalisasi. Pada percobaan 1 adalah garam dapur. Sebelum rekristalisasi garam dapur berbentuk Kristal dengan ukuran besar-besar berwarna putih kotor dan mempunyai berat 5 gram. Setelah adanya rekristalisasi, garam dapur menjadi lebih halus karena adanya proses pelarutan dalam air.
Garam dapur mulanya berwarna putih kotor, setelah dilarutkan dan diuapkan, maka diperoleh kembali garam dapur yang warnanya putih bersih. Perbedaan tersebut dapat terjadi karena garam dapur yang telah dilarutkan dalam akuades, sehingga garam dapur dan zat pengotor ikut larut. Setelah diadakan penyaringan , maka zat pengotor tidak dapat ikut dalam filtrat karena ukuran partikel zat pengotor lebih besar daripada pori-pori kertas saring sehingga tidak dapat menembusnya dan didapat filtrat yang jernih.
Reaksi : NaCl(s) + H2O(l) (dipanaskan)  NaCl(aq) + H2O(g) (diuapkan) NaCl(s)
Proses selanjutnya adalah penguapan filtrat yang telah diletakkan dalam cawan porselin kemudian memanaskan filtrat tersebut dengan pemanas (kompor listrik). Setelah mencapai titik uap maka partikel air dalam filtrat menguap sehingga meninggalkan butiran Kristal garam dapur yang halus, putih, dan bersih. Karena dalam proses pelarutan garam dapur dengan air, garam dapur menjadi larutan yang homogen sehingga pada saat penguapan molekul garam dapur berupa Kristal yang lembut.
Pada percobaan kali ini garam dapur yang diperoleh setelah rekristalisasi 1.5 gram, sedangkan pada saat rekristalisasi 5 gram. Pada proses ini sesuai dengan teori yang ada dimana hasil dari rekristalisasi memiliki massa yang lebih kecil dari massa sebelum rekristalisasi. Hal ini terjadi karena setelah pelarutan terjadi penyaringan dan penguapan. Dengan adanya penyaringan maka dapat menyaring kotoran-kotoran yang ada dalam garam dapur dalam keadaan awal (berwarna putih kotor) yang bisa tersaring oleh kertas saring. Sehingga hal ini juga merupakan salah satu faktor berkurangnya massa garam dapur. Selain itu juga karena adanya penguapan sempurna sehingga sebagian garam dapur ikut menguap dan menyebabkan massa garam dapur berkurang pula.
Hal-hal yang mempengaruhi kurag sempurnanya hasil percobaan yaitu banyaknya selisih massa sebelum dan sesudah reaksi yaitu :
·         Pendinginan yang kurang lama sehingga masih ada air yang belum ikut menguap dan ikut ditimbang.
·         Kurang teliti pada saat menimbang garam dapur.
·         Pelarutan garam dapur yang kurang sempurna.
·         Kesalahan pada saat menyaring.
·         Proses pemanasan yang belum sempurna.
Rendemen garam dapur :

                II.            Rekristalisasi Tembaga Sulfat (CuSO4)
Reaksi yang terjadi :
CuSO4(s) +H2O(l)→CuSO4(aq) (dipanaskan)→ CuSO4(s) + H2O(g) (diuapkan)→CuSO4(s)
Pada percobaan kedua ini, bentuk awal dari Kristal tembaga sulfat adalah berwarna biru tua dan Kristal tersebut berukuran besar-besar (kasar) dengan massa 5 gram. Setelah rekristalisasi terjadi perubahan dalam segi bentuk, warna, dan massa.
Setelah rekristalisasi warna dari CuSO4 biru muda-putih dan lembut/halus. Adapun proses rekristalisasi yang dilaksanakan pada percobaan ini adalah pelarutan/penyaringan dan penguapan dengan pemanasan. Proses pertama yaitu proses pelarutan. Setelah dilakukan penimbangan tembaga sulfat kemudian dilarutkan dalam akuades hingga larut semua. Proses kedua yaitu penyaringan. Setelah dilakukan pelarutan, hasil tersebut kenudian disaring dengan mengguanakan kertas saring yang telah dibasahi terlebih dahulu. Maka diperoleh filtrat dan juga endapan yang tertinggal dalam kertas saring.
Proses selanjutnya adalah penguapan dengan pemanasan filtrat yang dihasilkan pada penyaringan kemudian dimasukkan kedalam cawan porselin lalu dipanaskan di atas pemanas hingga airnya menguap sampai habis. Akan tetapi pada proses ini penguapan dihentikan sebelum air menguap agar pada saat penguapan tidak terjadi oksidasi. Jadi, cawan porselin diangkat dari pemanas sebelum air dalam cawan porselin menguap semua. Kemudian didinginkan dengan mengaduk-aduknya. Setelah beberapa lama mengaduk, maka diperoleh Kristal halus dan berwarna biru muda-putih karena air sudah menguap semua.
Dengan menimbangnya, kita dapat menentukan rendemen dari rekristalisasi CuSO4 tersebut dengan cara membagi massa akhir dengan massa awal dikalikan 100%. Massa tembaga sulfat akhir adalah 3.6 gram. Maka rendemennya adalah :
Rendemen tembaga sulfat :

Warna Kristal tembaga sulfat menjadi biru muda, dimana warna semula adalah biru tua dan bentuk Kristal menjadi lebih halus. Tidak berbentuk bongkahan atau berukuran besar karena ikatan antar molekul lebih renggang disebabkan pemanasan dan penguapan tersebut.

BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN
1.      Rekristalisasi merupakan cara memisahkan atau memurnikan zat berdasarkan pada perbedaan kelarutan pada pelarut dan suhu tertentu. Rekristalisasi merupakan salah satu metode pemurnian zat yang berbentuk Kristal.
2.      Dalam proses rekristalisasi meliputi lima tahapan yaitu :
·      Pelarutan
·      Penyaringan
·      Pemanasan
·      Penguapan
·      Pendinginan
3.      Syarat pelarut dalam rekristalisasi adalah :
·      Mempunyai daya melarutkan tinggi pada suhu tinggi dan mempunyai daya melarutkan rendah pada suhu rendah.
·      Pelarut tidak bereaksi dengan zat yang dimurnikan.
·      Mudah dipisahkan dengan zat yang akan dipisahkan.
·      Mengikuti kaidah “like dissolves like” senyawa polar larut di dalam senyawa polar dan non polar larut dalam senyawa non polar.
4.      Dari percobaan yang dilakukan didapat hasil pengamatan :
a.       Garam Dapur
NO
Kristal
Sebelum Rekristalisasi
Setelah Rekristalisasi
1
Bentuk
Ukuran butiran kristalnya besar-besar
Ukuran lebih halus
2
Warna
Putih kotor
Lebih putih dan bersih
3
Massa
5 gram
1.5 gram

b.      Kristal Tembaga Sulfat
NO
Kristal
Sebelum Rekristalisasi
Setelah Rekristalisasi
1
Bentuk
Ukuran butiran kristalnya besar-besar
Ukuran lebih halus, mudah dihancurkan
2
Warna
Biru tua
Putih-biru muda, bersih
3
Massa
5 gram
3.6 gram



DAFTAR PUSTAKA

Ansyori, Irfan.1997.KIMIA.Bandung:Ganesha Exact.
Beny, Karyadi.1994.Kimia 1.Jakarta:Depdikbud.
BA, Wardjo, Pringgomulyo, Soraya.1983.Petunjuk Praktikum Kimia Umum:Depdikbud.
Mochtar, Apt.1989.Farmasi Kimia.Yogyakarta:UGM Press.
Redjeki, Tri.dkk.2010.Petunjuk Praktikum Kimia Dasar I.Surakarta:UNS Press.
Wasiloh, Abu Sudja.1978.Penuntun Percobaan Pengantar Kimia Organik.Bandung:Karya Nusantara.


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Makalah Kimia Rekristalisasi Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan