Latest News
Tuesday, August 5, 2014

Laporan Ekologi Tumbuhan Releve

Analisis vegetasi ditujukan untuk mempelajari tingkat suksesi, evaluasi hasil pengendalian gulma, perubahan flora (shifting) sebagai akibat metode pengendalian tertentu dan evaluasi herbisida (trial) untuk menentukan aktivitas suatu herbisida terhadap jenis gulma di lapangan. Konsep dan metode analisis vegetasi sangat bervariasi tergantung keadaan vegetasi dan tujuan analisis. Metode yang digunakan harus disesuaikan dengan struktur dan komposisi vegetasi. Metode garis (line intercept) biasanya digunakan untuk areal yang luas dengan vegetasi semak rendah. Metode titik (point intercept) biasanya digunakan untuk pengamatan sebuah petak contoh dengan vegetasi yang tumbuh menjalar (creeping). Metode visual (visual emotion) dapat digunakan untuk suatu survey daerah yang luas dan tidak tersedia cukup waktu. (Michael, 1995).

JUDUL

Releve

TUJUAN

Mengetahui luas plot minimal pada lokasi UNS dengan menggunakan metode Releve.
Mengetahui presensi masing-masing spesies pada lokasi UNS.
Mengetahui konstansi masing-masing spesies pada lokasi UNS.
Mengetahui spesies yang termasuk dalam spesies commonly (umum), karakteristik, atau pembeda.

DASAR TEORI

Analisis vegetasi adalah suatu cara mempelajari susunan dan atau komposisi vegetasi secara bentuk (struktur) vegetasi dari masyarakat tumbuh-tumbuhan. Unsur struktur vegetasi adalah bentuk pertumbuhan, stratifikasi dan penutupan tajuk. Untuk keperluan analisis vegetasi diperlukan data-data jenis, diameter dan tinggi untuk menentukan indeks nilai penting dari penyusun komunitas hutan tersebut. Dengan analisis vegetasi dapat diperoleh informasi kuantitatif tentang struktur dan komposisi suatu komunitas tumbuhan. Berdasarkan tujuan pendugaan kuantitatif komunitas vegetasi dikelompokkan ke dalam 3 kategori yaitu :
Pendugaan komposisi vegetasi dalam suatu areal dengan batas-batas jenis dan membandingkan dengan areal lain atau areal yang sama namun waktu pengamatan berbeda.
Menduga tentang keragaman jenis dalam suatu areal.
Melakukan korelasi antara perbedaan vegetasi dengan faktor lingkungan tertentu atau beberapa faktor lingkungan (Greig-Smith, 1983).
Analisis vegetasi ditujukan untuk mempelajari tingkat suksesi, evaluasi hasil pengendalian gulma, perubahan flora (shifting) sebagai akibat metode pengendalian tertentu dan evaluasi herbisida (trial) untuk menentukan aktivitas suatu herbisida terhadap jenis gulma di lapangan. Konsep dan metode analisis vegetasi sangat bervariasi tergantung keadaan vegetasi dan tujuan analisis. Metode yang digunakan harus disesuaikan dengan struktur dan komposisi vegetasi. Metode garis (line intercept) biasanya digunakan untuk areal yang luas dengan vegetasi semak rendah. Metode titik (point intercept) biasanya digunakan untuk pengamatan sebuah petak contoh dengan vegetasi yang tumbuh menjalar (creeping). Metode visual (visual emotion) dapat digunakan untuk suatu survey daerah yang luas dan tidak tersedia cukup waktu. (Michael, 1995).
Frekuensi, kerapatan dan kerimbunan ini merupakan data hasil analisa kuantitatif yang merupakan data yang penting dalam menentukan peranan atau spesies atau jenis dalam vegetasinya. Selain data dalam analisa data hasil analisa kuantitatif di perlukan juga data lain yaitu hasil analisa kuantitatif yang memberikan sifat khusus dari spesies atau jenis terhadap vegetasi. Karena dari hasil analisis kuantitatif ini terutama akan memberikan gambaran dari setiap jenis yang ada pada waktu-waktu yang akan datang. (Rahardjanto, 2001).
Untuk mempelajari komposisi vegetasi perlu dilakukan pembuatan petak-petak pengamatan yang sifatnya permanen atau sementara.Menurut Soerianegara (1974) petak-petak tersebut dapat berupa petak tunggal, petak ganda ataupun berbentuk jalur atau dengan metode tanpa petak. Pola komunitas dianalisis dengan metode ordinasi yang menurut Dombois dan E1lenberg (1974) pengambilan sampel plot dapat dilakukan dengan random, sistematik atau secara subyektif atau faktor gradien lingkungan tertentu.Untuk memperoleh informasi vegetasi secara obyektif digunakan metode ordinasi dengan menderetkan contoh-contoh (releve) berdasar koefisien ketidaksamaan (Marsono, 1987).
Dalam pengambilan contoh kuadrat, terdapat empat sifat yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan, karena hal ini akan mempengaruhi data yang diperoleh dari sample. Keempat sifat itu adalah :
Ukuran petak.
Bentuk petak.
Jumlah petak.
Cara meletakkan petak di lapangan. (Dedy, 2010).
Kurva spesies area merupakan langkah awal yang digunakan untuk menganalisis vegetasi yang menggunakan petak contoh. Kurva spesies area digunakan memperoleh luasan minimum petak contoh yang dianggap dapat mewakili suatu tipe vegetasi pada suatu habitat tertentu yang sedang dipelajari. Luasan petak contoh mempunyai hubungan erat dengan keragaman jenis yang terdapat pada areal tersebut. Makin beragam jenis yang terdapat pada areal tersebut makin luas kurva spesies areanya.
Untuk mempelajari komposisi vegetasi perlu dilakukan pembuatan petak-petak pengamatan yang sifatnya permanen atau sementara. Menurut Soeriabegara (1974) petak-petak tersebut dapat berupa petak tunggal, petak ganda aataupun berbentuk jalur atau dengan tanpa petak. Pola komunitas dianalisis dengan metode ordinasi yang menurut Dombois dan Ellenberg (1974) pengambilan sampel Plot dapat dilakukan dengan random, sistematik atau secara subyektif atau faktor gradien lingkungan tertentu.

ALAT DAN BAHAN

Alat
Patok                           4 buah
Tali Rafia                                 secukupnya
Meteran                                  secukupnya
Label                           secukupnya
Alat Tulis                                 secukupnya
Buku identifikasi                     secukupnya
Kantong plastik                       secukupnya
Bahan
Spesies yang terdapat dalam plot di wilayah UNS.

CARA KERJA

Menentukan lokasi sebagai tegakan sampel dari vegetasi UNS
Pada masing-masing tegakan/stand, membuat plot dan kemudian mencatat jumlah jenis spesies yang ada di plot karena vegetasi pada lokasi tersebut adalah heterogen , maka luas plot pertama berukuran 0,5 m x 0,5 m
Menentukan jumlah spesies yang sama untuk 2 plot terakhir secara berurutan yaitu, sbb:
Ukuran plot (m)
Luas (m2)
0,5 X 0,5
0,25
0,5 X 1
0,5
1 X1
1
1 X 2
2
2 X 2
4
2 X 4
8

Menghitung jumlah macam spesies tumbuhan yang ada di dalam plot sampai di dapat 3x jumlah macam spesies yang sama secara berurutan. Apabila belum mendapatkan angka yang konstan, pengukuran pada luas plot ditambah dengan 2x penambahan luas sebelumnya.
Dari hasil pengukuran, kemudian dikonversikan dalam bentuk kurva, dimana sumbu x adalah luas plot dan sumbu y adalah jumlah macam spesies.
Mencari luas plot minimal plot, dengan cara:
Menentukan titik 5%, dengan:
 Sumbu x = 5% dari luas plot minimal pada plot dengan jumlah macam spesies yang konstan
Sumbu y = 5% dari jumlah macam spesies yang konstan.
Menarik garis dari titik (0,0) ke titik 5%
Membuat garis sejajar dengan garis tersebut hingga diperoleh 1 titik persinggungan dengan kurva dan ditarik ke sumbu x di mana nilai pada sumbu x merupakan luas plot minimal di titik tersebut.
Pembuatan kurva dilakukan untuk 2 titik yang dibuat plot hingga diperoleh luas plot minimal masing-masing.
Dari plot minimal yang di dapat dari masing-masing tegakan, akan dilakukan pengamatan untuk mencari presensi dan konstansi dari masing-masing spesies.
Menyatukan data dari tiap-tiap stand menjadi data lokasi UNS.
Menghitung presensi masing-masing spesies dengan rumus:
Presensi =  X 100%
Menghitung konstansi masing-masing spesies dengan rumus:
Konstansi=  X 100%

Mengurutkan nilai konstansi tiap spesies dari yang terbesar sampai yang terkecil.
Menetukan spesies Commonly, karakteristik dengan pembeda dengan ktentuan  sebagai berikut:
20% spesies teratas adalah spesies Commonly
20% spesies terbawah  adalah spesies karakteristik
Sisanya adalah spesies pembeda.
Menganalasis data yang diperoleh.

DATA PENGAMATAN

Luas Plot Minimal Kelompok 9
NAMA/ PENGULANGAN
Listiawan
Aulia
Rizky
Afifah
Arief
Dessy
I
II
I
II
I
II
I
II
I
II
I
II
LUAS PLOT MINIMAL
0,25 m2 
7 m2 
5 m2 
10  m2 
1 m2 
0,45 m2 
0,35 m2 
0, 5 m2 
0,25 m2 
1 m2 
0,5 m2 
1 m2 

Data Pengamatan Berdasarkan Constansi
Constansi
DATA PENGAMATAN RELEVE KELOMPOK 9
No
Nama Spesies
Listyawan
Aulia
Rizky Fajar
Afifah
Arief
Dessy P
X
Y
Presensi
Constansi
Ranking
Keterangan
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
Oplismenus burmanii
5
5
5
5
5
5


5
5
5
5
5
10
83.33333333
83.33333333
1
commonly
2
Elephantopus scaber
5
5
5
5
5
5



5
5
5
5
9
83.33333333
75
2
commonly
3
Oxalis barerieli
1

5
5
5
5
2
3

5


5
8
83.33333333
66.66666667
3
commonly
4
Ipomea obscura
5
1

5
5
5


3


2
5
7
83.33333333
58.33333333
4
commonly
5
Mimosa pudica


5


5
5
5
5
5


4
6
66.66666667
50
5
commonly
6
Paspalum conjugatum
5
5
5
5
5




5


4
6
66.66666667
50
6
commonly
7
Centrosoma plumieri

5

5


1

1
5


4
5
66.66666667
41.66666667
7
commonly
8
Paspalum cetaceum



5
5
5


3
5


3
5
50
41.66666667
8
commonly
9
Kyllinga monocephala


4




1


5
5
3
4
50
33.33333333
9
pembeda
10
Acalypha indica


5




1

5


3
3
50
25
10
pembeda
11
Ageratum conyzoides



5





5

5
3
3
50
25
11
pembeda
12
Arachis pintoi








3

5
5
2
3
33.33333333
25
12
pembeda
13
Clotalaria incana
1





3
5




2
3
33.33333333
25
13
pembeda
14
Desmodium trifolium
1
1
5









2
3
33.33333333
25
14
pembeda
15
Digitaria sanguinalis



2


5
5




2
3
33.33333333
25
15
pembeda
16
Eclipta alba
3

5








2
1
3
16.66666667
25
16
pembeda
17
Eleutheranthera ruderalis


5
5







3
2
3
33.33333333
25
17
pembeda
18
Hyptis brevipes


5

5




5


3
3
50
25
18
pembeda
19
Lindernia crustacea


5







5
4
2
3
33.33333333
25
19
pembeda
20
Phyllantus niruri


5
5







1
2
3
33.33333333
25
20
pembeda
21
Eleusine indica










5
5
1
2
16.66666667
16.66666667
21
pembeda
22
Panicum malabaricum


5







5

2
2
33.33333333
16.66666667
22
pembeda
23
Panicum ramosum


5
5








1
2
16.66666667
16.66666667
23
pembeda
24
Triumfetta pilosa






4
2




1
2
16.66666667
16.66666667
24
pembeda
25
Ageratum haustorium







4




1
1
16.66666667
8.333333333
25
pembeda
26
Cyperus rotundus










2

1
1
16.66666667
8.333333333
26
pembeda
27
Emilia soncifolia










1

1
1
16.66666667
8.333333333
27
pembeda
28
Euphorbia hirta


5









1
1
16.66666667
8.333333333
28
pembeda
29
Fimbristylis annua
5











1
1
16.66666667
8.333333333
29
pembeda
30
Fimbristylis castanea
5











1
1
16.66666667
8.333333333
30
pembeda
31
Isachne globosa


5









1
1
16.66666667
8.333333333
31
pembeda
32
Panicum barbatum








5



1
1
16.66666667
8.333333333
32
karakteristik
33
Panicum crusgalli











3
1
1
16.66666667
8.333333333
33
karakteristik
34
Phyllantus reticularis








1



1
1
16.66666667
8.333333333
34
karakteristik
35
Phyllantus urinaria









1


1
1
16.66666667
8.333333333
35
karakteristik
36
Syndrella nodiflora






3





1
1
16.66666667
8.333333333
36
karakteristik
37
Temeda arguens











3
1
1
16.66666667
8.333333333
37
karakteristik
38
Uraria lagopoidiodes







2




1
1
16.66666667
8.333333333
38
karakteristik
39
Zoysia matrella










5

1
1
16.66666667
8.333333333
39
karakteristik

Presensi
Data Pengamatan Berdasarkan Presensi

DATA PENGAMATAN RELEVE KELOMPOK 9
No
Nama Spesies
Listyawan
Aulia
Rizky Fajar
Afifah
Arief
Dessy P
X
Y
Presensi
Constansi
Ranking
Keterangan
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
Oplismenus burmanii
5
5
5
5
5
5


5
5
5
5
5
10
83.3333333
83.3333333
1
Commonly
2
Elephantopus scaber
5
5
5
5
5
5



5
5
5
5
9
83.3333333
75
2
Commonly
3
Oxalis barerieli
1

5
5
5
5
2
3

5


5
8
83.3333333
66.6666667
3
Commonly
4
Ipomea obscura
5
1

5
5
5


3


2
5
7
83.3333333
58.3333333
4
Commonly
5
Mimosa pudica


5


5
5
5
5
5


4
6
66.6666667
50
5
Commonly
6
Paspalum conjugatum
5
5
5
5
5




5


4
6
66.6666667
50
6
Commonly
7
Centrosoma plumieri

5

5


1

1
5


4
5
66.6666667
41.6666667
7
Commonly
8
Paspalum cetaceum



5
5
5


3
5


3
5
50
41.6666667
8
Commonly
9
Kyllinga monocephala


4




1


5
5
3
4
50
33.3333333
9
Pembeda
10
Acalypha indica


5




1

5


3
3
50
25
10
Pembeda
11
Ageratum conyzoides



5





5

5
3
3
50
25
11
pembeda
12
Hyptis brevipes


5

5




5


3
3
50
25
12
pembeda
13
Arachis pintoi








3

5
5
2
3
33.3333333
25
13
pembeda
14
Clotalaria incana
1





3
5




2
3
33.3333333
25
14
pembeda
15
Desmodium trifolium
1
1
5









2
3
33.3333333
25
15
pembeda
16
Digitaria sanguinalis



2


5
5




2
3
33.3333333
25
16
pembeda
17
Eleutheranthera ruderalis


5
5







3
2
3
33.3333333
25
17
pembeda
18
Lindernia crustacea


5







5
4
2
3
33.3333333
25
18
pembeda
19
Phyllantus niruri


5
5







1
2
3
33.3333333
25
19
pembeda
20
Panicum malabaricum


5







5

2
2
33.3333333
16.6666667
20
pembeda
21
Eclipta alba
3

5








2
1
3
16.6666667
25
21
pembeda
22
Eleusine indica










5
5
1
2
16.6666667
16.6666667
22
pembeda
23
Panicum ramosum


5
5








1
2
16.6666667
16.6666667
23
pembeda
24
Triumfetta pilosa






4
2




1
2
16.6666667
16.6666667
24
pembeda
25
Ageratum haustorium







4




1
1
16.6666667
8.33333333
25
pembeda
26
Cyperus rotundus










2

1
1
16.6666667
8.33333333
26
pembeda
27
Emilia soncifolia










1

1
1
16.6666667
8.33333333
27
pembeda
28
Euphorbia hirta


5









1
1
16.6666667
8.33333333
28
pembeda
29
Fimbristylis annua
5











1
1
16.6666667
8.33333333
29
pembeda
30
Fimbristylis castanea
5











1
1
16.6666667
8.33333333
30
pembeda
31
Isachne globosa


5









1
1
16.6666667
8.33333333
31
pembeda
32
Panicum barbatum








5



1
1
16.6666667
8.33333333
32
karakteristik
33
Panicum crusgalli











3
1
1
16.6666667
8.33333333
33
karakteristik
34
Phyllantus reticularis








1



1
1
16.6666667
8.33333333
34
karakteristik
35
Phyllantus urinaria









1


1
1
16.6666667
8.33333333
35
karakteristik
36
Syndrella nodiflora






3





1
1
16.6666667
8.33333333
36
karakteristik
37
Temeda arguens











3
1
1
16.6666667
8.33333333
37
karakteristik
38
Uraria lagopoidiodes







2




1
1
16.6666667
8.33333333
38
karakteristik
39
Zoysia matrella










5

1
1
16.6666667
8.33333333
39
karakteristik
KETERANGAN:
LISTYAWAN                 : Depan GOR
AULIA NUR R               : MIPA
RIZKI FAJAR K              : FT
AFIFAH PUTRI S           : FK
ARIEF  ADITYA F          : GH
DESSY P                       : MENWA
X                                  : Jumlah kehadiran sp dalam masing-masing fakultas
Y                                  : Jumlah kehadiran sp dalam setiap pengulangan

PEMBAHASAN

Pada praktikum ini bertujuan untuk mengetahui luas plot minimal pada lokasi UNS dengan menggunakan metode Releve, untuk mengetahui presensi masing-masing spesies pada lokasi UNS, mengetahui konstansi masing-masing spesies pada lokasi UNS serta untuk mengetahui spesies yang termasuk dalam spesies commonly (umum), karakteristik,atau pembeda. Luas terkecil yang dapat mewakili karakteristik komunitas tumbuhan atau vegetasi secara keseluruhan disebut dengan luas minimum. Prinsip kerja dari praktikum ini adalah menentukan lokasi sebagai tegakan sampel dari vegetasi UNS. Pada praktikum ini menggunakan beberapa stand yaitu GOR, MIPA, FT, FK, GH, MENWA. Kemudian membuat plot maka luas plot pertama berukuran 0,5 m x 0,5 m dan mencatat jumlah jenis spesies yang ada di plot, kemudian membuat plot lagi dengan luas dua kali dari plot sebelumnya sampai di dapat 3x jumlah macam spesies yang sama secara berurutan dan konstan. Dari hasil pengukuran, kemudian dikonversikan dalam bentuk kurva, dimana sumbu x adalah luas plot dan sumbu y adalah jumlah macam spesies. Mencari luas plot minimal plot dengan cara menentukan titik 5% dari luas plot minimal pada plot dengan jumlah macam spesies yang konstan Sumbu y diperoleh dari jumlah macam spesies yang konstan. Menarik garis dari titik (0,0) ke titik 5%. Membuat garis sejajar dengan garis tersebut hingga diperoleh 1 titik persinggungan dengan kurva dan ditarik ke sumbu x di mana nilai pada sumbu x merupakan luas plot minimal di titik tersebut. Pembuatan kurva dilakukan untuk 2 titik yang dibuat plot hingga diperoleh luas plot minimal masing-masing. Setelah itu  mencari presensi dan konstansi dari masing-masing spesies dengan rumus :
Presensi =  X 100%