Latest News
Senin, 04 Agustus 2014

Jurnal Belajar 2 PPB : Rasionalisasi Kurikulum 2013


A.    Jurnal Belajar 2 : Rasionalisasi Kurikulum 2013
B.     Pertanyaan-Pertanyaan Terkait dengan Materi
Ibu Murni Ramli   : Mengapa KTSP dirasa lebih baik dari pada kurikulum 2013 jika dilihat karakteristiknya ?
Ibu Murni Ramli   : Apakah KTSP mengesampingkan aspek dalam tujuan pembelajaran?
Ibu Murni Ramli   : kalau KTSP tidak megesampingkan sikap, kenapa masih akan diterapkan?
Ibu Murni Ramli : Sentralisasi proses pendidikan dirasa perlu, bagaimana pendapat kelompok anda?
Ibu Murni Ramli : apa kelebihan pembelajaran dari masing masing kurikulum? Bagaimana perbandingannya jika dilihat dari metodenya?
C.     Konsep yang harus dikuasai
Pembelajaran kali ini mahasiswa diharapkan mampu mengetahui karakteristik KTSP dan Kurikulum 2013 serta mampu membandingkan kedua kurikulum itu, mana yang lebih tepat diterapkan di indonesia sekarang.
Tia : KTSP dirasa lebih baik karena mengedepankan ketercapaian kompetensi siswa baik proses, sikap dan produk serta hasil belajar siswa. KTSP bisa divariasikan dengan berbagai macam model dan strategi pembelajaran.
Laily : Kurikulum 2013 dirasa lebih cocok untuk menanggulangi isu global yang bisa berdampak pada indonesia dan kurikulum ini mengedepankan sikap selain kompetensi yang sudah ditetapkan.
Marzuki : Kurikulum KTSP tidak mengesampingkan sikap dalam tujuan pembelajaran, hal ini bisa dilihat dari UU no 20 tahun 2013 sisdiknas yang menjadi acuan KTSP.  
Tina : Kurikulum 2013 dilihat lebih efektif dalam menunjang kebutuhan dan tantangan global, KTSP dibentuk berdasarkan keinginkan kompetensi yang ingin dicapai pada siswa sedangkan kurikulum 2013 lebih mengedepankan kebutuhan, masalah dan studi kasus dalam masyarakat sekarang.
Solikhah : KTSP dirasa lebih memperhatikan masalah yang dihadapi sekarang, karena sistem pendidikan di Indonesia ini tidak merata, sehingga KTSP mampu mengakomodir masalah ini dengan otonomi daerah dan otonomi sekolah dalam menyusun proses pembelajaran. 
Reza :  perlunya sentralisasi mutu pendidikan ke pusat lagi,  supaya standarnya sama karena mulai tercipta kesenjangan mutu.
Nur dan marzuki : sentralisasi kembali disinyalir malah menambah masalah baru, padahal KTSP belum maksimal, pemerintah dinilai terlalu pragmatis.
Laily : kurikulum 2013 itu berkesinambungan antara SD, SMP, SMA dalam materi. Kurikulum 2013 kompetensi ditentukan berdasarkan SKL dan aspek kebutuhan masyarakat.
Ade : KTSP menerapkan lima pilar belajar, melatih untuk belajar efektif.
Melati : metode pembelajaran kurikulum 2013 lebih mengedepankan proses daripada pemahaman yang berdasarkan pada hapalan. Pembelajaran berorientasi student center dimana siswa menemukan konsepnya
Dessy : kurikulum 2013 mengedepankan pendekatan berbasis sains.
Tina : penerapan KTSP dirasa belum memacu guru untuk mengaktifkan siswa, namun di kurikulum 2013 guru diwajibkan memacu siswa aktif dalam proses pembelajaran.
Perbedaan pokok antara KTSP  yang diterapkan selama ini dengan Kurikulum 2013 yang yaitu berkaitan dengan perencanaan pembelajaran. Dalam KTSP, kegiatan pengembangan silabus merupakan kewenangan satuan pendidikan, namun dalam Kurikulum 2013 kegiatan pengembangan silabus beralih menjadi kewenangan pemerintah, kecuali untuk mata pelajaran tertentu yang secara khusus dikembangkan di satuan pendidikan yang bersangkutan.
Meskipun silabus sudah di kembangkan oleh pemerintah pusat , namun  guru tetap dituntut untuk dapat memahami seluruh pesan dan makna yang terkandung dalam silabus, Oleh karena itu, kajian silabus tampak menjadi penting, baik dilakukan secara mandiri maupun kelompok . Adapun penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) masih merupakan kewenangan guru yang bersangkutan, yaitu dengan berusaha mengembangkan dari Buku Babon (termasuk silabus) yang telah disiapkan pemerintah.
D.    Konsep yang belum dikuasai
a.       Bagaimana cara menerapkan kurikulum 2013 di sekolah yang fasilitasnya belum menunjang pelaksanaan kurikulum 2013?
b.      Seberapa efektif pelaksanaan KTSP selama ini?
E.     Bagaimana upaya memahami konsep yg belum dipahami
Setelah mencari berbagai literatur, bahwa beberapa pengamat pendidikan merasa penerapan kurikulum 2013 masih sulit, apalagi di daerah terpencil dalam waktu dekat ini. ''Kami pesimis pelaksanaan Kurikulum 2013 bisa berjalan optimal tahun ini, karena masih banyak sekolah yang memerlukan persiapan, terutama sekolah swasta dan sekolah di daerah terpencil,'' kata Ketua Dewan Pendidikan Klaten Drs H Syamsuddin Asyofi MHum, Kamis (23/1).
Dia memperkirakan penerapan kurikulum 2013 baru bisa berjalan sesuai harapan pada tahun 2015 mendatang. Saat ini, pihak sekolah, guru pengajar dan siswa masih melakukan penyesuaian. Tahun ajaran ini, pelaksanaannya masih dalam tahap uji coba di sejumlah sekolah.
''Hasil monitoring akan dijadikan bahas evaluasi. Monitoring akan dilakukan pada penerapan kurikulum 2013 di sekolah percontohan. Rencananya, kurikulum baru mulai diterapkan di semua sekolah tahun 2014, tapi kami masih pesimis. Hal itu akan kami lihat di lapangan,'' ujar Syamsuddin.                      
Ada sejumlah yang dihadapi antara lain, pendidikan karakter dalam tiap mata pelajaran, SDM guru yang tidak seragam, tingkat pemahaman siswa dan sistem penilaian juga belum jelas. Tahun ini merupakan masa transisi Kurikulum 2013, diharapkan tahun 2015 mendatang sudah berjalan optimal.
caksum melihat bahwa, di kurikulum  2013 ini, masih banyak menemui permasalahan yang mendasar seperti halnya, kurang kompetennya pendidik atau pengajar yang memahami kurikulum 2013. Hal serupa pernah di beritakan oleh Suara Merdeka pada Jumat, 27 Desember 2013. Dalam pemberitaan tersebut, caksum masih menemui banyak kontroversi di kurikulum 2013.  Salah satunya, dari data yang cak sum peroleh, ternyata masih sangat minim sekolah yang menerapkan kurikulum 2013. Yakni 2% dari 2.598 SD, 4% dari 1.436 SMP, 10% dari 11.629 SMA, dan 10% dari 10.628 SMK. Dari prosentasi data yang ada, menukjukkan bahwa penerapan kurikulum 2013 kuranglah efektif.
Social science journal menjelaskan bahwa Penerapan KTSP dalam pembelajaran Pendidikan Geografi di SMA Negeri 1 Tidore telah sesuai  dengan kurikulum KTSP, sedangkan materi yang terapkan adalah materi-materi yang bermanfaat untuk peserta didik didalam kehidupan yang akan datang dan materinya juga dapat berpengaruh dengan yang lainnya. (4). Terdapat beberapa poin yang belum dapat dilaksanakan guru dengan baik yaitu: pada Perencanaan Pembelajaran guru belum dapat menyusun RPP dengan benar. Dalam pelaksanaan Pembelajaran, guru belum dapat melaksanakan proses eksplorasi dalam kegiatan inti penbelajaran. Setelah dilakukan penilaian disimpulkan bahwa penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dalam Pembelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Tidore cukup efektif.

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Jurnal Belajar 2 PPB : Rasionalisasi Kurikulum 2013 Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan