Latest News
Senin, 04 Agustus 2014

Jurnal Belajar 6 PPB : Pendekatan Saintifik


A.    Judul Jurnal Belajar : Jurnal Belajar 6 : Pendekatan Saintifik

B.     Pertanyaan-Pertanyaan Terkait dengan Materi
Marzuki : pada microteaching menggunakan PjBL, apakah model itu dapat diselesaikan dalam satu kali pertemuan.
Redza : apakah penentuan solusi pada PBL itu harus dilakukan?

C.     Konsep yang harus dikuasai
Jawaban Marzuki : tidak bisa,  biasanya satu pertemuan hanya cukup untuk melaksanakan satu sintaks saja, PjBL bisa selesai dalam waktu tiga minggu.
Jawaban redza : tidak, cukup sampai pada pemaparan pesan moral saja, tidak perlu dilakukan.
Fungsi pendahuluan pada model pembelajaran pada discovery learning berisi apersepsi yang mengarahkan menuju materi, motivasi dan apersepsi berisi orientasi materi, sebaiknya diawali dengan studi kasus atau peraga, mengkonflikan konsep awal siswa dengan konsep baru, kemudian mengarahkan siswa untuk membuat hipotesis awal, hipotesis awal ini bertujuan menemukan konsep baru, siswa diarahkan untuk menganalisis dari referensi, dan mulai menyusun pertanyaan.
inquiry learning memiliki tujuan untuk membuktikan konsep yang sudah ada. siswa diarahkan untuk menganalisis melalui eksperimen sehingga lebih paham secara mendalam. model ini mengajarkan siswa untuk bisa menganalisis, sebelum kemampuan analisis terasah dia harus mahir bertanya.
project based learning mengarahkan siswa untuk memahami konsep melalui proyek, siswa dimungkinkan melakukan wawancara kepada narasumber untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi proyek yang sedang dilakukan. Guru menugaskan siswa untuk melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Model pembelajaran ini menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata.
Problem based Learning mengarahkan siswa pada suatu konsep melalui pemberian masalah, kemudian siswa memecahkan masalah dengan berbagai macam solusi hasil dari diskusi dengan anggota kelompoknya. metode mengajar PBL dengan fokus pemecahan masalah yang nyata, kerja kelompok, umpan balik, diskusi, dan laporan akhir. Dengan demikian siswa didorong untuk lebih aktif terlibat dalam materi pelajaran dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis.
  
Perbandingan yang dilakukan oleh Savin - Baden (2003) terhadap PjBL dan PBL adalah sebagai berikut :

Komponen
Project based learning
Problem based learning
focus
Diharuskan menghasilkan produk dalam bentuk laporan atau desain
Tidak harus menghasilkan produk
Peran guru/tutor
supervisor
Fasilitator
Pemecahan masalah
Siswa diharuskan menghasilkan solusi atau strategi untuk memecahkan masalah
Pemecahan masalah merupakan salah satu bagian dari proses bukan fosus dalam manajemen masalah
Pemberian materi pelajaran
Dalam bentuk berbagai macam tipe pembelajaran diberikan sepanjang projek
Difokuskan pada pembelajaran siswa sendiri. ceramah juga digunakan untuk mendukung belajar siswa bukan hanya memberi arah belajar
Peran siswa
Siswa terlibat dalam pemilihan projek (kadang-kadang dari daftar yang sudah ditentukan)
Siswa mungkin memilih skenario masalah walaupun biasanya masalah disampaikan oleh guru. Siswa harus mendefinisikan apa dan bagaimana mereka belajar
Posisi dalam pembelajaran
Sesudah siswa menguasai semua materi.
Dianggap sebagai mekanisme untuk menyampaikan beberapa materi dalam satu aktivitas
Digunakan untuk memahami materi.
Didasarkan pada premis bahwa pembelajaran terutama akan terjadi pada lintas disiplin termasuk pada awal pembelajaran
Peran kelompok
Ada untuk menyelesaikan projek
Harus bekerja sama selama proses pembelajaran dan kerja tim merupakan komponen pembelajaran

 Langkah pembelajaran berbasis masalah, merupakan suatu siklus yang dimulai dari:
  1. Pemberian/ menemukan konsep dasar tentang tatacara pembelajaran yang akan dilakukan.
  2. pendefinisian masalah dengan mencari berbagai sumber yang dapat memperjelas isu yang sedang diinvestigasi.
  3. Tahap pembelajaran mandiri dengan investigasi mencari masalah.
  4. pertukaran pengetahuan dengan berdiskusi dalam kelompoknya untuk mengklarifikasi capaiannya dan merumuskan solusi dari permasalahan kelompok.

 Langkah pembelajaran berbasis proyek, merupakan suatu siklus yang dimulai dari:
  1. penentuan pertanyaan
  2. menyusun rencana proyek
  3. menyusun jadwal
  4. monitoring
  5. menguji hasil
  6. evalusasi pengalaman
D.    Konsep yang belum dikuasai
Apa saja kelemahan penerapan PjBL?
Bagaimana cara menanggulangi kelemahan penerapan PjBL?

E.     upaya memahami konsep yg belum dipahami
mencari di internet :
 Adapun kelemahan dari pembelajaran berbasiskan proyek ini antara lain:
  1. Kebanyakan permasalahan “dunia nyata” yang tidak terpisahkan dengan masalah kedisiplinan, untuk itu disarankan mengajarkan dengan cara melatih dan memfasilitasi peserta didik dalam menghadapi masalah.
  2. Memerlukan banyak waktu yang harus diselesaikan untuk menyelesaikan masalah.
  3.  Membutuhkan biaya yang cukup banyak
  4.  Banyak instruktur yang merasa nyaman dengan kelas tradisional, dimana instruktur memegang peran utama di kelas.
  5.  Banyaknya peralatan yang harus disediakan.

Untuk mengatasi kelemahan dari Pembelajaran Berbasis Proyek tersebut di atas,  seorang pendidik harus dapat mengatasi dengan cara:
  1. Memfasilitasi peserta didik dalam menghadapi masalah,
  2. membatasi waktu peserta didik dalam menyelesaikan proyek,
  3. meminimalisir dan menyediakan peralatan yang sederhana yang terdapat lingkungan sekitar,
  4. memilih lokasi penelitian yang mudah dijangkau sehingga tidak membutuhkan banyak waktu dan biaya,
  5. menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga instruktur dan peserta didik merasa nyaman dalam proses pembelajaran.

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Jurnal Belajar 6 PPB : Pendekatan Saintifik Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan