Latest News
Monday, August 4, 2014

Jurnal Belajar 3 PPB : Rasionalisasi Kurikulum 2013 (struktur kurikulum 2013 dan KTSP)


A.    Judul Jurnal Belajar : Jurnal Belajar 3 : Rasionalisasi Kurikulum 2013 (struktur kurikulum 2013 dan KTSP)

B.     Pertanyaan-Pertanyaan Terkait dengan Materi
Ibu Murni : apa kelebihan SK di KTSP daripada KI di kurikulum 2013? Apa kelebihan KI daripada KTSP?
Ibu Murni : bagaimana lulusan KTSP dan kurikulum 2013?
Ibu Murni : bagaimana kompetensi yang dihasilkan KTSP? Kenapa dikeluarkan kurikulum 2013?
Ibu murni : bagaimana model pembelajaran di KTSP dan Kurikulum 2013?
Ibu Murni : mengapa metode di kurikulum 2013 dirasa lebih baik?

C.     Konsep yang harus dikuasai
  • Kurikulum 2013 : Keunggulan kurikulum 2013 pada pembentukan  kompetensi inti didasarkan pada SKL, dengan pembelajaran tematik integratif dan memperhatikan kebutuhan masa mendatang.
  • Arif : KTSP memuat mata pelajaran, muatan lokal, pengembangan diri dan lain lain.
  • Restu : KI dirasa mampu membekali siswa dalam menghadapi masa depan
  • Citra : KI dalam semua mata pelajaran sama, KI dirasa mampu mengikat dan mengaitkan mata pelajaran satu dengan mata pelajaran lain.
  • Sondra : KTSP itu ada standar isi, merupakan standar kualitas lulusan. Kompetensi lulusan ini merupakan kualifikasi hasil dari lulusan nanti.
  • Listiawan : KI lebih baik dari SK, lebih mengedepankan karakter yang lebih sesuai dengan kebutuhan masa depan.
  • Dian : standar kompetensi diperoleh standar nasional pendidikan, mencakup kognitif, afektif dan psikomotorik. untuk KTSP SK satu tapi KD bisa diturunkan banyak.
  • Salis : KI itu disusun berdasarkan kebutuhan.
  • Furqan : mencetak SDM yang mampu survive di masa mendatang, sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan
  • KTSP : KTSP mengembangkan manusia berkemampuan global, namun berbudaya global
  • Listiawan : untuk kurikulum 2013 lebih mengembangkan karakter spiritual, sedangkan struktur KTSP lebih mengedepankan kompetensi ilmu pengetahuan.
  • Hadaina : tidak juga, KTSP juga mengedepankan karakter juga, bisa dilihat dari muatan lokal dan muatan global, karakternya bisa dilihat dari aspek itu juga.
  • Sondra : KTSP juga membangun karakter nasional, mampu memberikan pengalaman belajar yang baik.
  • Citra : dikurikulum 2013 KI nya dinilai karakternya.
  • Salis : KTSP menurut balitbang breakdown dari SK masih sulit dipahami oleh guru
  • Hasan : KTSP dibentuk oleh kelompok satuan pendidikan. KTSP lebih cocok untuk men:angani kemampuan sekolah itu sendiri jika dilihat dari kelebihan dan kekurangan sekolah itu
  • Citra : kurikulum 2013 disusun untuk menyeragaman bahan ajar seluruh nasional, untuk menghindari kesalahan bahan ajar.
  • Listiawan : perlunya penyeragaman secara nasional itu supaya kompentensi lulusan sama.
  • Furqan : penyeragaman output dari semua sekolah merupakan titik tekan dari kurikulum 2013
  • Murni Hasan : penggunaan model pembelajaran di KTSP sangat bervariasi, tidak terpaku pada PBL, PjBL, inkuiri dan discovery saja
  • Lidya : metode di kurikulum 2013 menggunakan pendekatan sains sehingga siswa lebih terdorong aktif bertanya, mengamati, serta proses yang lain.
  1. Kompetensi inti
  2. Kompetensi dasar;
  3. materi pembelajaran;
  4. kegiatan pembelajaran;
  5. penilaian;
  6. alokasi waktu; dan
  7. sumber belajar.
  8. Buku kurikulum
  • Mengacu pada kompetensi inti yang telah dirumuskan untuk kelas dimana buku tersebut ditulis
  • Menjelaskan pengetahuan sebagai input kepada siswa untuk menghasilkan output berupa keterampilan siswa dan bermuara pada pembentukan sikap siswa sebagai outcome pembelajaran
  • Menggunakan pendekatan saintifik melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan menyaji
  • Menggiring siswa untuk menemukan konsep yang sedang dipelajari melalui deduksi [discovery learning]. Siswa sebisa mungkin diajak untuk mencari tahu, bukan langsung diberi tahu.
  • Memuat penilaian capaian pembelajaran secara bertahap mulai review [ulasan], exercise [latihan], problem [pemecahan masalah], challenge [tantangan yang membutuhkan pemikiran mendalam], dan project [kegiatan bersama dalam memecahkan permasalahan yang membutuhkan dukungan sumber lainnya].
  • Menekankan penggunaan bahasa yang jelas, logis, sistematis.
  • Keterampilan tidak selalu dalam ranah abstrak, tetapi juga harus konkret dalam bentuk tindakan nyata
Elemen
Deskripsi
SD
SMP
SMA
SMK
Kompetensi Lulusan
       Adanya peningkatan dan keseimbangan  soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan
Kedudukan mata pelajaran
(ISI)
       Kompetensi yang semula diturunkan dari matapelajaran berubah menjadi matapelajaran dikembangkan dari kompetensi.
Pendekatan
(ISI)
Kompetensi dikembangkan melalui:
Tematik Terpadu
Tematik Terpadu dan Mata pelajaran
Mata pelajaran
Vokasional
Elemen
Deskripsi
SD
SMP
SMA
SMK
Proses pembelajaran
       Standar Proses yang semula terfokus pada Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi  dilengkapi dengan Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta.
       Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di  lingkungan sekolah dan masyarakat 
       Guru bukan satu-satunya sumber belajar.
       Sikap tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan
Tematik dan terpadu
IPA dan IPS masing-masing diajarkan secara terpadu
Adanya mata pelajaran wajib dan pilihan sesuai dengan bakat dan minatnya
Kompetensi keterampilan yang sesuai dengan standar industri
Elemen
Deskripsi
SD
SMP
SMA
SMK
Struktur Kurikulum (Mata pelajaran dan alokasi waktu)
(ISI)
       Holistik berbasis sains (alam, sosial, dan budaya)
       Jumlah matapelajaran dari 10 menjadi 6
       Jumlah jam bertambah 4 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran
       TIK menjadi media semua matapelajaran
       Pengembangan diri terintegrasi pada setiap matapelajaran dan ekstrakurikuler
       Jumlah matapelajaran dari 12 menjadi 10
       Jumlah jam bertambah 6 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran
       Perubahan sistem: ada matapelajaran wajib dan ada mata pelajaran pilihan
       Terjadi pengurangan mata pelajaran yang harus diikuti siswa
       Jumlah jam bertambah 1 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran
       Penyesuaian jenis keahlian  berdasarkan spektrum kebutuhan saat ini
       Pengurangan adaptif dan normatif, penambahan produktif
       Produktif disesuaikan dengan trend perkembangan di Industri
Elemen
Deskripsi
SD
SMP
SMA
SMK
Penilaian Hasil Belajar
       Penilaian berbasis kompetensi
       Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik [mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil]
       Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal)
       Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan SKL
       Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaian
Ekstrakurikuler
       Pramuka (wajib)
       UKS
       PMR
       Bahasa Inggris
       Pramuka (wajib)
       OSIS
       UKS
       PMR
       Dll
       Pramuka (wajib)
       OSIS
       UKS
       PMR
       Dll
       Pramuka (wajib)
       OSIS
       UKS
       PMR
       Dll

Kurikulum ini dibuat bukan karena kegagalan KTSP, namun melihat kebutuhan sekarang, banyak degradasi moral. KTSP dilihat lebih mengedepankan kognitif, bisa dilihat pelaksanaan oleh guru di sekolah Walaupun di kurikulum 2013 ada pemecahan indikator dari KI namun untuk KI 1 dan KI 2 masih sulit untuk diukur, namun masih tetap mengedepankan KI 3 dan KI 4. Di masa depan lebih mengedepankan kemampuan komunikasi yang baik dan berkarakter, bukan mengedepankan kepintaran saja.
KTSP menggunakan model pembelajaran cooperative learning,kontekstual, inkuiri, PBL namun pelaksanaan tidak demikian, untuk kurikulum 2013 apapun pembelajarannya adalah pendekatan sains.
Jika dilihat dari pengembangan kurikulum KTSP, kurikulum dikembangkan hanya sampai pada standar kompetensi dan kompetensi dasar. Dalam kurikulum KTSP, guru dituntut mengembangkan kompetensi dasar yang telah ditentukan menjadi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan karakterisrik siswa. Guru juga diberikan kebebasan menentukan buku referensi serta media. Akan tetapi, kenyataan di lapangan, guru cenderung memisahkan antara mata pelajaran yang satu dengan yang lain. Guru juga lebih mementingkan aspek kognitif dibanding aspek afektif dan psikomotor.
Berbeda dengan kurikulum 2013 yang akan dilaksanakan tahun ini, pengembangan kurikulum sudah mencakup silabus, buku teks, serta buku pedoman guru. Hal tersebut akan meringankan pekerjaan guru karena tidak perlu membuat silabus lagi. Guru hanya tinggal membuat rencana pengajaran dalam bentuk RPP. Sebagian orang berpendapat, hal tersebut akan mematikan kreativitas guru karena semua sudah diatur dari pusat. Akan tetapi, jika dilihat kembali, kurikulum 2013 ini masih memberikan peluang dan kebebasan kepada satuan pendidikan dan pendidik khususnya untuk melaksanakan KTSP dalam pembelajaran dan penilaian.

D.    Konsep yang belum dikuasai
Bagaimana susunan silabus kurikulum 2013?

E.     Bagaimana upaya memahami konsep yg belum dipahami
Mendapat referensi dari Gultom, syawal. 2013. PPT Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum 2013. Jakarta : Kemdiknas
Susunan silabus kurikulum 2013
Kompetensi Inti merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki seorang Peserta Didik pada setiap tingkat kelas atau program yang menjadi landasan Pengembangan Kompetensi dasar.
Kompetensi Inti dimaksud pada mencakup: sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang berfungsi sebagai pengintegrasi muatan Pembelajaran, mata pelajaran atau program dalam mencapai Standar Kompetensi Lulusan.
Kompetensi Dasar merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan Pembelajaran, pengalaman belajar, atau mata pelajaran yang mengacu pada Kompetensi inti.
Kompetensi Dasar dikembangkan dalam konteks muatan Pembelajaran, pengalaman belajar, mata pelajaran atau mata kuliah sesuai dengan Kompetensi inti.

Perubahan elemen pada kurikulum 2013
Elemen
Deskripsi
SD
SMP
SMA
SMK
Kompetensi Lulusan
       Adanya peningkatan dan keseimbangan  soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan
Kedudukan mata pelajaran
(ISI)
       Kompetensi yang semula diturunkan dari matapelajaran berubah menjadi matapelajaran dikembangkan dari kompetensi.
Pendekatan
(ISI)
Kompetensi dikembangkan melalui:
Tematik Terpadu
Tematik Terpadu dan Mata pelajaran
Mata pelajaran
Vokasional

Elemen
Deskripsi
SD
SMP
SMA
SMK
Proses pembelajaran
       Standar Proses yang semula terfokus pada Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi  dilengkapi dengan Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta.
       Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di  lingkungan sekolah dan masyarakat 
       Guru bukan satu-satunya sumber belajar.
       Sikap tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan
Tematik dan terpadu
IPA dan IPS masing-masing diajarkan secara terpadu
Adanya mata pelajaran wajib dan pilihan sesuai dengan bakat dan minatnya
Kompetensi keterampilan yang sesuai dengan standar industri

Elemen
Deskripsi
SD
SMP
SMA
SMK
Struktur Kurikulum (Mata pelajaran dan alokasi waktu)
(ISI)
       Holistik berbasis sains (alam, sosial, dan budaya)
       Jumlah matapelajaran dari 10 menjadi 6
       Jumlah jam bertambah 4 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran
       TIK menjadi media semua matapelajaran
       Pengembangan diri terintegrasi pada setiap matapelajaran dan ekstrakurikuler
       Jumlah matapelajaran dari 12 menjadi 10
       Jumlah jam bertambah 6 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran
       Perubahan sistem: ada matapelajaran wajib dan ada mata pelajaran pilihan
       Terjadi pengurangan mata pelajaran yang harus diikuti siswa
       Jumlah jam bertambah 1 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran
       Penyesuaian jenis keahlian  berdasarkan spektrum kebutuhan saat ini
       Pengurangan adaptif dan normatif, penambahan produktif
       Produktif disesuaikan dengan trend perkembangan di Industri

Elemen
Deskripsi
SD
SMP
SMA
SMK
Penilaian Hasil Belajar
       Penilaian berbasis kompetensi
       Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik [mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil]
       Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal)
       Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan SKL
       Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaian
Ekstrakurikuler
       Pramuka (wajib)
       UKS
       PMR
       Bahasa Inggris
       Pramuka (wajib)
       OSIS
       UKS
       PMR
       Dll
       Pramuka (wajib)
       OSIS
       UKS
       PMR
       Dll
       Pramuka (wajib)
       OSIS
       UKS
       PMR
       Dll





  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Jurnal Belajar 3 PPB : Rasionalisasi Kurikulum 2013 (struktur kurikulum 2013 dan KTSP) Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan