Latest News
Rabu, 23 Juli 2014

Natural Saja


Dulu, kala itu kakakmu melarangku untuk memberikan senyumku kepadamu.. namun entah mengapa memang aku tak bisa.. bagiku ketika bertemu orang lain itu memang saat saat yang membahagiakan, dan sebagian ATP dalam tubuh mengalir ke wajah dan bibir sehingga ekspresi senyuman itu tercipta secara natural.. tak bisa ku hentikan dan aku kendalikan..

Begitu pula ketika bertemu denganmu, hal yang sama ku rasakan, dan senyuman ini secara natural ku berikan.. namun energi itu sumbernya berbeda.. dari kedua bola mata yang teduh di balik kaca.. dari jiwa yang tenang yang membuat diri ini nyaman.. hakekatnya energi ini berotasi.. ketika ada energi aksi maka ada pula energi reaksi..

Terkadang rasa itu tak harus sama antara keduanya.. salah satu sisi saja sudah mampu menggoreskan prosa.. terkadang rasa itu tak harus berbentuk kata.. namun alangkah lebih baik jika dalam sebait doa.. terkadang rasa itu tak harus berbentuk cinta.. seberkas sayang pun tak apa.. terkadang rasa itu tak harus selamanya.. bisa jadi meracuni jiwa ketika dia tak berbalas rasa pula.. terkadang rasa itu tak perlu dikenang dalam prasasti .. biarkan dia berjuang, tetap berdiri ataukah tumbang..

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
potongan dari kumpulan cerita fiksi yang random, bersudut pandang orang pertama, yang muncul tanpa direncana dan mengalir begitu saja.. semoga bisa menjadi sebuah kumpulan aksara yang menempel dalam himpunan kertas dan terjejer rapi di rak buku sana..
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Natural Saja Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan