Latest News
Senin, 16 Juni 2014

Menerima dan Bangkit Kembali

terkadang memulai itu sesuatu yang berat.. apalagi berpindah dalam setiap fase kehidupan.. namun kita harus kembali bertanya.. bahwa Dia sudah me-mulai-kan kehidupan kita, mempersiapkan titian yang akan kita lalui nantinya.. dan Dia sudah baik hati sekali, mempersiapkan berbagai persimpangan yang akan kita lalui nanti yang bebas kita pilih.. apakah yang sudah Dia lakukan akankah kita sia- siakan?

sebuah ketakutan akan selalu menghampiri, ketika kenyataan yang menghampiri tak sesuai dengan mimpi.. seringkali kita tidak terima dengan sesuatu yang sudah jatuh ke tangan kita.. terkadang mengadu, berontak, bahkan murung karena tak tahan, frustasi karena menganggap diri ini sudah tak mampu untuk berdiri.. apakah kita sudah bertanya kepada diri ini? apa yang sudah kita lakukan selama ini? setimpalkah usaha dan hasil yang sudah kita terima..

menerima, sebuah kondisi ketika kita di bawah.. di mana kita bersiap untuk mendapatkan sebuah pemberian.. bisa jadi indah, bisa jadi membuat kita gundah.. menerima, harus menyiapkan bekal, bekal yang akan menguatkan kita sampai akhir, sebuah rasa yang kita sebut dengan keikhlasan.. kata yang mudah terucap, namun sulit diterapkan dalam sikap..

semangat, sebuah energi untuk bangkit kembali serta meniti jalan kembali.. aroma semangat merupakan perpaduan racikan antara kekuatan dan tujuan.. diseduh dengan hangatnya harapan.. namun cita rasa itu tak akan lengkap tanpa adanya sebuah tangan yang siaga.. menarik diri ini ketika terperosok.. mendorong tubuh ini ketika tak bertenaga untuk berjalan lagi.. jari jemari yang lembut yang bersiap menghapus air mata ketika diri ini terluka.. menghapus keringat ketika diri ini sudah bersimpuh tak bertenaga..

***
Meja kaca coklat kantor, 16.06.14-21.30
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Menerima dan Bangkit Kembali Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan