Latest News
Senin, 02 Juni 2014

Ketika Sosial, Kepekaan, Solitarisme Berhadapan


Terkadang kepekaan kita bisa teruji dalam ruangan penuh sesak ini.. ketika kira dihadapkan dengan ratusan orang yang bertebaran dilantai ini.. ada yang duduk, ada yang berdiri..

Ada tiga hal yang mungkin bisa kita lakukan, memulai dengan obrolan ringan, hingga pekerjaan, aktivitas, bahkan perpolitikan dengan orang yang duduk di samping kita.. hingga mungkin obrolan itu akan terus renyah sampai kita dengannya nanti di ujung perjalanan ini..
Atau memulai dengan mempersilahkan kaum hawa dan orang tua duduk menggantikan kita.. lalu memilih untuk berdiri.. karena hakekatnya laki laki harus bersikap seperti itu..
Atau memilih diam.. berpura pura tidur.. mengabaikan jutaan jiwa yang bertebaran di dunia dan mulai membangun alam mimpi kita sendiri.. atau membaca buku dan berpura pura masa bodoh dengan lingkungan sekitar yang memang tidak kita kenal..
Ketika kamu dihadapkan dengan realita bahwa dirimu adalah seorang manusia apakah yang akan kamu pilih? Menjadi makhluk sosial, menjadi orang yang peka, atau organisme soliter? Atau pilih beberapa opsi yang sudah ditawarkan? Silahkan.. hidup ini memang demokratis.. namun harus selalu agamis.. dunia ini berupa opsi.. namun harus manusiawi..
*kutoarjo-solo, dalam sebuah gerbong prameks*
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Ketika Sosial, Kepekaan, Solitarisme Berhadapan Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan