Latest News
Tuesday, April 15, 2014

Pemerintahan Sudah tak Suci Lagi


politik itu baik, namun dunia per partai politik an sekarang ini yang perlu dipertanyakan kebaikannya, cenderung kepada kemadharatan saja.. dan orang orang yang ada didalam nya sama saja. menggunggulkan golongannya, dan mencela golongan lainnya, saling menjatuhkan.. terlalu fanatik, sangat mencintai partai dan tokoh tokohnya, daripada konsep ideologi partai itu serta kemaslahatan untuk masyarakatnya..

terlalu benci dengan partai lain, cerderung menjadi hater walau tak mau dilabeli seperti itu, yang dishare keburukan (yang dianggap) musuh dari partai yang dia dukung.. saling balas cemooh dan menggali sedalam mungkin kesalahannya.. katanya partainya partai bersih, paling bersih sendiri.. kalau kelakuan para kadernya seperti itu bukankah sama saja dengan partai lainnya..

ketika islam dan pancasila mengajarkan persatuan, apakah fenomena demokrasi ini lebih menyatukan indonesia? hmm.. saya rasa tidak, demokrasi ini lebih menyatukan kepentingan yang sama, yang inginkekuasaan mulai membangun kekuatan, dan kelompok yang lain tak mau kalah, membangun kekuatan baru untuk menandinginya..jika di dalam internal kelompok itu sudah timbul crash, maka membentuk kekuatan baru yang bisa menyokong keinginannya.

menghapuskan demokrasi yang seperti "ini" sepertinya memang sulit, sebuah jaring jaring dimana semua titik yang berperan saling terkoneksi satu sama lain, jika ada garis penghubung yang putus, maka akan terjadi regenerasi untuk membuat titik yang baru..

ketika mereka ada yang berkata bahwa masuk ke dalam lingkaran demokrasi, kemudian ingin menghapuskannya, silahkan.. namun jangan sampai terlena dalam euforia demokrasi itu sendiri.. karena yang terlihat kasat mata adalah mereka mulai menikmatinya rasanya sebuah pertempuran meraih simpatisan..

demokrasi memang kotor dalam konsepan, begitu juga dalam pelaksanaan.. dampak jelas terlihat, mereka mengotori jalan, ketika jalan yang indah dengan rumput hijau di sampingnya, eh malah wajah wajah yang tak dikenal yang haus akan kekuasaan malah nampang dengan wajah penuh harap aroma kemenangan.. padahal jika satu baliho kecil dihargai Rp. 10.000,00 bisa ditukar dengan satu pohon.. pohon dirasa lebih menyejukan lho daripada satu baliho yang malah mengotori dan memenuhi jalan serta akhirnya mengotori tempat sampah, mending biaya buat baliho diarahkan ke green campaign, seperti iklan di radio, tv, menggupah tentara dunia maya dll..

demokrasi ini terlalu mahal, upah saksi partai Rp. 75.000,00 bisa ditukar menjadi 3 buah buku pelajaran anak SD, saya rasa itu lebih berdampak pada aspek pendidikan, uang saksi partai 1 kecamatan bisa ditukar untuk membangun gedung sekolah yang baru lengkap dengan laboratoriumnya, serta halaman paving supaya tidak becek saat musim hujan.. ini hanya sebuah analogi sederhana.. ketika para para wakil rakyat itu benar benar merasa sebagai "wakil" bukan merasa sebagai "dewan",  maka bisa jadi mereka menggunakan analogi ini..

analogi ini bukanlah hanya sekedar wacana, namun sebuah mimpi, ketika pemerintahan indonesia ini sudah tak suci lagi..
 memutus mata rantai yang "kotor" ini bukanlah hanya sekedar harapan, namun sebagai tujuan..
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

2 comments:

  1. marmos tenaaaan ig, mbahas demokrasi sembarang.. :D
    saran *serius*: tulisanmu ki mung kurang data lis. iki model tulisan sing emosional jenenge, ora objektif. hehe

    ReplyDelete

Item Reviewed: Pemerintahan Sudah tak Suci Lagi Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan