Latest News
Selasa, 25 Maret 2014

Makalah Pembuatan Nata de Coco

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Nata de coco merupakan makanan hasil fermentasi air kelapa dengan bantuan mikroba Acetobacter xylinum,  yang berbentuk  padat, berwarna putih, transparan, berasa manis dan bertekstur kenyal. Seperti diketahui, Acetobacter xylinum ini menghasilkan enzim selulase. Nata de coco rasanya menyegarkan dan mengandung banyak serat sehingga baik untuk pencernaan. Nata de coco juga dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol
Nata berkalori rendah (kadar serat kasar 2,5%) memiliki kandungan air 98% dengan tekstur agak kenyal, padat, kokoh, putih, dan trasparan. Serat yang ada dalam nata jenis ini sangat dibutuhkan dalam proses fisiologis, bahkan dapat membantu para penderita diabetes mengatasi masalah dehidrasi.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa manfaat dan potensi pembuatan Nata de Coco bagi kehidupan kita?
2.      Apa peran dari bakteri Acetobacter Xylinum dalam pembuatan nata de coco?
3.      Bagaimana cara pembuatan nata de coco di desa Petanahan?

C.    Tujuan Penulisan
Penulisan proposal ini bertujuan untuk :
1.      Mengetahui manfaat dan potensi pembuatan Nata de Coco bagi kehidupan.
2.      Mengetahui peran bakteri Acetobacter Xylinum pada nata de coco.
3.      Untuk mengetahui cara pembuatan nata de coco  



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Manfaat dan Potensi pembuatan Nata de Coco
Nata de coco merupakan produk hasil proses fermentasi air kelapa dengan bantuan aktivitas Acetobacter xylinum. Nata berasal dari bahasa spanyol yang artinya terapung. Ini sesuai dengan sifatnya yaitu sejak diamati dari proses awal terbentuknya nata merupakan suatu lapisan tipis yang terapung pada permukaan yang semakin lama akan semakin tebal.
Semula industri nata de coco dimulai dari adanya industri rumah tangga yang menggunakan sari buah nenas sebagai bahan bakunya. Produk ini dikenal dengan nama nata de pina. Dikarenekan nenas sifatnya musiman, pilihan itu jatuh kepada buah kelapa yang berbuah sepanjang tahun dan dalam jumlah yang cukup besar serta ditemukan secara merata hampir di seluruh pelosok tanah air. Di skala industri, nata de coco sudah dikenal sejak diperkenalkannya pada tahun 1975. tetapi, sampai saat ini, industri nata de coco masih tergolong sedikit (di Indonesia). Padahal jika melihat prospeknya dimasa mendatang cukup enggiurkan. Akhir-akhir ini, Negara berkembang sedang melirik industri nata de coco.
Ada beberapa kelebihan atau daya tarik dari nata de coco yang menjadikannya sebagai sebuah industri yang cukup menjanjikan, diantaranya :
Pertama, nata de coco dikenal sebagai produk kaya serat. Kebutuhan masyarakat akan serat memang sesuatu hal mutlak, terutama masyarakat menengah ke atas. Sejalan dengan berkembangnya era globalisasi masyarakat mendatang mulai melirik masalah kesehatan. Kesehatan bahkan dijadikan kebutuhan utama dibandingkan dengan kebutuhan lainnya. Dan nata de coco sangat baik untuk kesehatan karena serat yang dikandungnya. Akhir-akhir ini, banyak masyarakat yang rela menghabiskan uangnya guna mengkonsumsi tambahan serat dalam bentuk suplemen. Nata de coco adalah produk alami. Kecendrungan masyarakat adalah lebih tertarik kepada produk alami dibandingkan produk sintetis.
Kedua, nata de coco kaya akan gizi. Satu hal yang merupakan ciri masyarakat masa depan adalah kecenderungannya mengkonsumsi makanan yang bergizi merupakan suatu kebutuhan. Dan lagi-lagi nata de coco menjawab harapan masyarakat, nata de coco kaya akan gizi. Di dalam nata de coco sendiri terkandung protein, lemak, gula, vitamin, asam amino, dan hormon pertumbuhan.
Ketiga, nata de coco mempunyai rasa yang lumayan enak. Di samping kaya akan gizi, nata de coco juga enak dikonsumsi. Jika dicampur dengan es teler, es krim atau fruit cocktail menjadikannya makanan yang mengundang selera.
Keempat, bahan pembuatan nata de coco mudah diperoleh dan tidak bersifat musiman. Nata de coco terbuat dari air kelapa. Dan kelapa sudah banyak dan hampir tersebar merata di seluruh pelosok tanah air. Kelapa juga berbuah sepanjang tahun dan tidak bersifat musiman.
Kelima, proses pengolahan dan peralatan industri nata de coco sederhana dan tidak memakan waktu yang lama. Pembuatan nata de coco tergolong cukup sederhana. Industri rumah tanggapun mampu memproduksinya. Waktu pembuatannya juga tergolong singkat, sekitar satu mingu sudah dapat dikonsumsi.
Keenam, industri nata de coco, merupakan industri yang ramah lingkungan.
Ketujuh, industri nata de coco belum begitu pesat perkembangannya. Peluang ini jika dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, bukan mustahil akan mendatangkan keuntungan yang besar.
Demikianlah beberapa kelebihan yang dimiliki nata de coco sebagai industri masa depan yang cukup menggiurkan.

B.     Peran Bakteri Acetobacter xylinum dalam Pembuatan Nata De Coco
Bibit nata adalah bakteri Acetobacter xylinum yang akan dapat membentuk serat nata jika ditumbuhkan dalam air kelapa yang sudah diperkaya dengan karbon dan nitrogen melalui proses yang terkontrol. Dalam kondisi demikian, bakteri tersebut akan menghasilkan enzim yang dapat menyusun zat gula(glukosa) menjadi ribuan rantai serat atau selulosa. Dari jutaan renik yang tumbuh pada air kelapa tersebut, akan dihasilkan jutaan lembar benang-benang selulosa yang akhirnya nampak padat berwarna putih hingga transparan, yang disebut sebagai nata.
Acetobacter Xylinum dapat tumbuh pada pH 3,5 – 7,5, namun akan tumbuh optimal bila pH nya 4,3, sedangkan suhu ideal bagi pertumbuhan bakteri Acetobacter Xylinum pada suhu 28°– 31 °C. Bakteri ini sangat memerlukan oksigen.
Asam asetat atau asam cuka digunakan untuk menurunkan pH atau meningkatkan keasaman air kelapa. Asam asetat yang baik adalah asam asetat glacial (99,8%). Asam asetat dengan konsentrasi rendah dapat digunakan, namun untuk mencapai tingkat keasaman yang diinginkan yaitu pH 4,5 – 5,5 dibutuhkan dalam jumlah banyak. Selain asam asetat, asam-asam organik dan anorganik lain bisa digunakan.

C.    Proses Pembuatan Nata De Coco
Dalam pembuatan nata de coco, dibutuhkan alat dan bahan yaitu :

          Alat dan Bahan

1.      Beker glasss ukuran 1 liter atau Panci

2.      Kompor atau pembakar bunsen

3.      pH indikator
4.      Gelas ukur
5.      Toples
6.      Kertas saring
7.      Ember
8.      Air kelapa
9.      Gula pasir 
10.  Asam cuka atau asam asetat glasia
11.  Bakteri Acetobacter xylinum
Langkah Kerja
1.      Didihkan air kelapa sebanyak 1 liter dalam beker glass atau panci diatas pembakar bunsen, tambahkan gula pasir sebanyak 75 gram setiap liter air kelapa. Matikan kompor, kemudian saringlah air kelapa tersebut dengan menggunakan kertas saring.
2.      Setelah dingin ukurlah pH-nya dengan menggunakan pH indikator, apabila pH-nya di atas 4 – 4,5 tambahkan asam cuka sampai pH-nya menjadi 4 – 4,5.
3.      Inokulasikan bakteri Acetobacter xylinum yang diperoleh dari biakan murni sebanyak 165 ml per liter air kelapa kemudian aduk secara merata.
4.      Air kelapa yang telah mengandung bibit masukan ke dalam toples, kemudian tutup dengan menggunakan kertas yang bersih dan simpan di tempat yang aman selama 15 hari.
5.      Setelah 15 akan terbentuk lapisan putih di permukaan air kelapa. Angkat lapisan itu dengan menggunakan garpu secara hati-hati.
6.      Buanglah lapisan atau selaput tipis yang melekat pada bagian bawah lapisan putih tadi, kemudian potong-potong lapisan putih yang diperoleh sesuai yang diinginkan, lalu cuci sampai bersih.
7.      Rendam hasil potongan tadi selama 2 -3 hari untuk menghilangkan asamnya, kemudian tiriskan. Setiap hari air rendaman harus diganti dengan yang baru. Bila setelah 3 hari masih terasa asam didihkan selama 10 menit.

Selama proses produksi kebersihan alat-alat dan bahan yang digunakan harus diperhatikan, karena sangat memengaruhi kualitas nata yang dihasilkan. Alat-alat dan bahan yang tidak bersih bahkan dapat menggagalkan proses pembuatan nata. Misalnya, nata tetap mencair dan tidak membentuk lembaran. dalam membuat nata de coco alat-alat yang digunakan dalam keadaan steril / bersih karena sangat berpengaruh pada keberhasilan jadi dan tidaknya nata de coco.Untuk rak penyimpanan nampan ditaruh di tempat yang hangat, tidak terkena angin langsung serta di tempat yang bersih.



DAFTAR PUSTAKA

Bambang Setiaji, Prof. Dr. 2010. Panduan Pembuatan Nata De Coco (materi Pelatihan pembuatan Nata de Coco).


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Makalah Pembuatan Nata de Coco Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan