Latest News
Monday, February 3, 2014

Ketika Tarian Spidol dan Tikus Hitam Beradu


syuro acara KWU


seribu coretan kata dan ratusan anak panah itu rasa rasanya lebih berharga daripada seberkas cahaya yang memantul ke dinding..  seribu coretan tadi menuntun kita untuk mengenal nilai dan makna keruntutan..



karena sekarang banyak orang yang berpikir praktis untuk mencapai suatu titik, tanpa mengetahui alurnya, dan titik sebelumnya sampai menuju ke titik yang kita inginkan.. karena tarian pena spidol tadi bisa bercerita banyak daripada bentuk yang menawan hasil dari goyangan tikus hitam..


 menjadi seorang guru adalah sebuah tantangan.. ya.. ketika semuanya sudah berubah.. masih ingatkah debu kapur yang berterbangan disetiap pagi? karena kita piket dan menghapusnya untuk belajar setelah duduk di kursi , tangan di meja dan berdoa.. potongan kapur sisa bapak ibu guru yang sempat tak habis, eh selesai pelajaran kita ambil, kemudian saat kita istirahat kita menggambarnya.. bukan di papan tulis lagi.. hey tapi di lapangan upacara, lalu kita bermain sudamanda di sana, begitu teman SD menyebutnya.. hap.. lompat kesana.. hup.. lompat ke sini.. hip.. sampai ke " bendo" yang kita lempar ke kotak yang kita inginkan.. itu kenangan manis kita kawan, masa masa kita ketika kapur tulis masih akrab dengan kita.. seringkali pak guru bingung, mau menggambar dengan kapur warna kok kapurnya pada hilang semua.. karena banyak anak didiknya yang suka menggambar dan menggoreskannya di papan tulis hingga habis ..


 menjadi seorang anak SD itu tak pernah kehilangan akal.. selalu ada saja yang bisa dilakukan ketika semua yang kita inginkan itu tak ada, selalu ada apa itu Ban serep, tak ada kapur tulis pun batu putih dan genteng merah mulai menghiasi halaman sekolah kami.. sebuah masa dimana kita selalu diajarkan bagaimana mengelola sebuah peluang yang semuanya ada disekitar kita, tinggal bagaimana menyikapinya..


namun sekarang yang tersaji adalah kotak ajaib yang menawarkan pancaran spektrum cahaya, bisa jadi itu memang bagus dan lebih menarik.. namun sepertinya itu malah meracuni, ketika kotak itu tak ada seperti tanpa daya.. banyak yang merasa ketika kotak ajaib itu tak hidup, mereka tak mampu bercerita, karena konon katanya semua yang dia miliki ada di dalam buku plastik 2,5 kg mereka.. kita harus yakin kita itu bisa bercerita, hanya bermodal kepala kita, satu buah spidol atau kapur dan lahan kosong.. karena kita bisa berbuat banyak hal, hanya sedikit bersandiwara dan mendalang.. kita ajak mereka untuk masuk ke wahana baru untuk mencari ilmu tanpa harus melihat buku, biarkan diri kita menjadi pemandu..


Capture7


 entah kenapa ketika mencatat, terasa lebih menyenangkan membuat tulisan yang dilingkari dengan penghubung panah ke sana kemari.. ( yang jelas ke sana kemari bukan mencari alamat ) .. menuliskan paragraf dan menguntai kalimat itu rasanya mungkin agak berat untuk namanya mencatat.. (namun entah mengapa untuk mengisi blog ini kadang terasa ringan sekali) .. memang untuk tingkat daya memori otak memiliki gaya menyimpan masing masing..


 sebuah kata yang berada di tengah yang dilingkari mampu bercerita banyak tentang dirinya.. karena dia akan menjelaskan siapa dirinya.. karena dia tak sendiri, punya pasangan, seringkali dengan banyak kawan.. sebuah bagan akan mengajak kita  mauntuk berpikir hirarki yang terarah.. ketika dia akan memberikan pancaran keilmuannya.. mengajarkan akan banyaknya yang mampu kita pelajari.. kreativitas dan berpikir tingkat tinggi akan mengiringi kita untuk membuatnya lebih bercabang dan bermakna..


 tarian pena yang melahirkan coretan, coretan akan memenuhi lahan yang sudah kita sediakan, karena dia ibarat bakteri, akan selalu membelah diri, satu jadi dua, dua jadi lima, lima jadi tiga.. berapa pun boleh dan sah sah saja.. agar lebih menarik bolehlah kita kasih warna.. hitam putih pun tak apa, dia tak akan kehilangan makna dan kedalaman ilmunya..berbeda dengan goyangan tikus hitam, dia akan terpaku dalam kata yang sudah di buat dari awal, hanya bisa dikembangkan dalam bicara, bukan dalam tulisan nya.. berbeda ketika pena menari, dia akan membuat coretan baru yang memperkaya dan mengabadikannya.. bisa jadi tikus hitam tadi membatasi kita untuk bisa menulis banyak, ada ide baru yang penting malah terlupa karena tidak dituliskan, harus merevisi pasti butuh waktu untuk buka tutup slide tadi ketika proses bercerita itu berlangsung.. jika terlalu banyak kata dan kalimat dalam slide akan membosankan, jika terlalu banyak gambar dan bagan tak akan kelihatan di dinding.. serba salah juga kan..



 walau pena kapur dan spidol membuat lahan putih ini penuh, dia akan terasa indah dan bermakna, mampu bercerita, karena panah tadi akan membawa kita bertualang, sambil bercerita dalam lisan dan beraksi dalam imajinasi..

tak percayakah kawan? dia akan mengajak pikiran dan logikamu dalam skenario yang indah, tanpa ada kalimat di dalamnya, hanya kata.. panah.. dan kata.. simple bukan? kata tadi akan mendongeng melalui lisanmu.. yuk kita buktikan..

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Ketika Tarian Spidol dan Tikus Hitam Beradu Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan