Latest News
Minggu, 29 Desember 2013

Hati dan Pikiran itu Seirama

Semua yang diprediksikan oleh hati ini sepertinya benar benar terjadi.. dan spekulasi yang diperhitungkan pikiran ini mendekati nyata.. memang selama ini memang belum pernah salah.. ketika kesalahan itu didefinisikan tidak benar benar mutlak.. jadi akurasi bisa dikatakan 90 % terjadi..

Luntur dan memudar.. itulah nyatanya.. pacuan ini sepertinya meleset dari titik awal yang akan dicapai… memang.. memacu orang lain sama sulitnya dengan memacu diri sendiri.. eh, mungkin malah lebih mudah.. dimanapun penggerakan SDM memang tidak ada yang mudah.. seperti kata seorang aktivis solo.. usahakanlah dalam menjustifikasi sesuatu tidak menggunakan kata negatif.. namun kata positif yang diberikan kontradiksi.. misalnya tidak mudah itu lebih baik dari pada sulit, karena tingkat optimisme lebih besar.. gimana? Bisa mencerna? Kalau belum silahkan rasakan dengan hati.. karena bahasa merupakan hasil karya jiwa..

Oke.. kembali ke konteks awal dimana sebuah hati dan pikiran merupakan satu kesatuan yang ridak dapat dipisahkan.. mayoritas insan di dunia ini tidak sadar bahwa pikiran logika ini selalu mendukung kata hati.. hanya mungkin tidak sadar saja.. coba ketika merasa was was terhadap suatu hal, mulailah analisislah dengan logika mu.. maka kekhawatiranmu akan terlihat secara ilmiah..

Untuk apa kita perlu paham akan hal itu? Penting ternyata, dalam melaksanakan segala sesuatu sadarilah kita perlu mengetahui apa yang ada disekitar kita, apa itu sebuah kelebihan, kelemahan, kesempatan, dan apa itu tantangan dari sebuah ancaman..

Dan tak hanya sekali dua kali analisis ini akan berguna.. namun akan bermanfaat selamanya.. karena akan memacu kita untuk berpikir.. bagaimana menyusun strategi yang lebih baik.. untuk mencapai jalan yang paling sesuai..

Lagi lagi soal SDM.. masalah krusial yang tak akan terpecahkan.. dan akan selalu menjadi tantangan.. hanya sebuah pergeseran saja.. bukan suatu langkah atau pola yang baru. Ketika kita harus melangkah, pemikiran harus selalu terbuka, ketika melihat masa lalu itu sebagai dasar acuan, maka itu adalah mindset yang salah.. namun masa lalu adalah latar belakang untuk berpikir.. sebagai landasan berpikir kenapa kita perlu memperbaharui..

Semua pembaharuan yang baik itu pasti memiliki dasar kerangka berpikir.. kenapa bisa menentukan hal seperti ini? Masa lalu merupakan sebuah refleksi, dan untuk menentukan perubahan didasarkan pada kemampuan inovasi dan kreativitas.. bagaimana bisa hal itu bisa muncul? Berpikir terbuka dan aktif mencari inspirasi.. bermuhasabah dan menyusun spekulasi yang ilmiah..

Perencanaan adalah suatu hal yang utama.. tanpanya kita hanya sekedar makan tanpa tujuan untuk mengenyangkan perut untuk bisa bergerak dan berkontribusi untuk kehidupan.. perencanaan itu tidak ada yang salah.. hanya kurang tepat.. kita harus sadar bahwa perencanaan itu merupakan hal yang komprehensif.. so, harus benar benar matang.. rencana itu harus luas.. namun harus ada tahapan yang harus dicapai.. ada titik fokus kerja dalam setiap jangka waktu tertentu.. kalau kita berpikir bahwa semua bisa berjalan beriringan, coba sadarilah bahwa hal itu tidak akan mungkin.. karena pada dasarnya kita akan berbenturan dengan waktu.. mulai menentukan titik prioritas dari setiap masa.. tidak mudah itu pasti.. yakinlah pasti bisa, tersenyumlah dan bersemangatlah.. mulailah untuk mengasah kepekaan, angan, analisis dan realistis..

Tiang perak, 05:11. 5:46
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Hati dan Pikiran itu Seirama Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan