Latest News
Sunday, November 24, 2013

Tipe dan Jenis Pengamen dalam Masyarakat

Tidak dapat dipungkiri, seringkali kia menjumpai pengamen jalanan dalam kehidupan sehari-hari. Kelompok masyarakat pengamen jalanan ini yang paling mudah kita temui dalam segala aktifitas yang kita lakukan di luar rumah. Di bus kota, tempat makan outdoor atau yang sering kita sebut angkringan, lampu merah, baik dalam waktu siang maupun malam hari.

Kelompok pengamen jalanan yang menjamur di masyarakat bermacam-macam; laki-laki, perempuan, maupun waria. Baik anak kecil, remaja, maupun dewasa. Entah dalm bentuk perorangan atau pun grup. Seolah tidak peduli dengan apa yang mereka lakukan dengan receh yang mereka terima, kita pun ikhlas-ikhlas saja memberikan kepingan logam 500 rupiah sampai seribu rupiah. Entah benar-benar digunakan untuk makan sehari-hari, atau hanya untuk beli rokok.

Oleh karena itu, di bawah ini akan kami identifikasi sedikit gambaran mengenai perilaku pengamen dalam mencari penghasilan.

  1. Pengamen anak-anak: Pengamen anak-anak biasanya hanya menyanyi seadanya dan langsung pergi beralih meminta kepada orang lain apabila ditolak oleh satu orang.

  2. Pengamen laki-laki remaja: Pengamen ini cenderung mudah marah dan tersinggung apalagi ketika orang yang dituju tidak memberikan receh. Kelompok ini sebagian kecil memaksa orang untuk memberi mereka receh seikhlasnya. Jika hal itu tidak dipenuhi, maka mereka akan melemparkan receh kepada orang yang tidak mau memberinya recehan.

  3. Pengamen laki-laki dewasa: Cenderung lebih bijaksana dan menerima apa yang didapat, mungkin juga kelompok ini mengamen hanya untuk sambilan, untuk kesenangan atau sekedar ingin mengamen.

  4. Pengamen perempuan: Pengamen perempuan biasanya tidak sendirian dalam ‘bekerja’, namun hampir selalu ada seseorang yang menemani. Seorang pengamen perempuan kadangkala juga mengamen dalam grup bersama laki-laki. Di situ iia biasanya bertindak sebagai vokalis guna menarik masa/pendengarnya lewat suaranya.

  5. Grup pengamen: Sekelompok orang yang mengamen dalam format band. Terdiri atas seorang vokalis, pemain gitar,  kentrung, drum (menggunakan pipa yang di atasnya diberi karet ban agar menimbulkan suara mirip drum). Dalam kelompok ini biasanya yang dinyanyikan adalah musik-musik dangdut, religi, dan pop.



  1. B.       Perilaku Pengamen dalam Mengharap Receh



Sudah dijelaskan sebelumnya, ada tipe pengamen remaja yang seringkali bersikap kurang sopan. Kasus seperti ini tentu dialami oleh hampir semua orang.



Misalkan: Seorang pengamen mulai menyanyi di hadapan kita, kemudian kita mengangkat tangan tanda penolakan karena ketiadaan uang receh atau uang dalam jumlah nominal kecil. Sikap penolakan itu pun kadang kita beri dengan senyuman (cara baik-baik), namun alhasil tidak jarang kita malah mendapat hinaan dari mereka. Pengamen malah melemparkan recehan kepada kita sambil mengumpat. Untuk menghindari hal tersebut, sebagian dari kita mungkin akan pura-pura terlelap (tidur) di dalam bus, namun tetap saja pengamen akan mencolek pundak untuk membangunkan ‘korbannya’.

Pengamen jalanan, tidak semuanya memang banyak yang memiliki perilaku kurang sopan padahal ia mengharap kebaikan dari penumpang bus; anak nongkrong dan lain sebagainya. Seharusnya, mereka melakukan hal yang baik pula jika ingin mendapat kebaikan yang sama.

Beberapa penyebab orang menolak memberi receh selain karena tidak memiliki uang receh untuk mereka, di antara kemungkinan lainnnya adalah:

  1. Pengamen tidak kompeten bernyanyi. Tidak harus memiliki suara semerdu Ariel NOAH, tetapi setidaknya mereka menyanyi dengan benar dan tidak asal-asalan mengeluarkan suara.

  2. Pengamen memegang dan menghisap rokok ketika mengamen. Hal ini menimbulkan persepsi, ada kemungkinan hasil yang ia dapatkan dari mengamen hanya akan digunakan untuk membeli rokok, dan yang lebih parah membeli minuman keras. Tidak jarang ada oknum pengamen seperti itu.

  3. Pengamen berpenampilan tidak baik. Rambut diwarnai dengan beragam warna, celana sobek-sobek, mengenakan anting padahal ia seorang laki-laki di mana hal tersebut tidak baik dan tidak enak juga dipandang mata. Dengan demikian, bagaimana mungkin orang menjadi simpati dan empati terhadap mereka apabila mereka menunjukkan sikap yang sebaliknya.

  4. Pengamen (laki-laki) mengajak wanita untuk diajak mengamen bersama (kelompok), kemudian ia menugasi wanita tersebut untuk menjadi vokalis, sehingga bisa menjadi pancingan untuk mendapatkan uang/hasil dari mengamennya.

oleh :

  1. Arintha Ayu W.                    C0209008

  2. Didik Pramono                      C0212022

  3. Nidaul Urwatul Wutsqa       C0212048

  4.  Nurma Juliyana                    C0212054

  5. Rendra Mochtar H.              C0212058
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Tipe dan Jenis Pengamen dalam Masyarakat Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan