Latest News
Sabtu, 24 Agustus 2013

BBM-an dengan Ust. Felix

Kabut tipis terlihat menutupi sebagian puncak Gunung Gandul, dingin. Usai membuka jendela kamar, aku perintahkan kaki untuk segera bergegas bersiap ini dan itu. Kali ini aku tidak boleh terlambat, tidak akan! Tepat pukul 05.45 WIB aku sudah bersiap di halte dekat Taman Selopadi, ah dari sini kampung  Salakku tercinta terlihat begitu indah. Selamanya ini akan jadi kota terbaik untukku, iya selamanya. Sekitar hampir lima belas menit menunggu, akhirnya Purwo Widodo datang juga. Dengan segenap rasa bahagia yang membuncah aku dibawa pergi oleh Purwo Widodo, menuju kota the spirit of java. Sepanjang perjalanan, batinku bahagia sekali. Pilek dan batuk seketika sirna begitu saja, bahagia selalu membuat sakit tak punya tenaga untuk menggerogoti tubuh. Kiss You-nya One Direction berjubel di kedua telingaku, aku suka putar lagu ini kalau sedang bahagia, ritmenya cepat dan membuat aku lebih meletup-letup bersemangat. Pukul 06.50  aku tiba di Nggemblekan, roda-roda Nusa kemudian berganti membawaku ke Universitas Nomor Satu (UNS). Semangatku makin menjadi, aku tak peduli kantuk menerjang dengan hebatnya, kali ini aku jauh lebih kuat dan tak tergoda sejengkalpun utuk tidur! Sama sekali! Di lampu merah menuju RS Moewardi ada pemandangan yang menamparku, terlihat seorang anak perempuan berseragam pramuka dan berperlengkapan rapi seperti anak sekolah pada umunya,ia sedang menjajakan koran di sepanjang jalan. Anak itu, barangkali tengah mengumpulkan uang sakunya sebelum berangkat sekolah, dan dia terlihat bahagia. Aku iri, malu! Tentulah semangatku kalah  jauh jika harus disandingkan dengan semangat anak itu, kadang aku yang tinggal berangkat ke kampus saja suka malas setengah mampus.


Beragam panorama jalanan menghiasi pagi ini, aku cukup menikmatinya. Aku lihat arloji yng melingkar di tangan kananku, ini benda wajib yang harus aku bawa kemana-mana karena aku selalu punya masalah besar dengan waktu. Kali ini, aku setengah jam lebih awal dari jadwal kedatangan yang aku prediksi, luar biasa. Sambil menunggu Nur aku ongkang-ongkang kaki di gerbang depan kampus, mataku selalu pedas tiap kali lihat pemandangan nan mencekam naluri ‘kenormalanku’. Sialll, kanan kiri semua berpasangan, para mahasiswa dan mahasiswi yang tengah overdosis cinta mungkin. Aku pasrah saja, sambil memilin-milin ujung jilbab, entah berpengaruh apa, tapi setidaknya aku punya kesibukan. Beberapa menit kemudian Nur datang bersama Si Matty –matic merahnya—. Kami lantas menuju Aula FKIP, di sana sudah banyak muslimah yang antre masuk. Anteran mengular sampai berkelok-kelok persis sesperti ular piton yang melilit mangsanya. Kami pasrah saja mengikuti alur antrean ini. Sambil mengantre seperti biasa kami berdua sharing banyak hal, tentang ini dan itu, pokokny banyak, yang jelas lebih banyak soal perasaan –biasa perempuan—.


Sekitar pukul 07.45 kami masuk ke TKP,lalu kami memilih duduk di bangku yang  tidak terlalu depan dan juga tidak terlalu belakang.  Sambil menunggu acara dimulai, aku dan Nur kembali meneruskan sharing yang sempat terpotong di antrean tadi. Ketika sedang asyik membincangkan Mas Darto dan Mas Danang dengan shikat miringnya, Nur tiba-tiba histeris. Aku langsung menoleh ke arah yang Nur tunjuk. Duh, rupanya Ust. Felix Y. Siauw aslinya jauh lebih bersinar. Iya, kami berdua sedang dalam acara ‘Bincang-Bincang Muslimah wits Felix Y. Siauw’. Ini acara berat, sponsornya saja sampai memenuhi setengah spanduk. Salut sama BPPI FE, kalian luar biasa. Satu yang menarik, biasanya pembicara itu datang ketika waktunya sudah mepet, tapi Ust. Felix datang bahkan hampir dua jam sebelum beliau naik panggung. Ini keren.


Anak-anak FT dengan tari samannya siap menggebrak panggung, sekitar pukul 09.00 mereka berhasil membuka acara dengan teriakan-teriakan melengking yang tidak terduga. Formasi tari yang cukup merepotkan, dan mereka mengeksekusinya dengan rapih. Tari saman rasa jawa.


Setelah dibacakan cvny, Ust. Felix akhirnya naik panggung juga. Kulitnya putih ya jelas karena beliau chinis, balutan kemeja batik dan celana kain hitam membuat aura gagahnya bertambah. Sederhana tapi berwibawa, ini tentang aura. Satu ruangan gempar, semua sibuk motret, dan saya cuma melongo. Alhamdulillah, hari ini bertemu satu lagi orang hebat yang menginspirasi, bersiap menyerap ilmu dengan semaksimal mungkin. Seperangkat note book dan bulpen sudah aku persiapkan, ini senjata paling penting untuk saat ini. Dengan cekatan Ust. Felix memulai menyampaikan materi, mataku nyaris jereng karena dengan ritme cepat bergantian menyimak Ust. Felix dan melihat note bookku. Luar biasa, Ust. Felix menyampaikan materi. Gaya bicaranya cepat tapi tidak grusa-grusu, tidak ada satu detikpun kesempatan buatku untuk mengantuk. Hal itu cukuplah untuk menandakan betapa menariknya acara ini.


Dan ini beberapa hal yang terukir berantakan tapi punya esensi yang mendalam di notebookku:



  • Wanita/perempuan adalah beban dan sekaligus potensi bagi Islam.

  • Saat ini dunia mengarah ke emosional feminin/wanita dan lebih personal. Seperti misalnya, dulu berita di TV lebih diminati tapi sekarang berita di media sosial seperti twitter lebih up to date. Atau dulu film-film di bioskop selalu menjadi rebutan, tapi sekarang lebih mudah download lewat youtube. Ya, dunia kini lenih mengarah pada hal-hal kecil, lebih kepo.

  • Kaum Yahudi saat ini sedang mengarah untuk merusak kamu perempuan. Karena merusak perempuan berarti juga merusak suami dan anak-anaknya.

  • Kaum yahudi merusak perempuan melalui 3 F: Food, Fun, Fashion.

  • Banyak orang-orang hebat dibesarkan tanpa bapak, tapi tanpa ibu saya belum lihat. Ibu-ibu yang hebat akan melahirkan anak-anak yang hebat.

  • Kenapa judulnya #UdahPutusinAja! ?  bukan #UdahNikahinAja! ?, karena orang pacaran pasti nggak siap nikah.

  • Cintaà Remaja: segalanya bergelora, segalanya yang tidak mungkin menjadi mungkin.

  • Cinta itu buta, cinta itu tidak mengenal apa-apa.

  • Orang yang sedang jatuh cinta itu lebih berbahaya dari teroris, karena kadang mereka sama sekali tidak berpikir.

  • Remaja: dia bukan anak-anak tapi juga belum dewasa, dia bukan orang tua tapi juga bukan monyet.

  • Kenapa SMA masa yang paling indah? Karena ada interaksi. Misalnya modus “pinjam buku”.

  • Banyak orang mengatasnamakan cinta padahal mereka tidak mencintai.

  • Pacaran adalah putus yang tertunda. Karena 100% putus diawali dengan pacaran.

  • Cinta adalah kursus puisi gratis!

  • Kalau love terbalas, happy all the day. Kalau love ditolak, dunia seakan runtuh.

  • Orang jatuh cinta, jangankan lihat orangnya, lihat sandalnyasaja sudah deg-degan.

  • Tanpa cinta manusia seperti zombie, tanpa cinta manusia bukan manusia: cinta pada keluarga, cinta kepada Allah.

  • Suka itu tidak dosa, yang dosa adalah ketika Anda melampiaskan suka tidak sesuai dengan aturan Allah.

  • Orang yahudi sekarang tidak lagi ingin memurtadkan para muslim. Orang yahudi membiarkan seorang muslim dengan Islamnya tapi isi otaknya murtad.

  • Ustadz, saya pacaran nggak ngapa-ngapain. | Kalau nggak ngapa-ngapain kenapa pacaran?

  • Laki-laki yang takut merusak wanita karena Allah pasti malas untuk pacaran.

  • Yang menjamin langgengnya hubungan itu kedekatan kita pada ‘dia’ itu karena Allah atau bukan?

  • Cewek secantik/setidak cantik apapun, dia pasti bisa dikendalikan. Fitrah wanita senang digombli, dan laki-laki gemar nggombali.

  • Laki-laki tahu kapan harus menarik-ulur perasaan perempuan.

  • Perempuan dinilai dari masa lalu, laki-laki dinilai dari masa depan.

  • Ada banyak hal yang harus Anda coba, tapi ada beberapa hal yang sama sekali nggak boleh Anda coba: minuman keras dan seks bebas.

  • Orang yang pacaran biasanya kurang kasih sayang dari keluarganya.

  • Ada orang yang siap maksiat tapi tidak siap sakit.

  • Ketika istri saya bertanya “Kenapa kamu ingin menikahi saya, kamu kan tidak tahu apa-apa tentang saya.” Saya menjawab “Saya memang tidak tahu apa-apa tentang kamu. Tapi saya tahu pasti bahwa kamu taat pada Allah. Dan itu cukup meyakinkan saya untuk menikahimu.”

  • Anda mau jadi pisang goreng atau lapis legit? Kalau pisang goreng, bahannya murah dan di jual di pinggir jalan. Para pembeli menyukai pisang goreng yang masih panas, bagaimana cara memilihnya? Ya, dengan dipegang-pegang! Semua orang bebas memilih, boleh dipegang-pegang. Kalau lapis legit, bahannya tidak murah, membuatnya juga tidak mudah. Mengaduknya saja butuh waktu satu setengah jam. Belum lagi mengovennya harus sabar, satu lapis kemudian lapis berikutnya lagi. Nanti kalau sudah matang di taruh di kotak dilapisi kertas roti dan dimasukkan dalam kardus kemudian di pajang di toko roti. Para pembeli tinggal ambil yang mana saja, kualitsanya sama, bersih. Mau jadi muslimah seperti pisang goreng atau seperti lapis legit?

  • Mau pacaran, maui kakak-adik, engkong-engkongan, sama saja! Modus!!

  • Kebutuhan manusia itu terbatas, yang nggak terbatas itu keinginannya. Keinginan itu jika tidak dipenuhi tidak akan membuat mati tapi akan menyebabkan galau. Keinginan itu berkaitan dengan 3 naluri: mempertahankan eksistensi, mencintai sati spesies, dan beribadah terhadap sesuatu. Bagaimana agar tidak galau? Jangan bangkitkan naluri atau pemicunya.

  • Hati-hati dengan komunikasi, 23 kali Anda mendengar sesuatu entah baik atau buruk pasti akan masuk ke kepala.

  • “Terserah” adalah jawaban menyakitkan bagi lelaki.

  • "Anak saya perempuan, usianya 5 tahun. Setiap saya mengantarnya sekolah sejak playgroup saya selalu berpesan agar dia tidak bermain dengan anak laki-laki. Ini bukan soal berlebihan, ini soal habbit. Pernah pada suatu ketika guru anak saya mengapload foto di FB, ketika itu anak laki-laki dan perempuan digabung, dibentuk melingkar begitu. Saya melihat anak saya dipasangkan dengan seorang anak laki-laki, saya kemudian menelpon guru anak saya "Maaf ibu, kami mendidik anak kami bukan untuk seperti itu.". Kemudian saya minta anak saya untuk melihat foto itu, saya hanya memintanya melihat dan dia menangis. Kemarin dia juga dibuat nangis oleh umminya karena disuruh bersalaman dengan seorang lak-laki dan ia menolak. Sekali lagi saya berbuat seperti itu bukan karena berlebihan tapi menanamkan habbit, saya yang paling mengerti anak saya, saya sangat menyayanginya. Saya juga bilang dengan anak saya, kalau ada anak laki-laki yang mengganggunya saya menyuruhnya lapor ke guru kalau anak itu tetap mengganggu saya suruh anak saya bilang ke saya, "Biar Abi bakar rumahnya" :D . Saya selalu meluangkan waktu berdua dengan anak saya, tanpa mengajak ummi dan adik-adinya, ini urusan Ayah dan anak perempuannya. Saya selalu berusaha menjadi sosok ayah yang baik, biar kelak ketika anak saya dilamar dia memiliki ukuran laki-laki yang baik untuk mendampinginya."

  • Jangan banyak berkata untuk sesuatu yang kita belum siap. Jangan memulai sesuatu yang kita tidak bisa mengakhirinya.


Tak terasa hampir dua jam Ust.Felix menyampaikan materi dan menjawab empat pertanyaaan dari penanya. Tapi aku masih ingin teriak “Ust. Felix, kurangggggggggggggggggggggggg!!!!!”  . Rasanya tidak shanggup kalau acara ini berakhir, masih ingin dapet ilmu lagi. Tapi kata The Dendes, “Semua itu harus berawal dari niat. Kalau nggak shanggup, shanggupin! Kalau sudah shanggup, sundul sayang, kecup manja, iris tipiiiiis, potong manis, SHIKAT MIRING!” :D  Silahkan coba mantra itu, dipercaya dapat menurunkan kalori di tubuh Anda. Tepat jam 11.00 Ust. Felix menyudahi sharing yang menarik lagi menohok ini. Aku sangat sangat terkagum-kagum dengan Ust. Felik. Beliau itu paket lengkapnya keren. Keren cara menyampiakan materinya, keren cara menempatkan guyonannya, keren cara berpikirnya, keren ketika nyeritain mendidik anak-anaknya, kereeeen semuanyaaa, dan tentunya keren mukanya. Pukul 11.45 WIB aku dan Nur melangkahkan kaki meninggalkan gedung aula FKIP, lengkap dengan luapan ilmu yang berhasil kami serap.


Begitulah  BBM-anku dengan Ust. Felix Siauw. Semua pengorbanan tadi pagi dari kampung Wonogiri sama sekali tidak membekaskan sesal, semua lunas tuntas dibayar dengan ilmu yang setimpal! Semoga kamu kamu yang baca ini bisa mendapatkan ilmunya juga, trus sama-sama kita teriakkan UDAH PUTUSIN AJAAAA! :D


Saya, Prasetyani Estuning Asri, selamat sore....
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: BBM-an dengan Ust. Felix Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan