Latest News
Sabtu, 13 Juli 2013

Sebuah novel cinta, Remember when

Sudah sekian lama mungkin, rasanya kerinduan akan membaca novel ini  terobati, ya.. mumpung liburan, sehingga masih mampu meluangkan waktu untuk menyelam dalam untaian kata karya fiksi ini.. alhamdulillah membaca novel yang dibeli sendiri.. b

iasanya sih cari pinjaman, atau cari e-book gratisan.. hehe





Novel yang sempat dibeli saaat backpakeran ke kota modenya indonesia.. ya.. bandung..

Di depan maskam ITB, masjid salman.. hati ini tergerak untuk mampir ke sebuah lapak buku diantara bertebarannya lapak

makanan.. sebuah lapak yang berisi berbagai macam buku, baik kuliah, komik dan berbagai buku lainnya.. entah kenapa saat itu tergerak untuk mengambil sebuah novel bercover coklat muda dan coklat tua, ada gambar kursi kayu, memang paduan yang cakep untuk sebuah cover.. gagasmedia, sebuah penerbit yang sudah beberapa ku kenal beberapa tahun ini, menerbitkan buku buku hangat yang inspiratif, termasuk buku ini.. walau bertema remaja, cinta dan pacaran, namun buku ini juga sarat inspirasi.. namun dengan syarat mampu melihat dari sudut pandang yang berbeda, dan tidak menelan mentah- mentah tatanan cerita yang ada di dalamnya..

Novel ini menyajikan warna yang berbeda menurut saya, karena baru kali ini menemukan gaya yang baru dalam menulis. Biasanya sih dibuat kayak episode sinetron.. atau sistem tanggal kayak diary, kalau ini sih seperti kumpulan curhatan tokoh yang ada di dalamnya, dan juga terdapat pembagian scene seperti novel pada umumnya..

Diawal novel ini sebuah cerita yang cukup menyedihkan, dua tokoh yang kehilangan ibunya, mengalami frustasi dan cukup merubah kehidupannya, perasaannya maupun kisah cintanya..

Ya.. beruntung kita yang masih bisa bertemu dengan ibu kita, melihat pancaran matanya yang cerah, masih bisa merasakan hangatnya pelukannya.. hmm.. apalagi masih bisa merasakan nikmatnya masakannya..

Sore ini alhamdulillah.. bisa menikmati berkumpul dengan keluarga.. bisa menikmati tempe goreng, tahu goreng, sayur bayam masakan ibu.. nikmatnya tiada tara.. baru ramadhan keempat bisa merasakannya di tahun ini.. sayang ayah tidak berada di sini membersamai..
Keluarga memanglah obat.. melepas kepenatan.. memberikan senyuman kebahagian.. memberikan nuansa indah.. beruntunglah yang masih bisa merasakan rindu.. pupuklah.. karena dengan itulah kita bisa bersyukur akan nikmatnya kesempatan..
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Sebuah novel cinta, Remember when Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan