Latest News
Rabu, 05 Juni 2013

Pembelajaran kooperatif dan kolaboratif

    “Kolaboratif”  adalah suatu folosofi interaksi dan gaya hidup personal di mana individual bertanggungjawab terhadap tindakan mereka, meliputi belajar dan respek kemampuan dan kontribusi rekan-rakan mereka

Panitz (1987) mendefinisikan belajar yang kolaboratif sebagai falsafah tentang tanggung jawab pribadi dan sikap menghormati sesama. Para pelajar bertanggung jawab atas belajar mereka sendiri dan berusaha menemukan informasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dihadapkan pada mereka. Disini, guru bertindak sebagai fasilitator, yang memberikan dukungan tetapi tidak menyetir kelompok ke arah hasil yang sudah disiapkan sebelumnya. Bentuk-bentuk peer-assessment (asesmen/penilaian oleh sesama murid) digunakan untuk melihat hasil prosesnya.

kolaborasi lebih menekankan pada inisiatif sebagai bentukan sendiri bukan suatu hasil rekayasa orang lain untuk bekerjasama. Dalam konteks pembelajaran Robert et. al mengatakan,  pembelajaran kolaboratif adalah pembelajaran yang asaskan koperatif. Sehingga untuk mewujudkan pembelajaran kolaboratif diawali dengan membiasakan siswa dengan pembelajaran kooperatif.  Pembelajaran kooferatif yang didissain oleh guru, akan menjadi awal perubahan di kelas.  Jika siswa terbiasa bekerjasama, saling tergantung satu dengan yang lain untuk memperoleh pengetahuan, maka siswa akan berkembang menjadi siswa-siswa kolaboratif.

Oleh karena itulah, Schrage (1990) menyatakan  pembelajaran kolaboratifmelebihi aktivitas bekerjasama (kooperatif) kerana ia melibatkan kerjasama hasil penemuan dan hasil yang didapatkan daripada sekedar pembelajaran baru. Menurut Jonassen (1996), seperti halnya pembelajaran kooperatif, pembelajaran kolaboratif juga dapat membantu siswa membina pengetahuan yang lebih bermakna jika dibandingkan dengan pembelajaran secara individu. Selain itu, dengan menjalankan aktivitas dan projek pembelajaran secara kolaboratif secara tidak langsung  kemahiran-kemahiran seperti bagaimana berkomunikasi akan dipelajari oleh pelajar.
“Kooperatif”  adalah suatu struktur interaksi yang didesain untuk memfasilitasi pencapaian/prestasi dari suatu produk akhir khusus atau tujuan melalui orang yang bekerja bersama-sama dalam kelompok.

Kolaboratif dapat dilaku di dalam kumpulan yang besar maupun kumpulan yang terdiri dari empat atau lima orang pelajar. Sedangkan pembelajaran koperatif hanya kelompok kecil pelajar yang bekerja dan memahami secara bersama.  Jadi pembelajaran koperatif adalah satu  bentuk kolaboratif, yaitu kelompok besar belajar bersama untuk mencapai hasil  yang disepakati bersama (Johnson & Johnson, 1989).  belajar kooperatif (cooperative learning) adalah konsep yang lebih luas, yang meliputi semua jenis kerja kelompok, termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimping oleh guru atau diarahkan oleh guru. Secara umum, belajar kooperatif dianggap lebih diarahkan oleh guru, dimana guru menetapkan tugas dan pertanyaannya serta menyediakan bahan-bahan dan informasi yang dirancang untuk membantu murid dalam menyelesaikan permasalahan yang dimaksud. Guru biasanya menetapkan bentuk ujian tertentu pada akhir tugas.

































AspekKooperatifKolaboratif
SiswaSiswa menerima latihan dalam kemampuan bekerjasama dan sosial.Siswa sudah memiliki kemampuan bekerjasama dan sosial. Siswa  membangun kemampuannya itu untuk mencapai tujuan pembelajaran.
AktivitasAktivitas distrukturkan, setiap pelajar memainkan peranan spesifik.Siswa berunding dan mengorganisasikan sendiri.
GuruGuru memantau, mendengar dan campur tangan dalam kegiatan kelompok jika perlu.Aktivitas kelompok tidak dipantau oleh guru.  Jika timbul persoalan, siswa memecahkan sendiri dalam kelompoknya. Guru hanya membimbing siswa ke arah penyelesaian persoalan.
OutputAda hasil kerja kelompok yang akan dinilai guru.Draf kerja untuk disimpan siswa untuk  kerja lanjutan.
PenilaianSiswa menilai prestasi individu dan kelompok dengan dibimbing oleh guru.Siswa menilai prestasi individu dan kelompok tanpa dibimbing oleh guru.

 

Nah, perbedaan antara kedua pendekatan (approach) ini timbul adanya fakta bahwa keduanya dikembangkan untuk pelajar-pelajar yang berbeda. Gaya kolaboratif dikembangkan untuk murid-murid yang lebih tua dengan penguasaan subyek yang lebih luas dan didasarkan pada falsafah dan pandangan tentang pengajaran efektif yang agak berbeda (Bruffee, 1995).

Sumber :

http://winastwangora.com/2010/11/25/belajar-secara-kooperatif-atau-kolaboratif/

http://yherlanti.wordpress.com/2011/09/18/pembelajaran-kolaboratif/

Panitz, T. (1987) Collaborative Versus Cooperative Learning: Comparing the Two Definition Helps Understand the Nature of Interactive Learning. Cooperative Learning and College Teaching 8(2).

Bruffee, K. (1995) Sharing our Toys – Cooperative learning versus collaborative learning. Change, 27(3), 12-18.

Millis, B. dan Cottel, P. (1998) Cooperative Learning for Higher Education Faculty. Phoenix: American Council of Education. Series on Higher Education. Oryx Press.

Rockwood, R. (1995) National Teaching and Learning Forum. Vol. 4#6.

 
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Pembelajaran kooperatif dan kolaboratif Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan