Latest News
Minggu, 26 Mei 2013

Ukhuwah, Ujian Hidup, dan Kesetiaan

Hari ini.. entah kenapa rasanya ingin langsung kembali ke kota berseri ini.. padahal sih untuk lebih bersantai di rumah pun masih bisa.. untuk menikmati nikmati masakan ibu yang kurindukan.. namun setelah mengambil sepirring nasi beserta ikan pindang dan sayur asem dan melahapnya langkah  ini pun bergegas mempersiapkan diri ke motor tercinta AD 2131 HG yang sudah beberapa tahun menemani perjalanan hidup ini..
Kembali menapaki

Roda pun berputar.. ya.. batik IRC itu pun mulai menjilat aspal.. menapaki jalan ini.. ada beberapa jalan yang baru di aspal goreng ternyata.. di depan RSU muhammadiyah itu pun menjadi jalan yang layak itu memacu gas ini.. berbeda dengan beberapa bulan yang lalu ketika saya berangkat dari tanah tercinta..

Selepas jalan itu kembali ke jalur utama “kenapa jalan sukoharjo ini belum diperbaiki juga (wilayah Nguter) padahal sudah beberapa kali roda ini terperosok ke lubang” ya Cuma bisa menggumam saja..

Namun berbeda pemandangan setelah mendekat terminal.. di beberapa titik terlihat BEGo (entah apa namanya itu) yang jelas untuk menggaruk tanah daan sudah ada beberapa galian di sana.. ternyata menjelang idul fitri ini mau ada perluasan jalan..
Masjid ukhuwah

Masjid agung sukoharjo, ya begitu lah saya memanggilnya.. menjadi tempat transit favorit ketika menapaki jalan wonogiri – solo ini. Entah pulang maupun berangkat.. begitulah ketika hari ini di siang bolong untuk menunaikan ibadah sholat dhuhur..

Di masjid ini pula secara tak sengaja bertemu saudara lama.. ya bicara kesana kemari terkait aktivitas di kampus.. saking asik nya pun diperingatkan takmir “mas, kalau cerita di luar saja ya.. ni masih ada yang sholat” kata beliau “nggih pak pak, suwun” kami pun bergegas keluar untuk melanjutkan perbincangan kami.
Terus melangkah

Selang beberapa menit kami melanjutkan perbincangan, kami pun disalami oleh seorang bapak.. lalu beliau pun ikut ngobrol dengan kami “ mas, tahu kick andy mboten? Ini saya mau meminta kaki palsu” seraya kami lebih melihat bapak itu, ya.. terlihat jelas beliau tak memiliki kaki yang lengkap.. ekstremitas (kaki ) kiri beliau tak ada hanya sebatas lutut aja.. ternyata bapak itu mendapat info dari orang yang ditemuinya, bahwa untuk mendapatkan kaki palsu itu bisa lewat kick andy dan orang itu menyarankan untuk meminta tolong ke mahasiswa.. bapak itu pun menghampiri kami karena ada label KAMPUS di jaket kami.. ya terkadang perlu disadari label itu memang perlu dan berguna.. bapak itu ternyata berasal dari juwiring, klaten.. beliau ingin ke gawok untuk mendatangi kerabatnya.. dan selama ini pun bapak itu terus melangkah dengan satu kaki dan kregnya.. dari satu titik ke titik yang lain.. yang sabar ya pak...
Demi belahan jiwa

Sebenarnya bapak itu terpaksa kehilangan kaki nya karena suatu kecelakaan, yaitu gergaji kayu yang menghantam betisnya.. sehingga memberikan suatu luka yang cukup parah.. karena memang butuh biaya besar, sehingga beliau agak kesulitan untuk mengobatinya.. profesi beliau memang tukang gergaji kayu.. dengan pekerjaaan ya berat itu (menurut saya) demi membiayai keluarga, membuat rumah membeli tv serta membesarkan anak ( walau anaknya tidak bisa membersamainya sampai detik ini karena kekurangan biaya) ya dengan penghasilan itupun dirasa memang sulit untuk membiayai rumah sakit dengan pelayanan prima.. sehingga diobati sebisanya.. namun takdir itupun berkata lain, luka tak kunjung sembuh, luka yang kecil itu pun membusuk, mulai merembet kebagian yang lain..
Pengorbanan

Untuk mengobati sakitnya bapak itu pun mulai menjual apa yang dimilikinya, sedikit demi sedikit.. tanah.. rumah.. almari.. meja.. karena sudah sampai beberapa kali beliau mengobatinya diberbagai rumah sakit.. RS Dr. Moewardi, namun setelah di rawat 5 hari disana belum mendapat kepastian dari dokter.. kemudian beliau beralih ke ortopedi.. namun gagal, karena di sana penuh.. sampai dititik yang terakhir beliau berjuang masuk di RS AURI.. alhasil mendapatkan penanganan, namun harus menerima kenyataan bagian lutut ke bawah dari kaki kirinya harus tak membersamainya lagi.. lagi.. lagi.. terlambat.. karena luka itu telah menggerogotinya terlalu lama dan kurangnya perawatan dan biaya untuk menanggulanginya..
Kesetiaan dan Cinta

Di saat beliau sakit seperti itu beliau juga mendapatkan cobaan yang berat.. kehilangan tulang rusuknya.. istrinya bercerai dengan beliau.. memang kata beliau memang ada masalah cek cok rumah tangga.. sebenarnya beliau tak ingin berpisah, namu apa daya takdir berkata lain.. istrinya pun meninggalkannya.. dalam keadaan yang tak berdaya.. padahal selayaknya membutuhkan perawatan.. penguatan serta belaian kasih sayang dari seorang istri..
Sebatang kara

Tak ada kerabat disini.. selama ini alhamdulillah masih ada pak RT yang membantu beliau dalam biaya perawatan, maupun dalam menghidupi kehidupan sehari- hari..istri meninggalkannya.. anak pun tak ada.. ya namun masih ada saudara.. walau jauh nun di sana.. di banjarmasin, Borneo.. be
Nikmat kita

Apa yang kita dapatkan saat ini sudah selayaknya harus kita syukuri.. masih punya Ayah, ibu, adik, kakak, teman teman, serta orang yang menyayangi kita.. masih bisa melihat senyuman manisnya.. masih bisa mendengar kerenyahan tawanya..
organ kita masih lengkap.. masih mampu menapaki dunia ini.. masih bisa menghirup segarnya oksigen.. merasakan sejuknya tetesan embun.. masih mampu melihat yang indah di sana.. warni warni dunia..

 

“ Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahmaan : 13)


 

 Telaga - Lorong redup, 26 Mei 2013

 

@WawanListyawan
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Ukhuwah, Ujian Hidup, dan Kesetiaan Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan