Latest News
Tuesday, December 4, 2012

perencanaan dan kesuksesan

Merasakan kegagalan itu memang menyakitkan. Namun dengan kegagalan itu kita dapat belajar dari kesalahan kita supaya kedepannya lebih baik dari pada sebelumnya. Seringkali orang jika gagal itu frustasi, berhenti dari langkah yang sudah dia tetapkan. Bersikap dan bertingkah “ ya sudahlah” itu merupakan perwujudan pribadi yang pesimis. Namun jika kita ada seseorang yang berjiwa optimism aka akan bertingkah dan bersikap “ coba lagi, I can do IT”. Dengan keyakinan (azzam) yang bersemayam dihatinya, semangat yang membara dan menyelubungi jiwanya, dan senyuman yang mengembang di bibirnya, maka dia akan selalu bergerak dan aktif melakukan perubahan dan menuliskan takdir hidupnya, serta memilih persimpangan baru yang akan dia tempuh menuju masa depan. 
Kehidupan itu layaknya ranting, dimana dia akan selalu bercabang, entah dikotom atau lebih dan ujungnya tidak akan kembali ke pangkalnya. Semakin jauh ranting itu dari pangkalnya maka akan smakin kecil dan rapuh, namun komponen jaringannya masih terus muda. Dan hasil dari ranting itu akan menumbuhkan daun, bunga, buah yang dapat kita nikmati. Seperti hidup kita yang selalu dihadapkan berbagai  macam pilihan, sehingga itu membuat kita “galau dan Risau” persimpangan mana yang akan kita pilih, sesuaikah dengan diri kita? Timbul penyesalan atau tidak? Semakin kita menjalani hidup yang semakin lama maka semakin berat (orang bilang) maka diri ini akan senantiasa terus diuji apakah akan patah ditengah jalan atau tidak, jiwa kita akan semakin besar atau tidak dalam menjalani hidup ini. Namun kita harus selalu percaya bahwa Allah selalu mengupgrade kita supaya tetap “hijau” dalam hal semangat dan kemampuan. So laa tahzan, innalallaha ma’anna. Dan pada akhirnya kita akan mencapai suatu titik keberhasilan dan kesuksesan, kita bisa menikmati indahnya akhir kehidupan yang menyejukan dan bisa kita nikmati kerindangannya, menikmati indahnya keberhasilan yang berwarna warni dan beranekaragam layaknya warna bunga. Manisnya buah atas usaha kita yang kita perjuangkan serta memanfaatkanya untuk berbagai hal.
Nah untuk bisa menuju akhir yang baik maka kita harus mempunyai dasar yang kuat untuk menempuh ranting itu, supaya tak akan rapuh dan perjalanan kita lancar serta meminimalisir kendala yang menghadang.

teratur dalam setiap urusan

Dalam menjalani kehidupan selayaknya kita harus mempersiapkanya. Langkah awal kita mulai dengan perencanaan, dengan itu maka urusan yang akan kita tempuh bisa tertata dengan baik, dimana aka nada tahap yang terperinci, sehingga mampu menekan kekhilafan yang akan terjadi, serta jika tidak terencana kita bisa terlalu santai atau terburu- buru sehingga hasilnya bisa kurang maksimal. Dengan adanya perencanaan yang jelas maka kita bisa stabil dalam melakukan suatu aktivitas. Di harapkan juga ada mekanisme yang jelas (SOP), matrikulasi dan rundown yang terperinci.

berpikir yang intelek

 Menentukan suatu perencanaan kita kita tidak boleh asal. Plus minus yang mungkin muncul juga perlu dipertimbangkan. Berpikir pendek itu meupakan tindakan yang bodoh, sudah selayaknya kita berpikir jangka panjang, karena perencanaan yang baik tidak hanya mencakup beberaja jam kemudian, tapi masa depan yang mencakup hari, minggu, bulan, tahun. Kritis boleh namun jug harus solutif. Perlu juga kita berspekulasi yang detil, namun kadarnya sebaiknya sedang saja. Jika berlebihan maka akan mempengaruhi produktivitas kita. Selain itu dikaitkan dengan nilai yang berlaku di masyarakat. Baik norma agama, hukum, kesusilaan dan kesopanan.

pandai menjaga waktu

Waktu itu layaknya pedang, dimana dia bermata dua. Dan jika kita salah memakainya maka dia bisa menikam diri kita. Bagi seorang pelajar maka Waktu adalah ilmu, namun bagi seorang planner waktu adalah sebuah langkah atau jalan yang akan ditempuh. Dengan adanya waktu maka apa yang kita rencanakan bisa berjalan. So untuk itu kita harus bisa mengatur waktu kita. Ada sebuah nasehat, jika kita punya waktu dan kita tidak menggunakan untuk hal kebaikan, pastinya waktu yang kita miliki digunakan untuk hal yang berbau kemadhorotan. Dan jika termasuk orang yang rugi jika tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Dalam menjalankan urusan kita harus bisa ontime, dan sesuai timeline yang kita tepakan. Dan susunan deadline harus kita capai harus jelas. Supaya tujuan dan targetan kita bisa terpenuhi.

Mandiri

 Kita harus mandiri juga, demi mencapai tujuan. Dan kemandirian akan selalu dikuti dengan kedewasaan. Jangan sampai kita mudah tergantung pada orang lain. So yakinlah pada dirimu sendiri. Kita pasti bisa !! dan dengan kemandirian ini kita dilatih untuk konsistensi dan berkomitmen pada tekad dan cita- cita. Kalaupun berat, percayalah badai pasti berlalu.

jasmani yang kuat

"Allah lebih menyukai umat yang kuat daripada umat yang lemah". Dengan fisik yang kuat maka kita akan lebih mudah mencapai apa yang kita inginkan. Misalkan sakit, apa yang dapat kita lakukan? Pergerakan kita akan terbatas

bermanfaat bagi orang lain

sia sia jika kita hidup hanya untuk diri sendiri, itu namanya egois. Rasulullah saw bersabda yang artinya: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. So saatnya hidup kita manfaatkan. Kita mulai dari berbagi, menginspirasi bagi orang lain. Bahwa menginspirasi itu bisa menjadi pacuan semangat bagi orang lain untuk berbenah.

semoga bermanfaat
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: perencanaan dan kesuksesan Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan