Latest News
Monday, October 22, 2012

mahasiswa dan perubahan

Mahasiswa dikenal sebagai sesosok yang sangat hebat. Karena dia dianggap agent of change dari sebuah perubahan dalam segala hal, baik dari aspek kehidupan duniawi maupun akherat. Sesosok pemuda diharapkan mampu untuk membangun peradapan yang lebih baik dan lebih maju, oleh karena itu kita diarahkan untuk selalu belajar, entah belajar apa ya?

kalau kata presiden sukarno :

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)
“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)
“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno)

Kalau sebagai mahasiswa kita diharapkan mampu menguasai berbagai skill di dalam kehidupan ini dan berbagai bidang keilmuan yang menunjang kemajuan kehidupan. Coba kita lirik di kampus kampus di Indonesia ( bisa juga mengambil salah satu univ di solo), bahwa rata- rata mahasiswa hanya menuntut ilmu yang menjadi bekal untuk dia dalam mencapai sebuah profesi. Terus apa yang sewajarnya yang harus dilakukan oleh seorang mahasiswa dalam menempuh pendidikan di kampus?

Mahasiswa merupakan zona antara, antara apa ya?

Zona antara didalam konteks ini ada mahasiswa adalah salah satu tahapan dalam menuju jenjang masa depan, dari jaman kita masih remaja yang di identikan dengan cinta monyet atau usia17 ( putih abu abu) menuju fase dewasa yang didentikan dengan bekerja dan menikah (putih hitam)
Kalau dalam fase metamorphosa kehidupan yang saya buat yaitu sebagai berikut :
Balita ---> anak – anak ----> remaja -----> alay -------> pemuda -------> galau -------> dewasa --------> lansia
Dan pemuda dalam fase ini diidentikan dengan masa menjadi mahasiswa.  Mahasiswa disini bermuara pada fase dewasa dimana dia akan mengalami kehidupan sebenarnya, yaitu kemandirian dan keuletan dalam menerjang karang kehidupan. Karena pada masa ini dia akan membentuk arah hidupnya dan bagaimana ia berkembang. Karena pada masa dewasa dia akan dilepas oleh orangtuanya. Nah untuk itu apa sih yang harus kita dapatkan dan lakukan sebelum memasukin masa itu?

 Yang pertama, galau

Jangan identikan galau dengan urusan cinta yang yang tidak jelas itu, dalam pembicaraan ini galau itu merupakan sesuatu hal yang positif. Bisa dibilang galau itu bimbang, risau. Kalau  menurut saya “ galau adalah proses menuju kedewasaan” karena apa?
Karena galau menggunakan dan mengefektifkan diri baik hati dan pikiran (logika) untuk menentukan arah dan kebijakan atas diri kita supaya lebih baik dan bermanfaat dengan memperhatikan aspek yang ada disekitar kita agar termanagement lebih baik. Mungkin ini terkesan teoritis, dan ini memang benar adanya yang ada dibenak saya. Supaya bisa galau kita harus peka terhadap diri kita dan apa yang ada disekitar kita, apa arah kita kehidupan yang akan kita lalui, dan titik apa yang akan kita capai. Galau bisa tertangani jika kita rajin merenung untuk menentukan langkah kita. Tapi juga bedakan antara merenung dan melamun. Merenung itu memakai otak dan hati, sedang melamun itu tidak menggunakan keduanya dan arahnya tidak jelas.

Yang kedua, mengenal diri sendiri

Kita wajib kenal diri kita sendiri dan apa yang kita miliki. Bukan harta kita lho, tapi potensi apa yang tersimpan. Diusahakan jangan sampai orang lain atau psikolog yang lebih tahu atas diri kita, masa yang punya jiwa ini tidak sadar dengan dirinya, ya harus malu dan refleksi diri. Selayaknya kita tahu dan dekat dengan jiwa ini, layaknya Allah tahu, kenal, dan dekat dengan jiwa hambaNya.
Silahkan ambil secarik kertas dan tulislah namamu ditengah kertas dan lingkari lah. Kemudian dari lingkaran itu buatlah mindmap ( peta pikiran). Tarik empat garis lurus dari lingkaran tadi dan tuliskan hal- hal yang terkait dengan apa yang ada didalam dirimu seperti :
  1.  Karakter
  2. Kelebihan
  3.  Kelemahan
  4. Potensi diri
Dari berbagai hal tadi cobalah ambil benang merah yang sesuai dengan dirimu, dan carilah pemecahan, dan mulailah dengan sebuah perubahan kecil.
Kalau masih belum terlalu banyak yang kamu ketahui dengan dirimu, silahkan bercermin ke kaca yang besar dan pandangilah dirimu, dan ingatlah fase kehidupan yang telah kamu lewati, kemudian tambahkan juga penilaian orang lain dengan mengambil berbagai sudut pandang. Dengan seperti itu akan memperkaya pemahaman atas dirimu.

Yang ketiga, rumuskan tujuan hidup

Sebagai mahasiswa yang akan beranjak ke fase dewasa, sebaiknya mulai merancang arah hidup dan tujuan hidupnya. Tujuan hidup kita ibaratkan sebuah titik dan kita ada dititik yang yang lain. Maka dalam menuju titik itu maka seharusnya kita akan membuat sebuah garis agar titik itu terhubung. Kalau masa kecil kita dulu identik dengan cita- cita, entah ada yang ingin menjadi pilot, dokter, dan perawat. Nah untuk pada fase kita diharapkan bisa segera menformat apa sih yang akan menjadi tujuan kita layaknya masa kecil kita dulu. Sedangkan untuk garis merupakan cara. Dimana cara ini merupakan sarana kita untuk mencapai titik itu. Kita bisa membuat garis lurus, bisa garis lengkung, atau garis bercabang. Rata- rata orang dalam menentukan langkahnya diidentikkan dengan garis lurus, namun pada kenyataannya garis itu akan berubah menjadi garis lengkung, bergelombang, putus putus dan terkadang patah- patah
Sebagai contoh kalau

  • Titik kesatu : kita adalah seorang mahasiswa
  • Titik kedua : pendidik professional

Maka garis yang kita tentukan adalah

  • Menambah pengalaman mengajar dengan les
  • Menambah strata pendidikan dengan S2
  • Menambah kemampuan analisis pesrta didik dengan belajar psikologi

Yang keempat, tambah kompetensi hidup

Mumpung pada fase tholabul ilmi sekalian saja kita menambah kompetensi hidup kita dalam berbagai hal, baik softskill maupun hardskill. Di dalam ranah kampus kita bisa merangkum segala macam hal- hal yang kita bisa timba dari orang lain, kita dapatkan lalu kita kembangkan. Dengan adanya pengembangan itu diharapkan bisa mampu menunjang kehidupan kita dimasa depan. Mengngat dalam bertahan hidup kita tidak berbekal kepada kecerdasan pikiran kita, namun dalam dunia sebenarnya skill lah yang paling mendominasi. Missal kita sebagai guru, sebaiknya tidak hanya bisa mengajar saja, namun bisa melakukan berbagai hal non kependidikan, seperti desain grafis, bertani, beternak, wirausaha dan sebagainya. Jadi semangatlah untuk memiliki multiple skill.

Yang kelima, perbanyak relasi

Sebagai manusia kita harus memperbanyak bersosialisasi, dengan banyak kenalan akan mempermudah kita dalam mencapai masa depan, misalkan mencari kerja, meminta bantuan, serta mencari jodoh mungkin, karena dengan adanya relasi itu memperbanyak cabang kehidupan dan pengalaman

Yang keenam, mengenal karakter dan peka

Kita harus bisa mengenal karakter orang- orang yang ada disekitar kita dan peka terhadap perubahan mereka, dengan kedua hal itu lah kita bisa menyesuaikan diri kita supaya kita bisa nyaman dengan mereka dan mereka nyaman dengan kita
Semoga bisa bermanfaat . . .
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: mahasiswa dan perubahan Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan