Latest News
Sunday, September 30, 2012

bus, marketing dan masa depan

seringkali orang- orang malas jika naik bus.. banyak sekali alasanya, baik dari lama nunggunya ataupun lebih irit naik motor atau tidak nyaman karena banyak asap rokok.. namun jika dilihat dari sudut sosio- antro bahwa naik bus bisa menaikkan kepekaan kita terhadap sosial, serta lebih mengasah kemampuan kita bersosialisasi dan berkomunikasi dengan masyarakat. karena pada akhirnya kita setelah lulus akan bersinggungan langsung dengan mereka dan kita akan hidup dari mereka. 

berawal dari pulang sore dan naik bus RAYA 76 jurusan praci solo, saya mendapatkan relasi baru yaitu seorang bapak yang bernama pak sarman, beliau adalah seorang sopir yang bertugas mengantar ATK ( baca : alat tulis kantor)  di area sekitar solo dan kota besar lainnya. berawal dengan obrolan ringan kita pun berdiskusi terkait dunia pendidikan, ekonomi, hingga sosial budaya. mungkin terkesan wah namun dalam hal ini banyak sekali pelajaran yang sangat berharga dari beliau yang sudah melanglang buana ke seantero jawa dan mecoba berbagai jenis pekerjaan serta menikmati asam garam kehidupan ini.

marketing

dalam dunia marketing banyak hal yang harus dipersiapkan, selain 1000 karakter ( entah bunglon kali ya) bahwa mental menjual lah yang paling utama. bahwa kita dalam menjual sebaiknya bisa menyesuaikan dengan konsumen yang kita hadapi, jika dia seorang yang gila bola, kita sebaiknya bisa masuk kedalam dunianya, jika dia seorang gila membaca, kita harus bisa meyesuaikan konteks pembicaraan dengan apa yang dia baca. jadi untuk seorang seller harus mampu menguasai berbagai bidang, sehingga bisa bebaur dan komunikatif.

dalam marketing juga kita diharapkan mampu mengetahui apa yang menjadi trend di masa kini. sehingga dalam menjual kita menyesuaikan dengan pangsa pasar dan harapanya bisa terjual secara maksimal. nah, untuk itu kita wajib berani banting stir jika perlu untuk hal itu.

yang utama tak boleh malu.. dengan memupus rasa malu maka kesuksesan akan berjalan dan tumbuh disekitar kita..  tata krama, kejujuran dan bahasa merupakan modal awal untuk menjalin relasi.

pendidikan

sekolah merupakan hal yang utama dalam persaingan kerja.. cobalah melihat apa yang ada disekitar kita.. banyak sekali berbagai job yang mensyaratkan minimal SMA sederajat.. selagi masih bisa sekolah atau kuliah yuk lanjutkan dan maksimalkan. jika berkaca pada masa lalu, cobalah lihat ayah dan ibumu.. mungkin mereka bisa mensekolahkan kita dengan berkeringat yang membasahi tubuhnya.. dengan rasa sakit dan lelah tanpa di rasakan.. stidaknya kita sudah enak, kalau mau jajan tinggal jajan, makan tinggal makan.. akan kah kita dengan pendidikan sarjana bisa sesukses mereka jika hanya santai dan manja?? dulu untuk masalah pendidikan terasa seperti kebutuhan, orang tua melepas anaknya.. mau sekolah ya nti dibiayai, tidak sekolah ya terserah .. dan anak pada jaman itu merasa butuh akan pendidikan. mereka yang mengarahkan diri mereka.. namun apa anak jaman sekarang? mayoritas merekaa belum bisa mnentukan arah tujuan mreka? pendidikan pun seperti orangtua yang memaksakan kepada mereka.

sosial budaya

banyak nilai kemasyarakatan yang hilang ditelan jaman. sebut saja bahasa jawa.. masihkah ada anak jaman sekarang yang bisa bahasa yang bagus.. minimal bahasa krama alus tanpa tergores bahasa lain.. coba... masih sering ada yang berkataseperti ini " mriki.. mriki dek, duduk mriki" ini merupakan salah satu cerminan bahwa nilai bahasa mulai turun dan terdegradasi. kemudian orangtua lebih sayang dan memanjakan dalam segala aspek kehidupan si anak, baik dalam keuangan yang berlebih sehingga anak pun lebih konsumtif. masalah baju pun terkadang orang tua pun masih mencucikan baju anaknya.. bagaimanakah nantinya anak itu hidup setelah "keluar dari keluarga" ?? akankah dia bisa bertahan di belantika kehidupan?? 

masa depan

dalam merangkai masa depan kita harus berani "move on". kita dalam hidup sebaiknya berbagai mekanisme pernah kita coba. karena pengalaman merupakan guru kita, dengan berbekal pengalaman kita bisa melakukan hal yang berbeda dan lebih matang. cobalah dan berani mencoba, walaupun salah dan kurang maksimal, kesalahanlah yang bisa membangun pemikiran dan kedewasaan kita dalam mengambil berbagai langkah pasti dalam hidup.

jalan solo- praci, 29 sept 2012 at 17.00- 18.11 pm
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: bus, marketing dan masa depan Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan