Latest News
Sabtu, 24 Maret 2012

Model Pembelajaran MASTER


Model MASTER merupakan suatu langkah dalam Cara Belajar Cepat (CBC) di terapkan untuk membuat suasana pembelajaran terasa menyenangkan dan jauh dari kesan kaku. Cara belajar cepat yang dimaksudkan disini ialah usaha yang dilakukan sehingga suatu konsep dapat dipahami dengan cepat dan baik.

I. Latar Belakang
Pendidikan merupakan kebutuhan primer pada saat ini, apalagi sebagian besar masyarakat sudah menyadari pentingnya pendidikan dalam menata masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu setiap negara senantiasa berusaha memajukan bidang pendi-dikan, disamping bidang yang lain dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang kompetitif dan berkualitas serta berusaha mengejar kemajuan negara lain.
Satu dari sekian banyak masalah di era global yang dihadapi Indonesia saat ini adalah masalah di bidang pendidikan. Masalah yang belum teratasi pada saat ini terutama masalah yang berhubungan dengan kualitas hasil pendidikan (Suyanto, 2007). Adanya kebijakan sertifikasi guru adalah salah satu upaya nyata Pemerintah untuk meningkatkan profesionalisme guru agar guru sebagai aktor utama dalam pendidikan umumnya dan pembelajaran khususnya dapat meningkatkan kompetensinya.
Seorang guru penting untuk menciptakan paradigma baru untuk menghasilkan praktik terbaik dalam proses pembelajaran (Carolin Rekar Munro, 2005). Oleh karena itu, ketika terjadi perubahan kurikulum dan terjadi pergeseran tuntutan hasil pendidikan yang berkaitan dengan tuntutan pasar kerja, maka gurulah yang harus berperan mewujudkan harapan itu. Guru harus selalu mengembangkan diri, baik yang berkaitan dengan kompe-tensi bidang studi maupun pedagogik, termasuk penggunaan internet dalam mencari informasi terkini (Kok Siang Tang, Ngoh Khang Goh, & Lian Sai Chia, 2006).
Ronald Brandt (1993) menyatakan bahwa hampir semua usaha reformasi dalam pendidikan, seperti pembaharuan kurikulum dan penerapan metode pembelajaran baru akhirnya tergantung kepada guru. Tanpa guru yang mampu menguasai bahan ajar dan strategi belajar-mengajar, maka segala upaya peningkatan mutu pendidikan tidak akan mencapai hasil yang optimal. Hal ini berarti seorang guru tidak hanya diharapkan mampu menguasai bidang ilmu yang diajarkan, tetapi juga menguasai strategi belajar-mengajar.
Saat ini dunia pendidikan telah banyak menghasilkan berbagai macam inovasi dan menghadirkan strategi/model pembelajaran. Hal ini semata-mata sebagai upaya mengga-irahan minat belajar peserta didik, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar. Oleh karena itu sudah saatnya guru mengetahui model-model pembela-jaran, baik jenisnya maupun cara penerapannya.
Mata pelajaran Biologi perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Dalam membelajarkan Biologi kepada siswa, apabila guru masih menggunakan paradigma pembelajaran lama dalam arti komunikasi dalam pembelajaran Biologi cenderung berlangsung satu arah umumnya dari guru ke siswa, guru lebih mendominasi pembelajaran maka pembelajaran cenderung monoton sehingga mengakibatkan peserta didik (siswa) merasa jenuh dan tersiksa. Oleh karena itu dalam membelajarkan Biologi kepada siswa, guru hendaknya lebih memilih berbagai variasi pendekatan, strategi, metode yang sesuai dengan situasi sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan akan tercapai. Perlu diketahui bahwa baik atau tidaknya suatu pemilihan model pembelajaran akan tergantung tujuan pembelajarannya, kesesuaian dengan materi pembelajaran, tingkat perkembangan peserta didik (siswa), kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran serta mengoptimalkan sumber-sumber belajar yang ada.



  1. II. Rumusan Masalah
    1. Bagaimana pengertian model pembelajaran MASTER?
    2. Bagaimana langkah-langkah model pembelajaran MASTER ?
    3. Apa kelebihan dan kekurangan model pembelajaran MASTER?
  2. III. Tujuan
    1. Mengetahui pengertian model pembelajaran MASTER
    2. Mengetahui langkah-langkah model pembelajaran MASTER
    3. Mengetahui kelebihan dan kekurangan model pembelajaran MASTER






















BAB II
PEMBAHASAN




  1. I. Model Pembelajaran MASTER
Model MASTER merupakan suatu langkah dalam Cara Belajar Cepat (CBC) di terapkan untuk membuat suasana pembelajaran terasa menyenangkan dan jauh dari kesan kaku. Cara belajar cepat yang dimaksudkan disini ialah usaha yang dilakukan sehingga suatu konsep dapat dipahami dengan cepat dan baik.
Enam langkah strategi CBC dikenal dengan singkatan MASTER, dimana :
  1. M = Motivating your mind (Memotivasi fikiran)
Rose (2002) mengatakan bahwa untuk belajar, seseorang membutuhkan keadaan fikiran yang “kaya akal”, yaitu harus rileks, percaya diri dan termotivasi. Jika dalam kondisi stres dan kurang percaya diri atau tidak melihat manfaat dari yang dipelajari, pelajaran tidak dapat berlangsung dengan baik.
Meier (2002) menuliskan pembelajar dapat mendekati situasi belajar dengan segala macam rintangan yang disadari atau tidak dapat mengganggu belajar. Semua rintangan ini dapat menyebabkan stres dan kemerosotan tajam dalam kemampuan belajar.
Untuk itu, guru perlu memotivasi siswa agar dapat memperoleh keadaan fikiran yang benar dalam belajar. Salah satu cara untuk memberikan motivasi adalah dengan menanamkan pada diri siswa apa manfaatnya bagi mereka dalam mempelajari suatu konsep. Sugesti-sugesti positif akan membuat siswa menjadi semangat dalam belajar dan proses pembelajaran akan terasa menyenangkan. Deporter (2000) menuliskan setiap interaksi dengan siswa, setiap rancangan kurikulum, dan setiap metode instruksional dibangun atas dasar prinsip “Bawalah dunia mereka kedunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”, dalam artian guru memanfaatkan waktu meembangun hubungan baik dengan siswa sehingga siswa memperoleh kadaan yang terbuka dan tidak merasa tertekan.
  1. A = Acquiring the information ( Memperoleh informasi)
Rose (2002) menuliskan bahwa guru harus memberikan perhatian secara khusus kepada siswa. Ketika guru menyampaikan sejumlah cukup besar informasi baru kepada siswa maka siswa secara alamiah akan memulai memproses informasi itu dalam dirinya.
Dalam tahap memperoleh informasi ini ada beberapa cara yang dapat dilakukan seperti yang ditulis Rose (2002) yaitu:
  1. Gagasan inti, tahapan memperoleh informasi memberikan tekanan pada pemahaman gagasan inti dari setiap subjek
  2. Mari bekerja sama, salah satu keterampilan yang bernilai dalam hidup adalah kemampuan bekerja sama secara efektif dalam suatu tim atau kelompok
  3. S = Searching out the meaning (Menyelidiki makna)
Setelah memperoleh informasi maka langkah selanjutnya adalah membimbing siswa agar dapat menyelidiki makna untuk pemahaman yang lebih mendalam. “Tujuannya bukan hanya mengalihkan pengetahuan kepada para siswa tersebut tetapi agar mereka bisa membuat makna bagi diri mereka sendiri untuk benar-benar memahami subjek itu” (Rose, 2002).
Selanjutnya Rose (2002) mengatakan cara efektif dalam belajar yaitu menggunakan sebanyak mungkin kecerdasan secara praktis, dengan cara mengalami dan menghayati apa yang telah dipelajari secara utuh.
  1. T = Triggering the memory (Memicu memori)
Siklus pengulangan materi sangat penting dalam belajar karena dengan pengulangan maka informasi yang didapat dapat disimpan dalam memori jangka panjang. Tahapan yang dilakukan yaitu dengan merangkum materi bersama siswa diakhir pembelajaran. Dalam hal ini, guru dan siswa dapat mengulang butir-butir materi utama yang dipelajari baik dalam bentuk pertanyaan dari guru maupun dalam bentuk tes. Deporter (2000) menuliskan, pengulangan memperkuat koneksi saraf dan menumbuhkan rasa “aku tahu bahwa aku tahu ini”. Jadi, pengulangan harus dilakukan secara multimodalitas dan multikecerdasan yang lebih baik dalam konteks yang berbeda dari asalnya.
  1. E = Exhibiting what you know (Memamerkan apa yang anda ketahui)
Untuk mengetahui bahwa siswa telah paham dengan apa yang mereka pelajari, berikan kesempatan kepada siswa agaar mereka dapat membuktikan bahwa mereka betul-betul paham dengan apa yang meraka pelajari berikan kesempatan kepada siswa agar mereka dapat membuktikan bahwa mereka betul-betul paham terhadap konsep yang diberikan. Rose (2002) mengatakan ”jika anda mengajarkannya kepada orang lain, berarti anda betul-betul menunjukkan bahwa anda telah paham. Anda tidak hanya mengetahui, anda memilikinya” Pada tahap ini siswa diberi kertas selembar dan diminta untuk membuat soal sendiri (boleh melihat buku). Kemudian kertas berisi soal tadi ditukar kepada teman sebelah dalam satu kelompok untuk dijawab. Dalam selang waktu yang diberikan, kertas digilir kembali ke teman yang lain untuk diperiksa. Setelah selesai guru mengumpulkan dan memberi penilaian.
  1. R = Reflecting How you’ve learned (Merefleksikan bagaimana anda belajar)
Rose (2002) mengatakan bahwa “hakikat seorang pembelajar yang betul-betul independent adalah senantiasa peduli pada upaya untuk terus menerus meningkatkan kualitas belajarnya sendiri dan tidak dapat melakukannya tanpa berfikir tentangnya”. Ini berarti seorang pembelajar selalu berfikir apa usaha terbaik untuk memperoleh hasil yang terbaik pula. Hal ini dapat dilakukan dengan selalu mengevaluasi cara belajar setiap hari. Dengan kata lain kecerdasan intrapersonal dituntut dalam hal ini, agar kajian terhadap kelebihan dan kekurangan diri dalam belajar lebih mendalam.
Dengan menggunakan model MASTER, siswa tidak hanya dapat menguasai konsep yang diajarkan, tapi juga menjadi kreatif, memiliki rasa percaya diri yang tinggi karena motivasi yang diberikan, suasana belajar menjadi menyenangkan dan jauh dari kesan membosankan. Selain itu siswa juga dibimbing untuk lebih berani dalam membuktikan bahwa mereka telah menguasai konsep yang didapat.

  1. II. Langkah-langkah model pembelajaran MASTER
    1. Guru memberikan informasi tentang pelajaran hari ini dan kegiatan pada pertemuan ini. Disini guru memberikan motivasi kepada siswa dan membimbing siswa untuk memperoleh keadaan fikiran yang positif.
    2. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang masing-masing terdiri dari 5-6 orang perkelompok
    3. Setelah siswa duduk perkelompok, guru membagikan lembar kerja kelompok. Siswa bekerja sama selama lebih kurang 30 menit untuk membahas lembar kerja tersebut
    4. Guru membimbing siswa untuk memahami lembar kerja tersebut. Dari lembar kerja tersebut siswa diminta memberikan opininya terhadap permasalahan tersebut, bagaimana cara membuktikannya, seperti apa contohnya, apa kesimpulan yang dapat ditarik, hal-hal apa saja yang menarik dari konsep tersebut.
    5. Setelah siswa selesai mendiskusikan lembar kerja kelompok, guru mempersilahkan perwakilan setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Dalam kegiatan ini juga diadakan diskusi kelas
    6. Guru melakukan penilaian dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan singkat, siswa yang mengetahui jawabannya dipersilahkan untuk menjawab. Selain itu penilaian juga bisa dilakukan dengan menugaskan siswa membuat satu buah soal, kemudian kertas berisi soal tadi ditukar kepada teman sebelah dalam satu kelompok untuk dijawab. Dalam selang waktu yang diberikan, kertas digilir kembali ke teman yang lain untuk diperiksa. Setelah selesai, guru mengumpulkan lembar kerja tersebut dan memberi penilaian
    7. Setelah semua topik diskusi dibahas, guru menanyakan apakah ada konsep yang meragukan atau belum dipahami
    8. Guru dan siswa menyimpulkan pelajaran hari ini
    9. Guru melakukan evaluasi
10. Guru menutup pelajaran dan kembali memotivasi siswa untuk belajar

  1. III. Kelebihan dan kekurangan model pembelajaran MASTER
- Kelebihan dari model pembelajaran MASTER adalah sebagai berikut:
  1. Membantu siswa dalam memahami materi.
  2. Membiasakan siswa menganalisa permasalahan
  3. Melatih kecepatan berfikir siswa
  4. Siswa menjadi kreatif
- Kekurangan model MASTER ialah
  1. Tidak semua materi dapat menggunakan model pembelajaran ini
  2. Diperlukan guru yang kreatif sehingga didapat hasil yang optimal
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Model Pembelajaran MASTER Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan