model Pembelajaran aktif quiz team (active learning)

Pembelajaran aktif adalah belajar yang meliputi berbagai cara untuk membuat siswa aktif sejak awal melalui aktivitas-aktivitas yang membangun kerja kelompok dan dalam waktu singkat membuat mereka berpikir tentang materi pelajaran (Silberman, 2007: 1). Pembelajaran aktif (active learning) merupakan salah satu pembelajaran yang melibatkan siswa dalam melakukan sesuatu dan berfikir tentang apa yang mereka lakukan (Suyatno, 2009: 107).
Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh siswa, disini siswa dituntut untuk mengunakan otak dalam berfikir sehingga semua siswa dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Di samping itu pembelajaran aktif (active learning) juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa agar tetap tertuju pada proses pembelajaran. Active learning  mulai digunakan dalam dunia pendidikan diawali oleh seorang filosofi Cina yang bernama Confucius yang menyatakan: 
 “ Apa yang saya dengar, saya lupa”
 “Apa yang saya lihat, saya ingat”
 “Apa yang saya lakukan saya paham”
   (Silbermen, 2007: 1)
Tiga peryataan diatas menjadi dasar dari munculnya belajar aktif, kemudian menurut Silbermen (2007: 2) belajar aktif itu memuat hal-hal berikut :
            “Apa yang saya dengar, saya lupa”
            “Apa yang saya dengar dan lihat, saya ingat sedikit”
“Apa yang saya dengar, lihat dan tanyakan dengan beberapa teman, saya mulai paham”
“Apa yang saya dengar, lihat, diskusikan, dan lakukan, saya  memperoleh pengetahuan dan keterampilan”
“Apa yang saya ajarkan pada orang lain, saya menguasainya”
Pernyataan di atas menyatakan dalam pembelajaran aktif siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru tetapi siswa melihat, mendengar, bertanya dengan guru atau teman, berdiskusi dengan teman, melakukan, dan mengajarkan pada siswa lainnya sehingga mereka menguasai materi pembelajaran. Di dalam pembelajaran aktif siswa mendapatkan tantangan-tantangan yang mengharuskan kerja keras karena harus lebih aktif dan mandiri untuk mengugkapakn, menjelaskan, dan bertanya tentang materi pelajaran yang diajarkan.
Menurut John Holt dalam Silberman (2007: 5) belajar semakin baik jika siswa diminta untuk melakukan hal-hal berikut:
a.       Mengungkapkan informasi dengan bahasa mereka sendiri
b.      Memberikan contoh-contoh
c.       Mengenalnya dalam berbagai samaran dan kondisi
d.      Melihat hubungan antara satu fakta atau gagasan dengan yang lain
e.       Menggunakannya dengan berbagai cara
f.       Memperkirakannya berapa konsekuensinya
g.      Mengungkapkan lawan atau kebalikannya 
Pembelajaran aktif  yang dimaksud adalah langkah-langkah atau rencana yang mengajak siswa untuk belajar secara aktif dalam setiap pembelajaran dengan menggunakan otak/pikiran, baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran, memecahkan persoalan atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam suatu persoalan yang ada dalam kehidupan nyata.






A.    Model Pembelajaran Aktif Tipe Quiz Team
Salah satu upaya untuk membangkitkan siswa belajar aktif pada mata pelajaran biologi yaitu dengan penggunaan tipe belajar aktif tipe quiz team.
Dalvi (2006:53) menyatakan bahwa “Tipe quiz team dapat menghidupkan suasana dan mengaktifkan siswa untuk bertanya ataupun menjawab”.
Tipe quiz team ini diawali dengan menerangkan materi pelajaran secara klasikal, lalu siswa dibagi kedalam kelompok besar. Semua anggota kelompok bersama-sama mempelajari materi tersebut melalui lembaran kerja. Mereka mendiskusikan materi tersebut, saling memberi arahan, saling memberikan pertanyaan dan jawaban untuk memahami materi tersebut. Setelah selesai materi maka diadakan suatu pertandingan akademis. Dengan adanya pertandingan akademis ini maka terciptalah kompetisi antar kelompok, para siswa akan senantiasa berusaha belajar dengan motivasi yang tinggi agar dapat memperoleh nilai yang tinggi dalam pertandingan.
 Apabila dalam proses pembelajaran biologi menggunakan metode belajar yang tepat maka proses belajar yang dilaksanakan dapat memperbaiki hasil belajar siswa.
Adapun Alternatif prosedur pembelajaran ”belajar aktif” untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran di kelas dapat dikembangkan ke dalam 8 tahap, sebagai berikut:
1.      Orientasi: Guru mendeskripsikan ruang lingkup materi, mengemukakan tujuan, menyampaikan prosedur pembelajaran, dan menyampaikan alternatif bahan sumber belajar.
2.      Pembentukan kelompok: Guru mengidentifikasi karakteristik siswa, menetapkan jumlah kelompok dan jumlah anggotanya, serta menetapkan dan menginformasikan keanggotaan kelompok.
3.      Penugasan: Guru menyampaikan kisi-kisi materi dan memberikan tugas (pertanyaan) sesuai dengan topik dan indikator kompetensi yang harus dikuasai siswa; menugaskan setiap kelompok siswa untuk mendiskusikan, mencari sumber guna menyelesaikan tugas (pertanyaan) yang diberikan sesuai dengan topik yang dibahas masing-masing kelompok dan menyusunnya dalam bentuk bahan presentasi.
4.      Eksplorasi: Siswa bersama kelompoknya mencari bahan sumber, mendiskusikan dan menyelesaikan setiap tugas yang diberikan, mendukung dan membantu teman yang mengalami kesulitan.
5.      Presentasi Materi dalam Kelas: Guru mengundi kelompok yang harus persentasi atau topik yang harus dipresentasikan, mengundi satu orang yang harus mewakili kelompok untuk presentasi, presentasi materi kelompok, menanyakan kepada seluruh siswa tentang kejelasan inti materi yang telah dipresentasikan, memberi kesempatan pada anggota lain dari kelompok penyaji untuk memperjelas penyajian materi.
6.      Pengecekan Pemahaman dan Pendalaman Materi: Guru menunjuk 2 - 4 orang secara acak di luar kelompok penyaji untuk mempresentasikan ulang materi sesuai pemahamannya dengan bergantian. Memonitor tingkat pemahaman siswa terhadap materi, memberi kesempatan setiap siswa untuk berpendapat atau bertanya kepada kelompok penyaji.
7.      Refleksi dan Umpan Balik: Guru menjelaskan kembali beberapa pertanyaan yang belum terjawab dengan benar dan jelas oleh kelompok penyaji, memberikan rangkuman materi untuk mempertegas pemahaman siswa, memberi kesempatan setiap siswa untuk bertanya, menjawab dan menanggapi pertanyaan siswa.
8.      Evaluasi Formatif: Guru memberikan beberapa pertanyaan singkat untuk dikerjakan setiap siswa dengan cepat secara tertulis.


B.     Sintaks dan Penerapan Model Pembelajaran Aktif Tipe Quiz Team
Silberman dalam Dalvi (2006:70) mengungkapkan prosedur pembelajaran dengan menggunakan tipe Quiz Team adalah sebagai berikut:
1.      Guru memilih topik yang biasa disajikan dalam tiga segmen.
2.      Siswa dibagi ke dalam tiga kelompok besar.
3.      Guru menjelaskan skenario pembelajaran.
4.      Guru menyajikan materi pelajaran.
5.      Guru meminta tim A untuk menyiapkan kuis jawaban singkat, sementara tim B ,tim C menggunakan waktu untuk memeriksa catatan mereka.
6.      Tim A memberikan kuis kepada tim B. jika tim B tidak dapat menjawab pertanyaan, tim C segera menjawabnya.
7.      Tim A mengarahkan pertanyaan berikutnya kepada anggota tim C, dan mengulang proses tersebut.
8.      Ketika kuisnya selesai, lanjutkan segmen kedua dari pelajaran dan mintalah tim B sebagai pemandu kuis.
9.      Setelah tim B menyelesaikan kuisnya, lanjutkan dengan segmen ketiga dari pelajaran dan tunjuklah tim C sebagai pemandu kuis.
Akan tetapi, dari kelompok kami melakukan sedikit modifikasi sebagai berikut:
1.      Guru membuka pembelajaran.
2.      Guru menyampaikan tujuan dan memberikan motivasi.
Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa.
3.      Guru menyampaikan materi.
Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan. Materi yang diberikan juga bertujuan memberikan umpan kepada siswa untuk menggali informasi yang lebih mendalam.
4.      Guru membagi siswa kedalam 3 kelompok.
Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. Kelompok yang terbentuk adalah Kelompok A, B, C.
Semua anggota kelompok bersama-sama mempelajari materi tersebut melalui lembaran kerja yang sesuai dengan materi yang didapat kelompok tersebut. Mereka mendiskusikan materi tersebut, saling memberi arahan, saling memberikan pertanyaan dan jawaban untuk memahami materi tersebut.
5.      Pertandingan Akademis
Guru meminta salah satu kelompok untuk menyiapkan pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan materi yang baru saja disampaikan. Kelompok lain memperhatikan.
a.       meminta kelompok A untuk memberikan pertanyaan kepada kelompok B. jika kelompok B tidak dapat menjawab pertanyaan, lempar pertanyaan tersebut kepada kelompok C.
b.      kelompok A memberi pertanyaan kepada kelompok C. Jika kelompok C tidak bisa menjawab, pertanyaan dilempar ke kelompok B.
c.       walaupun jawaban yang diberikan kelompok lain benar ataupun salah, kelompok A tetap mengulas jawaban yang benar
d.      menunjuk kelompok B untuk memberi pertanyaan. Prosedur sama seperti pada point b, c dan d.
e.       menunjuk kelompok C untuk memberi pertanyaan. Prosedur sama seperti pada point b, c dan d.
6.      Akhiri pembelajaran dengan menyimpulkan tanya jawab dan jelaskan sekiranya ada pemahaman siswa yang keliru.
7.      Memberikan Penghargaan
Setiap jawaban yang benar nantinya akan diberikan tanda bintang, kemudian selanjutnya akan diakumulasi untuk mendapatkan kelompok yang memiliki score tertinggi.
8.      Guru menutup pembelajaran
C.    Kelebihan Dan Kelemahan Model Pembelajaran Aktif Tipe Quiz Team
Dari pembahasan mengenai active learning di atas dapat ditemukan banyak kelebihan dari konsep active learning itu sendiri, diantaranya sebagai berikut:
1.      Berpusat pada peserta didik
2.       Penekanan pada menemukan pengetahuan bukan menerima pengetahuan
3.      Sangat menyenangkan
4.      Memberdayakan semua potensi dan indera peserta didik
5.      Menggunakan metode yang bervariasi
6.      Menggunakan banyak media
7.      Disesuaikan dengan pengetahuan yang sudah ada

Namun tidak sedikit pula ditemukan beberapa kelemahan dari pembelajaran active learning diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Peserta didik sulit mengorientasikan pemikirannya, ketika tidak didampingi oleh pendidik
2.      Pembahasan terkesan ke segala arah atau tidak terfokus.


DAFTAR PUSTAKA

Aunurrahman, 2009. Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Alfabeta
Sanjaya, W. 2007. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana
Silberman, M.. 1996. Active Learning : 101 Strategies To Teach Any Subject. Toronto : Allyn Bacon
Zaini, H., Munthe, B., dan Aryani, S.A.. 2007. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta : CTSD IAIN Sunan Kalijaga
file:///G:/SPB%20team%20quiz/team%20quiz.html. Tanggal akses : 3 Mei 2012, 16:15 WIB

1 comments:

Poskan Komentar

silahkan berkomentar :)