Latest News
Senin, 26 Maret 2012

Model Pembelajaran Kooperatif think-Pair-Share (TPS)



Teknik belajar mengajar Think-Pair-Share (TPS) adalah salah satu model pembelajaran kooperatif (cooperative learning) yang dikembangkan oleh Frank Lyman (Lie, 2005 : 5). TPS memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain baik itu teman sebangkunya, maupun teman sekelasnya.
Think-Pair-Share merupakan tahap inti dari teknik ini, yaitu mebagi pembelajaran dalam tiga waktu yaitu “think time”, “pair time”, dan “share time”. Pada “think time” siswa diberi kesempatan untuk bekerja sendiri dengan mengerjakan sendiri tugas atau masalah yang diberikan dan berusaha mencari pemecahan masalah tersebut secara individu. Selanjutnya pada tahap “pair time” siswa berbagi informasi atau pemahaman mereka terhadap masalah yang diberikan dengan cara perpasangan dengan rekannya. Pada tahap ini mereka berdua atau bisa lebih, melakukan interaksi dan pertukaran informasi bahkan satu sama lain bisa saling melengkapi. Pada tahap selanjutnya adalah “share time” yaitu berbagi informasi ke wilayah yang lebih luas misalnya ke pasangan lain maupun ke kelas. 

BAB I
PENDAHULUAN
A.           LATAR BELAKANG

          Menurut Gagne ( Dahar, 1996 : 11) belajar adalah suatu proses yang terjadi dalam diri organisme terkait perubahan perilakunya yang disebabkan oleh suatu pengalaman yang dialaminya. Menurutnya, belajar terdiri dari tiga komponen yaitu kondisi eksternal, kondisi internal, dan hasil belajar. Kondisi eksternal adalah suatu stimulus yang dtang dari lingkungan di luar diri individu, sedangkan kondisi internal menggambarkan proses yang terjadi dalam diri siswa, sedangkan hasil belajar merupakan perubahan dalam diri siswa seperti bertambahnya kemampuan verbal, komunikasi, ketrampilan motorik sikap, maupun kemampuan intelektual.
       Jadi, belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, ketrampilan, daya pikir, dan kemampuan-kemampuan yang lain.
          Bruner (Dahar, 1996 : 101) mengungkapkan bahwa belajar melibatkan tiga proses yang berlangsung secara bersamaan yaitu memperoleh informasi baru, transformasi informasi, dan menguji relevansi dan ketepatan pengetahuan.
          Mengingatkan kembali bahwa belajar merupakan suatu proses yang terjadi dalam diri individu yang memiliki dua sisi yaitu sisi pribadi dan sisi sosial. Begitulah manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Belajar tentu harus memperhatikan kedua aspek tersebut. Think Pair Share merupakan salah satu model pembelajaran ccoperatif dimana di dalamnya terdiri dari sintaks yang pada bagian pertama mengharuskan siswa berpikir individu, namun di bagian selanjutnya mengharuskan siswa untuk melatih skill sosialnya yaitu kemampuan komunikasinya, melalui diskusi bersama teman sebangku maupun teman sekelasnya.
          Untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada mata pelajaran biologi, makalah ini disusun untuk membersamai simusasi model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada materi ginjal dan mekanisme pembentukan urine.
B.            RUMUSAN MASALAH

1.    Bagaimana karakteristik model pembelajaran Think Pair Share (TPS) ?
2.    Bagaimana langkah-langkah (sintaks) model pembelajaran Think Pair Share (TPS) ?
3.    Apa keuntungan dan kerugian model pembelajaran Think Pair Share (TPS) ?
4.    Bagaimana penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada mata pelajaran biologi ?

C.            TUJUAN
1.    Untuk mengetahui karakteristik model pembelajaran Think Pair Share (TPS).
2.    Untuk mengetahui langkah-langkah model pembelajaran Think Pair Share (TPS).
3.    Untk mengetahui keuntungan dan kerugian model pembelajaran Think Pair Share (TPS).
4.    Untuk dapat mensimulasikan atau menerapkan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada mata pelajaran biologi.

D.           MANFAAT
1.      Mahasiswa dapat memahami model pembelajaran Think Pair Share (TPS).
2.      Mahasiswa dapat memahami langkah-langkah (sintaks) model pembelajaran Think Pair Share (TPS).
3.      Mahasiswa dapat menerapkan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) ketika mengajar mata kuliah biologi.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Think-Pair-Share (TPS)
Pembelajaran kooperatif merupakan prosedur belajar mengajar yang dilakukan melalui kegiatan berkelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Jadi, pembentukan kelompok merupakan karakteristik dari pembelajaran tipe kooperatif. Siswa belajar dalam kelompok kecil kemudian di dalam kelompoknya mereka saling membantu satu sama lain. Kegiatan di dalam kelompok dapat dilakukan dengan diskusi antar anggota kelompok maupun tanya jawab antar anggota kelompok, dan lain sebagainya.
Dengan dikakukannya pembelajaran secara kooperatif maka ruang interaksi antar indivudu akan semakin luas. Bahkan kemungkinan baik lainnya adalah timbulnya rasa kebersamaan dalam diri individu, munculnya tekad untuk belajar, dan rasa tanggung jawab.
Teknik belajar mengajar Think-Pair-Share (TPS) adalah salah satu model pembelajaran kooperatif (cooperative learning) yang dikembangkan oleh Frank Lyman (Lie, 2005 : 5). TPS memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain baik itu teman sebangkunya, maupun teman sekelasnya.
Think-Pair-Share merupakan tahap inti dari teknik ini, yaitu mebagi pembelajaran dalam tiga waktu yaitu “think time”, “pair time”, dan “share time”. Pada “think time” siswa diberi kesempatan untuk bekerja sendiri dengan mengerjakan sendiri tugas atau masalah yang diberikan dan berusaha mencari pemecahan masalah tersebut secara individu. Selanjutnya pada tahap “pair time” siswa berbagi informasi atau pemahaman mereka terhadap masalah yang diberikan dengan cara perpasangan dengan rekannya. Pada tahap ini mereka berdua atau bisa lebih, melakukan interaksi dan pertukaran informasi bahkan satu sama lain bisa saling melengkapi. Pada tahap selanjutnya adalah “share time” yaitu berbagi informasi ke wilayah yang lebih luas misalnya ke pasangan lain maupun ke kelas.
Secara umum, tahapan-tahapan (sintaks) dalam pembelajaran ini adalah guru mengajukan masalah atau pertanyaan bagi siswa untuk dicari pemecahannya dan untuk diselesaikan. Kemudian memberi waktu kepada siswa untuk memecahkan masalah tersebut dengan ide-ide dan metodenya sendiri. Kemudian berpasangan untuk mendiskusikan hasil pemikiran mereka, dan pasangan yang terpilih akan berbagi informasi dan kesimpulan dengan teman-temannya dalam satu kelas.
Pertanyaan atau permasalahan yang disajikan oleh guru harus menarik dan menantang siswa untuk mnyelesaikannya. Agar siswa tergugah, biasanya permasalahan bisa diambil dari kehidupan sehari-hari. Dengan pertanyaan tersebut kemudian akan menuntut siswa untuk mengerjakan masalah secara berkelompok untuk tujuan memastikan jawaban atau membandingkan jawaban mereka.

a.         Karakteristik Pembelajaran
Ciri utama model pembelajaran teknik TPS adalah tiga langkah utama yang terdiri dari think (berpikir secara individu), pair 9berpasangan dengan teman sebangku), dan share (berbagi jawaban dengan pasangan lain atau seluruh kelas).
1.      Think (berpikir secara individu)
Pada tahap think, siswa diminta untuk berpikir secara mandiri mengenai pertanyaan atau masalah yang diajukan. Pada tahapan ini, siswa sebaiknya menuliskan jawaban mereka, hal ini karena guru tidak dapat memantau semua jawaban siswa satu per satu sehingga dengan catatan siswa tersebut, guru dapat memantau semua jawaban dan selanjutnya akan dapat dilakukan perbaikan dan pelurusan atas konsep-konsep maupun pemikiran yang masih salah.
Dengan adanya tahap ini, maka guru dapat mengurangi masalah dari adanya siswa yang mengobrol karena pada tahap think ini mereka akan bekerja sendiri untuk dapat menyelesaikan masalah.
2.      Pair (berpasangan dengan teman sebangku)
Langkah selanjutnya adalah berpasangan dengan teman disampingnya, misalnya teman sebangkunya. Ini dilakukan agar siswa yang bewrsangkutan dapat bertukar informasi satu sama lain dan saling melengkapi ide-ide atau jawaban yang belum terpikirkan pada tahap think.
Pada tahap ini tidaklah bahwa ada dua orangsiswa untuk setiap pasangan. Langkah ini dapat berkembang dngan meminta pasangan lain untuk membentuk kelompok berempat dengan tujuan memperkaya pemikiran mereka sebelum berbagi dengan kelompok lain yang lebih besar, misalnya kelas. Namun dengan pertimbangan tertentu, terkadang kelompok yang besar akan bersifat kurang efektif karena akan mengurangi ruang dan kesempatan bagi tiap individu untuk berpikir dan mengungkapkan idenya.
3.      Share (berbagi jawaban dengan pasangan lain atau kelas)
Pada tahap ini setiap pasangan atau kelompok kemudian berbagi hasil pemikiran, ide, dan jawaban mereka dengan pasangan atau kelompok lain atau bisa ke kelompok yang lebih besar yaitu kelas. Langkah ini merupakan penyempurnaan langkah-langkah sebelumnya, dalam artian bahwa langkah ini menolong agar semua kelompok berakhir pada titik yang sama yaitu jawaban yang paling benar. Pasangan atau kelompok yang pemikirannya masih kurang sempurna atau yag belum menyalesaikan permasalahannya diharapkan menjadi lebih memahami pemecahan masalah yang diberikan berdasarkan penjelasan kelompok lain yang berkesempatan untuk mengungkapkan pemikirannya. Atau jika waktu memungkinkan, dapat juga memberi kesempatan pada semua kelompok untuk maju dan menyampaikan hasil diskusinya bersama pasangannya. Pada kesempatan ini guru dapam meluruskan dan mengoreksi maupun memberikan penguatan jawaban di akhir pembelajaran.

B.     Tahap-tahap Pembelajaran (sintaks) Model Pembelajaran Kooperatif Think-Pair-Share
Model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share (TPS) sebenarnya terdiri dari lima langkah, namun yang menjadi karakteristik adalah tiga tahapan yaitu think time, pair time dan share time.
Tahapan pembelajaran model think-pair-share dapat dilihat pada tabel di bawah.






Tahapan
Kegiatan Pembelajaran
Tahap 1
Pendahuluan
-       Guru menjelaskan aturan main dan batasan waktu tiap kegiatan, memotivasi siswa untuk terlibat pada aktivitas pemecahan masalah
-       Guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai oleh siswa
Tahap 2
Think
-       Guru menggali pengetahuan awal siswa melalui kegiatan demonstrasi
-       Guru memberikan lembar Kerja Siswa (LKS) kepada seluruh siswa
-       Siswa mengerjakan LKS tersebut secara individu
Tahap 3
Pair
-       Siswa dikelompokkan dengan teman disampingnya (sebangkunya)
-       Siswa berdikusi dengan pasangannya mengenai jawaban tugas yang telah dikerjakan
Tahap 4
Share
-       Satu pasang siswa dipanggil secara acak untuk berbagi pendapat kepada seluruh siswa dengan dipandu oleh guru
Tahap 5
Penghargaan
-       Siswa dinilai baik secara individu maupun kelompok

Penjelasan dari setiap langkah adalah sebagai berikut :
a.       Tahap Pendahuluan
Pada tahap ini guru membuka pembelajaran dengan terlebih dahulu menggali apersepsi. Ini dilakukan dengan kegiatan maupun yang berhubungan dengan materi yang akan disampaikan. Selain itu pada tahap ini guru juga memotivasi siswa agar pada tahap selanjutnya siswa akan berperan aktif dalam pemecahan masalah dan pembelajaran tentunya. Selanjutnya, guru menyampaikan kompetensi apa yang akan dicapai pada pembelajaran dan menjelaskan aturan main pembelajaran baik cara pelaksanaan, pembagian kelompok maupun alokasi waktu untuk setiap tahapan kegiatan.
b.      Tahap think (berpikir secara individu)
Tahap ini dimulai saat guru menyampaikan materi atau informasi terkait mata pelajaran yang diberikan misalnya dengan cara ceramah atau demonstrasi. Ini dilakukan untuk menggali konsepsi awal siswa. Kemudian setelah tahap demonstrasi , guru memberikan suatu masalah misalnya dalam bentuk pertanyaanyang diberikan dan mewajibkan semua siswa untuk memikirkan jawaban atas pertanyyan tersebut secara individu, semampu mereka. Dalam menentukan pertanyaan guru tentu harus mempertimbangkan pengetahuan dasar siswa. Pada tahap ini akan lebih baik siswa menuliskan jawabannya agar dapat dipakai untuk penilaian individu.
c.       Tahap pair (berpasangan)
Tahap ini guru mengelompokkan siswa secara berpasangan misalnya menentukan bahwa pasangan setiap siswa adalah teman sebangkunya. Hal ini dimaksudkan agar siswa tidak pindah mendekati siswa lain. Lalu siswa bekerja dengan teman sebangkunya untuk saling berbagi ide, jawaban, dan pemikiran mereka atas masalah yang diajukan. Diskusi sebenarnya bisa berkembang dengan penggabungan kelompok lagi misal menjadi empat orang dalam satu kelompok, namun apabila dalam kelompok tetap dua orang itu tidak masalah karena semakin sedikit jumlah anggota kelompok maka akan semakin efektif bagi masing-masing individu untuk aktif dalam berpikir dan aktif dalam berkontribusi terhadap kelompoknya.
d.      Tahap share (berbagi jawaban dengan pasangan lain atau kelas)
Siswa atau kelompok terpilih dapat mempresentasikan jawab kelompoknya di depan kelas. Jika dimungkinkan, seluruh kelompok dapat maju untuk menyampaikan jawabannya terlebih jika ada jawaban yang berbeda.  Pada kesempatan ini, guru juga langsung dapat memberikan koreksi dan pelurusan terhadap jawaban-jawaban yang telah dipresentasikan siswanya. Ini dimaksudkan agar pada tahap akhir, semua bertitik pada satu jawaban yang paling tepat.
e.       Tahap penghargaan
Pada tahap akhir siswa diberi penghargaan baik dari segi individu maupun kelompok. Nilain individu didapatkan berdasarkan hasil jawaban pada tahap think, sedangkan nilai kelompok diambil berdasarkan tahap pair dan share, terutama sekali yaitu ketika pada tahap presentasi di depan kelas.

C.     Keuntungan dan Kelemahan model pembelajaran think-pair-share (TPS)
1.      Keuntungan
-        Mudah dilaksanakan dalam kelas besar.
-        Memberikan waktu kepada siswa untuk merefleksikan isi materi pelajaran.
-        Memberikan waktu kepada siswa untuk melatih mengeluarkan pendapat.
-       Diskusi kelompok berpasangan lebih efektif karena jumlahnya tidak terlalu banyak.
-       Siswa akan terlatih menerapkan konsep karena bertukar pendapat dan pemikiran dengan temannya untuk mendapatkan kesepakatan dalam memecahkan masalah.
-       Siswa lebih aktif dalam pembelajaran karena menyelesaikan tugasnya dalam kelompok, dimana tiap kelompok hanya terdiri dari 2 orang
-       lebih mudah dan cepat membentuk kelompok.
2.      Kelemahan
-          Jumlah siswa yang ganjil berdampak pada saat pembentukan kelompok.
-          Ketidaksesuaian antara waktu yang direncanakan dengan pelaksanaannya.
-          Membutuhkan banyak waktu karena terdiri dari 3 (tiga) langkah yang harus dilaksanakan oleh seluruh siswa yang meliputi tahap think, pair, share.

D.    Penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada mata pelajaran biologi
Model TPS ini diharapkan dapat melatih siswa untuk dapat berpikir kritis terhadap masalah, mengembangkan konsep dan ide-ide berdasaran pemikirannya, dan lain sebagainya. Biolog yang merupakan mata pelajaran sains akan sangat tepat bila pembelajarannya menitikberatkan pada pendekatan proses. Pendekatan proses adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada kegiatan keterampilan proses yang digunakan untuk mengungkap dan menemukan fakta dan konsep serta menumbuhkan sikap dan nilai yang dilakukan oleh siswa.

BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

a)        Model pembelajaran TPS merupakan tipe pembelajaran kooperatif yaitu dilakukan dengan pembentukan kelompok.
b)        TPS dicirikan dengan tiga tahapan yaitu think, pair, dan share.
c)        Think adalah tahap berpikir sendiri, pair adalah tahap berpasangan, dan share adalah tahap berbagi dengan kelompok yang lebih besar atau kelas.
d)       Langkah TPS terdiri dari pendahuluan, tahap think, tahap pair, tahap share, dan penghargaan
e)        Keuntungan model pembelajaran TPS antara lain :
1.      Mudah dilaksanakan dalam kelas besar.
2.      Memberikan waktu kepada siswa untuk merefleksikan isi materi pelajaran.
3.      Memberikan waktu kepada siswa untuk melatih mengeluarkan pendapat.
4.      Diskusi kelompok berpasangan lebih efektif karena jumlahnya tidak terlalu banyak.
5.      Siswa akan terlatih menerapkan konsep karena bertukar pendapat dan pemikiran dengan temannya untuk mendapatkan kesepakatan dalam memecahkan masalah.
6.      Siswa lebih aktif dalam pembelajaran karena menyelesaikan tugasnya dalam kelompok, dimana tiap kelompok hanya terdiri dari 2 orang
7.      Lebih mudah dan cepat membentuk kelompok.
f)         Kelemahan model pembelajaran TPS antara lain :
1.    Jumlah siswa yang ganjil berdampak pada saat pembentukan kelompok.
2.    Ketidaksesuaian antara waktu yang direncanakan dengan pelaksanaannya.
3.    Membutuhkan banyak waktu karena terdiri dari 3 (tiga) langkah yang harus dilaksanakan oleh seluruh siswa yang meliputi tahap think, pair, share.
g)        TPS dapat diterapkan dalam pembelajaran sains khususnya biologi karena dapat melatih beberapa ketrampilan sains, misalnya berpikir kritis terhadap masalah, menganalisis masalah, dsb. TPS juga sangat cocok karena pada tahapan-tahapannya cenderung menitikberatkan pada ketrampilan proses, tentu ini sangat baik jika diterapkan pada mata pelajaran biologi.

B.     SARAN
1.      Perlu memilih materi yang sesuai dalam melaksanakan model pembelajaran think pair share.
2.      Guru harus lebih bisa menghidupkan suasana kelas agar siswa pun berperan aktif dalam pembelajaran sehingga hasil belajar lebih maksimal.



DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2010.Model Pembelajaran Think-Pair-Share (online)(http:repository.upi.edu/operator/upload/s_bio_060043_chapter2.pdf), diakses Senin, 31 Mei 2012, pukul 11.24.
Anonim.2011.Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dengan Menggunakan Handout(online)(http://www.scrib.com/document_downloads/), diakses Senin, 31 Mei 2012, pukul 11:39.


Lampiran



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran          : Biologi
Kelas / Semester        : XI (Sebelas)/ II
Pertemuan                 : 7, 8, dan 9
Alokasi Waktu           : 6 jam pelajaran
Standar Kompetensi    :     3.            Memahami hakekat Biologi sebagai ilmu Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu , kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada Salingtemas
Kompetensi Dasar    :  3.5    Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem ekskresi pada manusia dan hewan (misalnya pada ikan dan serangga)
Tujuan                          :     Siswa dapat mendeskripsikan struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem ekskresi 


I.       Indikator
·         Mendeskripsikan struktur ginjal
·         Mendeskripsikan fungsi ginjal
·         Menjelaskan proses pembentukan urine
·         Mengidentifikasi penyakit gangguan fungsi ginjal

II.    Materi Ajar
·         Struktur dan fungsi ginjal
a.       Korteks
- Kapsula bowmann
- Glomerulus
b.      Medula
- Tubulus kontortus proksimal
- Tubulus kontortus distal
- Lengkung henle
- Tubulus kolektivus
·         Proses pembentukan urine 
1.      Filtrasi
2.      Augmentasi
3.      Reabsorbsi
·         Kelainan dan penyakit yang terjadi pada sistem ekskresi manusia
1.      Nefritis
2.      Gagal ginjal
3.      Diabetes
4.      Batu ginjal
5.      Albuminuria
6.      Polyuria

III. Metode Pembelajaran
·         Diskusi- Penugasan- Pengamatan

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan 8 (2 jam pelajaran)

A.    Kegiatan awal (15 menit)
·    Guru menjelaskan aturan main dan batasan waktu untuk tiap kegiatan memotivasi siswa untuk terlibat pada aktivitas pemecahan masalah
·    Guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai oleh siswa
B.     Kegiatan inti (60 menit)
·         Guru memberikan demonstrasi mengenai struktur dan fungsi ginjal, proses pembentukan urine, dan penyakit kelainan ginjal untuk menggali pengetahuan siswa.
·         Guru memberikan LKS kepada seluruh siswa yang berisi permasalahan yang membahas struktur dan fungsi ginjal, proses pembentukan urine, dan penyakit akibat kelainan fungsi ginjal.
·         Siswa mengerjakan LKS secara individual
·         Siswa dibentuk kelompok dengan teman sebangkunya
·         Siswa berdiskusi dengan pasangannya mengenai jawaban tugas yang dikerjakan
·         Satu pasang siswa secara acak untuk berbagi pendapat kepada seluruh siswa dikelas dengan dipandu oleh guru
C.     Kegiatan akhir (15 menit)
·    Siswa dinilai oleh guru secara individu dan kelompok
V.    Alat/Bahan/Sumber
·         Buku Biologi SMA ,Slamet Prawirohartono dan Sri Hdayati, Bumi Aksara, Bab VIII
·         Buku Biologi SMA Jilid II, Dyah Aryulina , Esis, Bab VIII

VI. Penilaian
·         Lembar Kerja Siswa
·         Diskusi semeja
·         Demonstrasi jawaban didepan kelas

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Model Pembelajaran Kooperatif think-Pair-Share (TPS) Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan