Latest News
Friday, August 19, 2011

Statistika Biologi

Data kasar (raw data) diperoleh dari hasil pengukuran suatu variable pada sample yg diambil dari suatu populasi menggunakan teknik pengambilan sample tertentu

Langkah-langkah kegiatan statistika utk menangani data kasar :
  1. Pengumpulan data
  2. Pengolahan data (diurutkan atau digolongkan)
  3. Penyajian data dalam tabel atau grafik
  4. Penafsiran sajian data
  5. Analisa data
  6. Penafsiran dan pengambilan kesimpulan
  7. Pemanfaat penafsiran dan kesimpulan utk penentuan kegiatan penelitian lbih lanjut

Poin 1,2,3,4,7   disebut   statistik deskriptif (tanpa analisis, tanpa generalisasi, tanpa pengujian hipotesis, dan hanya melakukan perhitungan-perhitungan saja)      Disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi (mean, modus, median), bar-diagram, histogram, polygon, dll

Poin 1,2,3,4,5,6,7  disebut    statistik inferensial (dg analisis, generalisasi, pengujian hipotesis)


DATA
n  Himpunan nilai/variate/datum atau informasi lain yg diperoleh dari observasi, pengukuran dan penilaian) thd suatu obyek atau lebih

n  Obyek pengamatan  variable  variate/nilai

n  Data kualitatif = diperoleh dari hasil pengamatan
n  Data kuantitatif = diperoleh dari kegiatan pengukuran atau penilaian

  
Statistika Parametrik:
       Membutuhkan pengukuran kuantitatif dengan data interval atau rasio
       mempertimbangkan jenis sebaran/distribusi data, yaitu apakah data menyebar normal atau tidak.
       Contoh metode statistika parametrik: uji-z (1 atau 2 sampel), uji-t (1 atau 2 sampel), korelasi pearson, Perancangan Percobaan (1 or 2-way ANOVA parametrik), dll.

Statistika Nonparametrik
n  Membutuhkan data dengan data ordinal dan nominal
n  Merupakan statistika bebas sebaran (tdk mensyaratkan bentuk sebaran parameter populasi, baik normal atau tidak).
n  Contoh metode Statistika non-parametrik:Binomial test, Chi-square test, Median test, Friedman Test, dll.

n  random sampling / probability sampling adalah cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. Artinya jika elemen populasinya ada100 dan yang akan dijadikan sampel adalah 25, maka setiap elemen tersebut mempunyai kemungkinan 25/100 untuk bisa dipilih menjadi sampel.
n  Non random sampling atau non probability sampling, setiap elemen populasi tidak mempunyai kemungkinan yang sama untuk dijadikan sampel
n  Judgment Sampling
n  /Sampel dipilih berdasarkan penilaian peneliti bahwa dia adalah pihak yang paling baik untuk dijadikan sampel penelitiannya.
n  Quota Sampling, Teknik sampel ini adalah bentuk dari sampel distratifikasikan secara proposional, namun tidak dipilih acak melainkan secara kebetulan saja.

n  Cara ini banyak dipakai ketika peneliti tidak banyak tahu tentang populasi penelitiannya. Dia hanya tahu satu atau dua orang yang berdasarkan penilaiannya bisa dijadikan sampel. Karena peneliti menginginkan lebih banyak lagi, lalu dia minta kepada sampel pertama untuk menunjukan orang lain yang kira-kira bisa dijadikan sampel.
n  Syarat sample
n  Akurasi atau ketepatan, yaitu tingkat ketidakadaan“bias”(kekeliruan) dalam sample.
n  Makin sedikit tingkat kekeliruan yang ada dalam sampel, makin akurat sampel tersebut..
n  Agar sampel dapat memprediksi dengan baik populasi, sampel harus mempunyai selengkap mungkin karakteristik populasi (Nan Lin, 1976).
n  Presisi mengacu pada persoalan sedekat mana estimasi kita dengan karakteristik populasi.

n  Biostatistika yaitu penerapan metode statistika dalam memecahkan permasalahan dalam bidang biologi
n  Mencari deskripsi suatu variable
n  Mencari hubungan antar variable
n  Menentukan perbedaan respon akibat perlakuan yang diberikan
n  Statistik   diperlukan sbg alat utk membantu   memecahkan berbagai masalah melalui penelitian
n  Penelitian = penyelidikan/pencarian yg sistematik thd kebenaran yg blm terungkap (Leedy, 1974)



  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Statistika Biologi Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan