Latest News
Sabtu, 20 Agustus 2011

Keseimbangan diet, aturan pemberian makan, obesitas dan kelaparan, vitamin dan mineral


Asupan makanan harus selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh dan juga tidak berlebihan sehingga menyebabkan obesitas. Juga, karena makanan yang berbeda mengandung proporsi protein, karbohidrat, dan lemak yang berbeda- beda, maka keseimbangan yang wajar juga harus di pertahankan di antara semua jenis makanan  ini sehingga semua segmen sistem metabolisme tubuh dapat dipasok dengan bahan yang dibutuhkan. 

Kesimbangan diet

Energi yang tersedia dalam makanan
Energi yang dibebaskan dari setiap gram karbohidrat setelah dioksidasi menjadi karbondioksida dan air adalah 4,1 kalori. Dan yang dibebaskan dari lemak adalah 9,3 kalori. Energi yan dibebaskan dari metabolisme protein rata- rata yang diabsorbsi dari tractus gastrointestinalis. Kira – kira 98 % karbohidrat, 95 persen lemak dan 92 persen protein. Karenanya rata- rata energi yang secara fisiologi tersedia dalam setiap gram ketiga jenis makanan yang tersedia pada diet. Kuantitas energi yang dihasilkan dari karbohidrat jauh melebihi yang dihasilkan oleh protein maupun lemak
Kebutuhan harian protein, 20- 30 gram protein tubuh dipecahkan dan digunakan untuk menghasilkan zat kimia tubuh lainnya setiap hari. Oleh sebab itu semua sel harus terus menerus membentuk protein baru untuk menggantikan protein yang telah dihancurkan dan suplai protein tubuh. Protein seperti itu disebut protein parsial, dan bila jumlahnya banyak diet, maka kebutuhan harian protein akan lebih besar dari normal. Umumnya, protein yang dihasilkan dari bahan makanan hewani lebih lengkap daripada protein yang dihasilkan dari sumber sayuran dan biji- bijian.
Karbohidrat dan lemak sebagai penghemat protein, bahwa jika diet mengandung  sejumlah besar karbohidrat dan lemak, maka hampir semua energi tubuh dihasilkan dari kedua jenis zat ini dan sedikit yang dihasilkan oleh protein.. sebaliknya saat kelaparan setelah karbohidrat dan lemak menjadi berkurang, maka cadangan protein tubuh lalu digunakan dengan cepat menghasilkan energi, kadang mencapai kecepatan beberapa ratus gram per hari, bukan kecepatan normal sehari- hari sekitar 30- 50 gram.

Metode klinis dan eksperimental untuk menentukan penggunaan metabolic protein, karbohidrat dan lemak
Penentuan kecepatan metabolisme protein dalam tubuh
Untuk memperkirakan kecepatan penguraian protein dalam tubuh secara tepat, hanya dengan mengukur jumlah nitrogen dalam urine, lalu menambahkan 11% nitrogen lain yang dikeluarkan ke dalam feses dan akhirnya dikalikan dengan 6,25 untuk menentukan jumlah total metabolisme protein dalam gram per hari. Jadi ekskresi 8 gram nitrogen dalam urine setiap hari berarti bahwa telah terjai penguraian protein sekitar 55 gram.
Jika asupan protein harian kurang dari penguraian protein harian, maka orang tersebut dikatakann mengalami keseimbangan nitrogen negatif, yang berarti bahwa cadangan protein tubuhnya berkurang setiap harinya.
Penggunaan relatif lemak dan karbohidrat” koefisien respiratorik”
Bahwa pengeluaran karbondioksida oleh paru- paru dibagi dengan ambilan oksigen selama waku yang sama, disebut sebagai rasio penggantian respiratorik. Dalam waktu satu jam atau lebih rasio penggantian respiratorik akan tepat sama dengan rata- rata koefisien respiratorik reaksi metabolisme diseluruh tubuh. Jika seseorang mempunyai koefisien respiratorik 1,0, maka ia akan dapat memetabolisme hampir seluruh karbohidrat karena koefisien metabolisme lemak dan protein kurang dari 1,0. Demikian pula, jika koefien respiratorik kurang lebih 07 tubuh hampir seluruhnya memetabolisme lemak, tanpa karbohidrat dan protein. Dan akhirnya, jika kita mengabaikan memetabolisme protein protein yang biasanya dalam jumlah kecil, maka koefisien respiratorik antara 0,70 dan 1,0, menggambarkan kurang lebih rasio metabolisme karbohidrat terhadap lemak. Supaya lebih tepat, seseorang pertama kali dapat menentukan penggunaan protein dengan mengukur ekskresi nitrogen dan kemudian, dengan menggunakan rumus matematika yang sesuai, dapat dihitung secara hamper tepat penggunaan ketiga jenis bahan makanan.
Beberapa temuan penting dari study penelitian koefisien respiratorik adalah sebagai berikut :
1.      Segera setelah makan, hamper semua makanan yang dimetabolisme adalah karbohidrat, sehingga koefisien respiratorik pada saat tersebut mendekati 1,0

2.      Kurang lebih 8 sampai 10 jam setelah makan, tubuh telah menggunakan semua cadangan karbohidratnya, dan koefisien respiratorik nya mendekati koefisien untuk metabolisme lemak, yaitu sekitar 0,7.

3.      Pada diabetes melitus, sangat sedikit karbohidrat yang digunakan oleh sel tubuh pada keadaan apapun, karena dibutuhkan insulin. Oleh karena itu, jika diabetes sangat berat, maka koefisien respiratorik setiap waktu tetap sangat mendekati koefisien pada metabolisme lemak yaitu 0,7.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Keseimbangan diet, aturan pemberian makan, obesitas dan kelaparan, vitamin dan mineral Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan