Latest News
Minggu, 20 Februari 2011

TIK Dan Teori Pembelajaran

A.    Pengantar
Tujuan belajar adalah memperoleh pengetahuan dengan suatu cara yang dapat melahirkan kemampuan intelektual, merangsang keingintahuan, dan memotivasi siswa maka kegiatan pembelajaran yang berkualitas dipengaruhi oleh strategi pembelajaran yang digunakan.
B.     Paradigma Pembelajaran berbasis TIK
Belajar adalah proses perolehan pengetahuan dan mengajar adalah memindahan pengetahuan kepada orang yang belajar. Robert Gagne menyatakan bahwa belajar seseorang akan berubah karena sesuaru yang dialami.
Soekamto (B.F. Skinner) sebagai tokoh behavior dengan pendekatan model instruktif langsung dan meyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning. Manajemen kelas menurut Skinner berupa usaha untuk memodifikasi perilaku antara lain dengan penguatan yaitu member penghargaan pada perilaku yang diinginkan dan tidak member imbalan pada perilaku yang tidak tepat.
Aliran kontruktivisme beranggapan bahwa belajar adalah menyusun pengetahuan dari pengalaman konkret, aktivitas kolaborasi, refleksi dan interpretasi. Mengajar adalah menata lingkungan agar si pembelajar termotivasi dalam menggali dan menghargai pengetahuan yang merupakan kontruksi atau bentukan diri sendiri. Berdasarkan teori ini, teori belajar adalah guru harus dapat mengembangkan potensi kognitif siswa melalui proses belaja yang bermakna.
C.    Kemandirian belajar
Teori Bruner, belajar adalah menemukan sendiri akan membangkitkan keingintahuan siswa memberikan motivasi untuk terus bekerja sampai mereka mendapat jawaban-jawaban terhadap pertanyaan yang timbul. Pendekatan ini dapat mengajarkan keterampilan memecahkan masalah secara mandiri serta mengasah daya analisis dan sintesis siswa terhadap suatu pemecahan masalah.
Teori belajar menurut Gestalt bahwa objek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. Aplikasi teori ini dalam proses pembelajaran juga menyinggung pembelajaran yang bermakna.
Teori belajar kognitif menurut Piaget adalah pemikiran yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu.
Berdasarkan teori di atas, dapat disimpulkan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkolaborasi, merangsang daya piker kreatif dan analitis dalam memecahkan masalah.
D.    Pembelajaran menggunakan multimedia dan problem based learning.
Teori belajar menurut Sweller yaitu Cognitive load theory (CLT) mengemukakan bahwa pembelajaran terjadi di bawah kondisi yang terbaik yang disejajarkan dengan struktur kognitif manusia. Sweller membangun teori yang menytakan bahwa skema atau kombinasi unsure-unsur sebagai struktur kognigtif, melengkapi dasar pengetahuan indivual
Prinsip pembelajaram kognitif menurut CLT adalah
a.       Memori jangka pendek bersifat terbatas baik dalam hal kapasitas dan waktu.
b.      Memori jangka panjang tidak terbatas dalam kapasitas dan disini c semua informasi dan pengetahuan disimpan.
c.       Pengetahuan disimpan dalam memori jangka panjang sebagai skema dalam satu kasatuan yang tersimpan dalam working memory.
d.      Skema bersifat automatis.
E.     Analisis psikologi perkembangan siswa pada pembelajaran berbasis web.
Mengingat pembelajaran berbasis web yang dilakukan dengan pendekatan PBL dapat dilakukan pada siswa usia sekolah menengah atas sekitar 16-18 tahun berdasarkan atas psikologi perkembangan maka pembelajaran yang dikenal dengan sebutan andragogi tepat dilakukan.
Teori andragogi menurut Kowles bahwa orang dewasa sudah mengarahkan diri, bertanggungjawab atas keputusannya.berdasarkan hal ini desain pembelajaran bagi orang dewasa perlu dipertimbangkan adalah
1.      Orang dewasa perlu memahami tentang apa yang dipelajarinya sehingga peserta didik belajar berdasarkan kebutuhannya sendiri dan guru senagai fasilitator.
2.      Orang dewasa perlu belajar secara eksperimen.
3.      Orang dewasa menganggap pembelajarn sebagai penyelesaian masalah dan bukan sekedar menjejali pebelajar dengan materi.
4.      Pembelajaran orang dewasa paling berkesan jika topic pelajaran memiliki makna dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
5.      Pembelaran melibatkan pengalaman pebelajar.
Menurut Rogers terdapat aspek yang mendasar tentang sumbangan TIK dalam proses pembelajaran yaitu
1.      Konsep adalah model konstuktif sangat cocok untuk menggambarkan mempelajari konsep. Pengembangan konsep sangat dominan mempengaruhi dalam pembelajaran.
2.      Ketrampilan dan penerapan; memahami variable dan mengetes, mengulangi suatu pengukuran dan menginterpretasikan data dengan menggunakan software tertentu akan menambah pengayaan dalam pembelajarn.
3.      Pengetahuan; model behaviorist sesuai dalam pembelajarn dalam bentuk stuktur materi yang luas.

4.      Sesuai dengan tujuan yaitu untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan TIK dicantumkan dalam tujuan pembelajaran.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: TIK Dan Teori Pembelajaran Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan