Latest News
Monday, August 3, 2009

Kiat Menghemat BBM

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) seringkali dianggap masyarakat memperberat beban hidup. Karena itu, seringkali masyarakat menentangnya. Alasannya pun macam-macam. Namun, sebenarnya akan lebih baik bila kenaikan harga BBM itu disikapi dengan mengubah perilaku yang sebelumnya relatif boros menjadi hemat. Bukankah kenaikan harga BBM memang sulit dihindari, lantaran subsidi pemerintah terhadap komoditi ini cukup besar?
Dengan cara mengubah perilaku yang sebelumnya relatif boros menjadi hemat terutama dalam hal penggunaan BBM. Diharapkan dengan begitu, peningkatan beban hidup akibat kenaikan harga BBM bisa di tekan?
Salah satu contohnya adalah perilaku mengendarai kendaraan bermotor (ranmor). Disadari atau tidak, perilaku mengemudi mayoritas pengendara ranmor Indonesia masih jauh dari perilaku hemat BBM. Padahal, mengendarai mobil atau sepeda motor yang tidak boros BBM bukan pekerjaan sulit Berikut kami akan berbagi mengenai “ cara mengemudi hemat BBM “
Macet boros, ngebut pun boros

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) seringkali dianggap masyarakat memperberat beban hidup. Karena itu, seringkali masyarakat menentangnya. Alasannya pun macam-macam. Namun, sebenarnya akan lebih baik bila kenaikan harga BBM itu disikapi dengan mengubah perilaku yang sebelumnya relatif boros menjadi hemat. Bukankah kenaikan harga BBM memang sulit dihindari, lantaran subsidi pemerintah terhadap komoditi ini cukup besar?
Dengan cara mengubah perilaku yang sebelumnya relatif boros menjadi hemat terutama dalam hal penggunaan BBM. Diharapkan dengan begitu, peningkatan beban hidup akibat kenaikan harga BBM bisa di tekan?
Salah satu contohnya adalah perilaku mengendarai kendaraan bermotor (ranmor). Disadari atau tidak, perilaku mengemudi mayoritas pengendara ranmor Indonesia masih jauh dari perilaku hemat BBM. Padahal, mengendarai mobil atau sepeda motor yang tidak boros BBM bukan pekerjaan sulit Berikut kami akan berbagi mengenai “ cara mengemudi hemat BBM “
Macet boros, ngebut pun boros
Laporan Strategic Urban Road Infrastructure (SURIP) pada 1997 menunjukkan karakteristik transportasi perkotaan Indonesia dicirikan oleh kemacetan yang kian serius. Salah satu penyebabnya, perilaku mengemudi pemakai jalan yang tidak disiplin. Kemacetan ini memboroskan BBM senilai sekitar Rp 10 triliun/tahun. Itu baru tahun 1997, apalagi sekarang dengan semakin bertambahnya jumlah kendaraan yang ada di jalanan, mungkin kita juga bisa melihat hal itu, berapa kali peningkatan jumlah kendaraan dari tahun ke tahun ?
Dalam kemacetan, sekitar 20% waktu kerja mesin dihabiskan dalam 0 km/jam alias berhenti. Berhenti dengan mesin hidup sama artinya dengan membuang BBM, karena ranmor sedang kehilangan fungsinya sebagai alat transportasi.
Ketika kendaraan mulai diakselerasi (di gas), mesin harus mengatasi gaya inersia yang timbul akibat percepatan dengan cara membakar BBM ekstra. Baru beberapa meter bergerak, ranmon sudah harus direm (deselerasi) hingga berhenti kembali. Ketika menginjak pedal rem, pedal gas tentunya dilepas. Pada waktu itulah sejumlah BBM yang telanjur meninggalkan tangki BBM tidak akan terbakar dan terbuang percuma.
Karena tak sabar, sebagian pengendara juga meraung – raungkan mesin kendaraannya. Ada kecenderungan pula untuk berakselerasi-deselerasi mendadak. Semuanya jelas membuang BBM percuma. Ketika kemacetan terlampaui, secara psikologis pengendara terdorong untuk balas dendam dengan memacu kendaraannya, terutama bila melihat kondisi jalan di hadapannya kosong.
Padahal, kecepatan tinggi juga memberi andil dalam pemborosan BBM. Anggapan bahwa konsumsi BBM pada keadaan macet lebih boros ketimbang saat melaju pada kecepatan tinggi tidaklah benar.
Dalam dunia aerodinamika dikenal istilah hambatan angin (Ra). Makin kencang kendaraan dipacu, Ra yang harus dilawan mesin ranmor juga naik. Akibatnya terjadi konsumsi BBM ekstra. Gangguan Ra ini mulai terasa pada kecepatan 60 Km/jam ke atas. Pada kecepatan 80 km/jam, diperlukan ekstra 15% BBM untuk melawan Ra. BBM ekstra ini meningkat lagi bila kecepatan mencapai 100 km/jam, yakni sebesar 35%.
Putaran mesin optimum
Lalu, bagaimana cara berkendaraan yang hemat BBM? Gampang, dengan mencegah terjadinya kemacetan: disiplin dalam berkendaraan. Selain itu, sebaiknya kita juga menjaga agar mesin berada pada putaran optimum untuk mencapai kecepatan yang layak.
Penjelasan teknisnya begini. Ambil contoh mobil yang digunakan bermesin 4 tak 4 silinder. Mesin ini memerlukan 4 langkah untuk mencapai 1 siklus mesin, yakni langkah isap (campuran O2 dan BBM masuk silinder), kompresi, ekspansi, dan buang. Dalam satu siklus, BBM dikonsumsi tiap silinder hanya pada langkah isap. Kalau sekali langkah isap membutuhkan 1 tetes BBM, maka mesin 4 silinder mengkonsumsi 4 tetes BBM/siklus.
Pada mesin tadi tiap siklus diselesaikan dalam 2 putaran (720o). Andai mesin bekerja pada putaran 2.000 rpm (reolution per minute), sesungguhnya cuma terjadi 1.000 siklus per menit. Kalau tiap siklus BBM yang dikonsumsi 4 tetes, maka dalam 1 menit mesin menghabiskan 4.000 tetes (1.000 x 4 tetes) BBM. Kalau putaran ditingkatkan menjadi 4.000
rpm., bahan bakar yang dibakar bertambah menjadi 8.000 tetes. Jadi, semakin tinggi putaran mesin, semakin banyak pula konsumsi BBM-nya.
Jumlah silinder juga berpengaruh pada konsumsi BBM. Pada mesin 4 tak 6 silinder misalnya, konsumsi BBM-nya akan menjadi 6 tetes/siklus. Pada putaran 2.000 rpm., mesin memerlukan bahan bakar 6.000 tetes/menit (1.000 x 6 tetes). Jika putarannya naik menjadi 4.000 rpm., bahan baker yang dikonsumsi menjadi 12.000 tetes/menit.
Faktor lain yang mempengaruhi konsumsi BBM adalah olume silinder. Secara umum, mesin berkapasitas silinder kecil lebih irit ketimbang yang berkapasitas silinder besar. Untuk mesin 1.300 cc
misalnya, volume satu tetes BBM mungkin cuma 0,1 ml. Sementara pada mesin 2.000 cc, 1 tetes BBM barangkali bisa mencapai olume 0,2 ml. Jadi, jika kedua mesin sama-sama bekerja pada 2.000 rpm., mesin 4 tak 1.300 silinder hanya mengkonsumsi 0,4 l dan mesin 4 tak 2.000 cc menghabiskan 0,8 l BBM.
Dari ketiga faktor tadi, jumlah silinder dan kapasitas mesin tidak bisa diubah. Satu-satunya variabel yang bisa dikendalikan adalah putaran mesin. Karena itu, upaya penghematan BBM saat mengemudi bisa dilakukan dengan cara mencapai putaran optimum.
Semua kendaraan memiliki putaran optimum, yakni putaran di mana efisiensi pembakaran BBM maksimal sehingga mesin mampu menghasilkan daya dan torsi maksimum. Tinggi rendahnya putaran optimum tadi beragam. Umumnya ada dalam kisaran 4.000 – 6.000 rpm..
Memang, untuk operasi perkotaan, mesin hampir tak pernah terpaksa menyediakan tenaga maksimum. Medan lalu lintas perkotaan umumnya datar dan beraspal, cukup ramah bagi kendaraan bermotor. Logikanya, jika mesin memang tak perlu menyediakan tenaga maksimum, putaran mesin yang tinggi tak terlalu diperlukan. Pengendara bisa mengendalikan mesin pada putaran secukupnya
walaupun tidak memperoleh tenaga maksimal. Toh, dengan tenaga tidak maksimum pun medan lalu lintas perkotaan tetap dapat diatasi. Konsumsi BBM bisa dibuat hemat. Berdasarkan pengalaman penulis, putaran mesin maksimal 2.000 rpm. sudah cukup untuk menaklukkan lalu lintas perkotaan asal rajin memainkan gigi transmisi.
Berdasarkan latar belakang teknis di atas, ada beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk menghemat BBM saat mengemudi. Upaya itu adalah:
1. Bertekad untuk menghemat BBM. Sebaiknya kita tidak terpancing pengendara lain yang belum peduli akan pentingnya hemat BBM.
2. Pastikan tak ada kebocoran pada tangki, pompa, dan pipa saluran BBM agar tak ada BBM yang terbuang percuma. Caranya, dengan memeriksa sambungan las, seal, dan kekencangan baut yang ada.
3. Sesuaikan tekanan ban dengan standar yang direkomendasikan pabrik. Biasanya table tekanan ban tertera di bagian dalam pintu depan kanan mobil. Kita biasakan pula untuk menambah tekanan ban 1 – 2 psi di atas standar agar ban tidak segera mencapai tekanan di bawah standar. Langkah ini dapat menghemat BBM hingga 10%.
4. Terutama di dalam kota, jalankan ranmor dengan nyaman pada kecepatan 35 – 60 km/jam
5. Sebisa mungkin operasikan mesin pada putaran relatif rendah (di bawah 2.500 r.p.m.). Juga kita sesuaikan posisi gigi transmisi dengan kecepatan. Jangan memaksa mesin bekerja pada putaran tinggi terlalu lama.
6. Hindari akselerasi-deselerasi mendadak. Sedapat mungkin percepat dan perlambat ranmor secara berangsur, tidak tiba – tiba.
7. Tinggalkan kebiasaan membawa beban terlalu berat yang sebenarnya tidak berguna. Beban terlalu berat membutuhkan kerja ekstra mesin yang berarti BBM ekstra pula.
8. Cek Tekanan Ban
Sepele, tapi besar manfaatnya dalam menghemat konsumsi BBM. Karena kalau tekanan angin kurang, dapat menimbulkan keborosan BBM 10-15%. Jadi pastikan tekanan ban di motor kesayangan selalu tepat sebelum mengendarainya.
9. Cek Kondisi Roda
Contoh dari kelurusan putaran, kelancaran putaran roda dan lainnya. Sebab apabila putaran roda berat atau tak presisi, jelas akan memperlambat laju motor. Pemicunya pelek tidak center(speleng), bearing roda aus atau kurang pelumasan dan sebagainya.
10. Atur Jarak Main Rem.
Apabila rem sampai menempel, tentu akan bikin lari motor jadi berat. sehingga pemakaian bensin tidak sesuai sama jarak tempuh motor. Makanya, atur jarak main tuas rem motor baik depan maupun belakangminimal 1/3 dr jarak main tuas secara keseluruhan. Jangan telalu rapat, karena dikhawatirkan kampas rem jadi menempel.
11. Pelumas
Daya lumas oli yg baik mampu membuat kitiran mesin lebih enteng serta dapat menjaga kompresi di ruang bakar sempurna. Ini akan menciptakan power mesin lebih optimal, sehingga lari motor lebih cepat (jarak tempuh jauh), namun bensin hemat. Ingat pengantian oli secara rutin dan tak melebihi batas servis yang di anjurkan (tiap 2.000-2.500KM) akan membuat performa mesin selalu segar dan putaran yang lancar.
12. Stel Kopling
Stelanya jangan sampai terlalu sensitif. Maksudnya, saat tuas kopling ditekan, gigitan kampas kopling jadi cepat ngelos. Hal ini membuat kopling mudah selip saat gas di pelintir. Lari motor pun jadi tertahan, tapi putaran mesin meninggi. Selain itu, pastikan pula kondisi kampas kopling masih berperforma baik. bisa sudah tipis/aus segeralah ganti baru.
13. Busi
Umur kerja busi, efektifnya sampai jarak tempuh 6.000-7.000KM. Lebih dari itu, performa busi mulai menurun. Hasil pembakaran di ruang bakar juga ngedrop, alhasil pemakaian BBM menjadi boros, sebab campuran gas jadi tak terbakar dengan sempurna, tenaga mesin pun loyo. Oh ya, bila umur busi masih efektif, rajinlah dibersihkan saat servis rutin, sebab bila elektroda busi sampai diselimuti kerak, bisa menurunkan kualitas percikan busi. Selain itu, atur pula kerenggangan elektroda busi sesuai spesifikasi yg di anjurkan.
14. Filter Udara
Filter jenis viscous element tak boleh di bersihkan atau disemprot angin bertekanan. sebab akan merusak filter dan melunturkan pelumas penangkap debu di dalamnya. Bila tampak kotor kudu diganti baru.tapi yg berbahan busa,masih bisa dicuci. Selain menghemat konsumsi BBM, tarikan motor pun jauh lebih enteng.
15. Servis/Setel Karburator (tidak berlaku untuk injeksi).
Di anjurkan tiap kali servis rutin guna menghindari saluran bensin tersumbat kotoran. Sehingga selalu didapat efek pengabutan bahan bakar yg sempurna. Selain itu, setelan ketinggian pelampung, sekrup udara atau pilot air screw juga sangat mempengaruhi hasil pembakaran mesin. Bila dilakukan tepat, dapat memperbaiki power mesin dan tentu berdampak bikin irit konsumsi BBM.
16. Ringankan Beban Motor.
Motor yg berat bikin lari ikut berat. Pengendara jadi sering memilintir gas dalam saat mau berakselerasi cepat. Jadi, sebaiknya hindari pemakaian aksesoris berlebihan yang dapat membuat bobot motor bertambah. Gunakan variasi yang berbobot enteng/ringan. Misal pelek alumunium, swing arm dan sebagainya.
17. Gunakan BBM Sesuai Karakter Motor.
Bila misalnya motor Anda hanya perlu menggunakan BBM dari jenis premium, tak perlu Anda ganti dengan pertamax atau pertamax plus hanya dengan keyakinan motor bakal berlari lebih kencang. Pabrikan sebetulnya telah membuat komposisi paling ideal antara tipe mesin dengan jenis BBM.
Untuk contoh di atas, memang motor ber-BBM premium akan lebih kencang bila diberi pertamax. Tapi, itu akan membuat motor bersangkutan mengonsumsi BBM lebih banyak (yang pasti harganya lebih mahal). Demikian pula sebaliknya. Jika motor memang direkomendasikan harus menggunakan pertamax, jangan menurunkan kualitas dengan memakai BBM premium. Selain akan membuat mesin ngelitik, penurunan spesifikasi BBM yang digunakan justru akan membuat motor boros konsumsi BBM-nya.
18. Cara Berkendara
Kesemua cara ngiritin BBM ini akan percuma bila tak dibarengi cara berkendara yang benar!!. Kalo anda masih suka kebut-kebutan, sering memblayer gas saat motor berhenti, sering main selip kopling dan lainnya. Sebaiknya, jalankan motor dengan kalem, mengurut gas perlahan-lahan waktu berakselerasi, memposisikan perseneling pada kondisi kecepatan dan putaran mesin yg pas, dijamin konsumsi BBM anda akan jauh lebih irit.
Adapun Tips khusus untuk rekan-rekan yang mengendarai sepeda motor yaitu :
• Service motor secara rutin, sehingga efisiensi kerja mesin tetep terjaga, jadi BBM tetep irit dan umur spare part lebih panjang
• Jangan ngebut, karena konsumsi bensin akan langsung tersedot, jaga kecepatan konstan sesuai gigi yang dipakai.
• Jangan sering stop & go, alias mengendurkan gas dan menggebernya kembali karena ketika tarikan awal mesin membutuhkan banyak bensin.
• Hindari sering main gas dan memainkan rem (bentar – bentar injak rem)
• Pakai gigi sesuai kecepatan agar bensin tidak terkuras sia sia.
• Jika tikungan, gunakan gigi yang lebih rendah (engine brake), namun jika sudah melewati tikungan jangan menarik gas terlalu besar
• Buat di tikungan, boleh terapin gaya balap. Yaitu, cari jalan sependek – pendeknya.
• Di belokan ngerem sedikit dan lewati jalur bagian dalam, untuk penggunaan jalan satu ruas dua jalur, hati – hati terhadap kendaraan lain yang berlawanan arah……
• Pilih BBM di pom bensin yang bersih, alias tidak oplosan
• Jaga kondisi ban jangan sampai kempes agar perputaran roda nggak berat.
Dengan cara berkendaraan yang benar, penggunaan BBM saat mengemudi bisa dihemat. Perubahan harga BBM pun tidak akan terlu merisaukan.
Selamat mencoba, semoga tips ini bermanfaat……
Penulis : Agus Iwan
Referensi : Kiat mengemudi hemat BBM (Ir. Doan Syahreza Auditya) & Berbagai sumber.
http://roisz.wordpress.com/


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Kiat Menghemat BBM Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan