Latest News
Friday, December 19, 2008

Air Tawar Segar di Kedalaman Samudera

Subhanallah, dengan kemajuan jaman ini ternyata Al-Qur’an kitabullah ini semakin digandrungi oleh orang-orang yang cerdas. Herannya lagi mereka itu dari kalangan luar Islam, yang nota bene nggak pernah sholat, ngaji, zakat, dan seabres aktivitas yang dilakukan sebagai seorang muslim. Tapi, gara-gara saking asyiknya memahami Al-Qur’an banyak yang pindah haluan untuk memeluk Islam.
Seperti yang dialami seorang ahli kelautan (oceanografer) dan ahli selam terkemuka di Perancis yakni Mr. Jaeques Yues Costeau. Orang tua berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di saentero dunia dan membuat flim dokumenter tentang keindahan alam bawah laut untuk disaksikan jutaan penonton di seluruh dunia. Suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba dia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar segar yang sangat sedap rasanya karena tidak melebur dengan air laut yang asin disekelilingnya, seakan-akan ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Dinalar pun sulit dijawab kemudian Mr. Costeau dengan rasa penasarannya itu dia berusaha mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Sampai pada suatu hari dia bertemu dengan seorang profesor muslim, lalu di pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu ingat pada ayat Al-Qur’an tentang bertemunya dua lautan (Surat Ar Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikan dengan Terusan Zues. Ayat itu berbunyi “Marajal bahrayni yaltaqiyaan, baynahumaa barzakhun laa yabghiyaan…” artinya “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antar keduanya ada batas yang tidak bisa ditembus.”

Kemudian dibacakannya lagi Surat Al Furqon ayat 53 seperti di atas. Selain itu dalam beberapa tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan, tapi tidak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari Surat Ar Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhumaa lu’luuwal marjaan” artinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.

Mendengar ayat-ayat Al-Qur’an tersebut maka terpesonalah Mr. Costeau melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Jadi mustahil anggapan orang kafir bahwa Al Qur’an disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke-7, di jaman ini belum ada peralatan selam yang modern dan canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.

Masih ragukah kita akan keaslian kitabullah ini?! Berita tentang fenomena ganjil yang mengejutkan dunia selama 14 abad silam telah terungkap dan terbukti pada abad ke-20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur’an memang sungguh-sungguh kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Maha Besar AllahYang Maha Agung.
Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah bersabda : “Selalulah ingat mati dan membaca Al Qur’an.”
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit ; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (QS. Al Furqon : 53)
By : ryanie_kusma
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Air Tawar Segar di Kedalaman Samudera Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan