Latest News
Sabtu, 15 Maret 2008

kisah sejati

JAHANAM SETELAH 300 KM

Aku mengenal seorang pemuda yang dulu termasuk orang-orang yang lalai dari mengingat Allah .Dulu dia bersama dengan teman- teman yang buruk sepanjang masa mudanya.Pemuda itu meriwayatkan kisahnya sendiri :
“Demi Allah, tidak ada sesembahan yang haq selain Dia,aku dulu keluar dari kota Riyadh bersama dengan teman- temanku,dan tidak ada satu niat dalam diriku untuk melakukan satu ketaatanpun untuk Allah, apakah untuk shalat atau yang lain“
“Alkisah,kami sekelompok pemuda pergi menuju kota Dammam, ketika kami melewati papan penunjuk jalan, maka teman teman membacanya “Damman, 300 KM”, maka aku katakan kepada mereka aku melihat papan itu bertuliskan “ Jahannam, 300 KM”. Merekapun duduk dan menertawakan ucapanku.Aku bersumpah kepada mereka atas hal itu, akan tetapi mereka tidak percaya. Maka merekapun membiarkan dan mendustakanku.
Berlalulah waktu tersebut dalam canda tawa, sementara aku menjadi bingung dengan papan yang telah kubaca tadi.
Selang beberapa waktu,kami mendapatkan papan penunjuk jalan lain, mereka berkata “Damman, 200KM”, kukatakan”Jahannam, 200 KM”. Merekapun menertawakan aku, dan menyebutku gila. Kukatakan: “Demi Allah,yang tidak ada sesembahan yang haq selain Dia,sesungguhnya aku melihatnya bertuliskan “Jahannam, 200 KM”.”Merekapun menertawakanku seperti pertama. Kali. Dan mereka berkata: ”Diamlah, kamu membuat kami takut.” Akupun diam, dalam keadaan susah, yang diliputi rasa keheranan aku memikirkan perkara aneh ini.
Keadaanku terus menerus bersama dengan pikiran dan keheranan, sementara keadaan mereka bersama dengan gelak tawa, dan candanya, hingga kemudian kami bertemu dengan papan penunjuk jalan yang ketiga. Mereka berkata:”Tinggal sedikit lagi “Dammam, 100 KM”. Kukatakan:”Demi Allah yang maha agung aku melihatnya “Jahannam, 100 KM”.”Mereka berkata:”Tinggalkanlah kedustaan, engkau telah menyakiti kami sejak awal perjalanan kita.”Kukatakan:”turunkan aku, aku ingin kembali.” Mereka berkata: “Apakah engkau sudah gila?” kukatakan : turunkan aku demi Allah, aku tidak akan menyelesaikan perjalanan ini bersama kalian.” Maka mereka pun menurunkan aku. Akupun pergi ke arah yang lain dari jalan tersebut. Akupun tinggal di jalan tersebut. Beberapa saat Dengan memberi isyarat kepada mobil- mobil untuk berhenti, tetapi tidak ada seorangpun yang berhenti untukku. Selang beberapa saat, berhentilah untukku seorang sopir yang sudah tua, akupun mengendarai mobil bersamanya. Saat itu dia dalam keadaan diam lagi sedih, dan tdak berkata kata walaupun satu kalimat. Maka kukatakan kepadanya : “ baiklah ada apa dengan anda, mengapa anda tidak berkata-kata ?”. maka dia menjawab : “ sesungguhnya akun sangat terkesima dengan sebuah kecelakaan yang telah kulihat beberapa saat yang lalu, demi Allah aku belum pernah melihat yang lebih buruk darinya selama kehidupanku”. Kukatakan kepadanya : “ apakah mereka itu satu keluarga atau selainnya?”. Dia menjawab : “ mereka adalah sekumpulan anak – anak muda, tidak ada seorangpun yang selamat “. Maka dia memberitahukan ciri- ciri mobilnya, maka akupun mengenalnya, bahwa mereka adalah teman- temanku tadi. Maka akupun meminta kepadanya untuk bersumpah atas apa yang telah dia katakan, maka diapun bersumpah atas nama Allah.
Maka akupun mengetahui bahwa Allah SWT telah mencabut roh teman- temanku setelah aku turun dari nmobil mereka tadi. Dan Dia telah menjadikanku sebagai pelajaran bagi diriku sendiri dan yang lain. Akupun memuji Allah yang telah menyelamatkanku diantara mereka.
Syaikh Abu Khalid Al- Jadawi berkata : “ Sesungguhnya pemilik kisah ini menjadi seorang laki-laki yang baik. Padanya terdapat tanda –tanda kebaikan setelah dia kehilangan teman-temannya dengan kisah ini, yang setelahnya dia bertaubat dengan taubat nasuha”.
Maka kukatakan: “Wahai saudaraku , apakah engkau akan menuggu kehilangan empat atau lima teman-temanmu sampai kepada perjalanan seperti perjalan ini? Agar engkau bisa mengambil pelajaran darinya? Dan tahukah kamu, bahwa kadang bukan engkau yang bertaubat karena sebab kematian teman- temanmu, melainkan engkaulah yang menjadi pertaubatan teman-temanmu karena kematianmu di atas maksiat dan kerusakan”. Na’udzu billah.
Ya Allah jangan jadikan kami sebagai pelajaran bagi manusia, tetapi jadikan kami sebagai orang yang mengambil pelajaran dari apa yang terjadi pada mereka, dan dari apa saja yang terjadi di sekitar kami. Allahhumma Amin.
From : Qiblati
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: kisah sejati Rating: 5 Reviewed By: Wawan Listyawan