Re : Aku Tahu Kamu


sampai saat ini aku pun tahu bahwa kamu itu belum siap.. dan saat ini aku tahu kesibukanmu, mencari aktivitas untuk menghapus "belum" dari frase belum siap.. satu kata yang kecil nyempil itu membuatmu tak mau (berani) menyapaku, entah lewat apapun itu.. karena kita tahu, ini belum saatnya untuk melakukan itu.. mungkin dua tahun lagi, ketika kamu sudah menyiapkan dasar- dasar untuk berdiri, sedangkan aku mau menyelesaikan tahapan ini yang harus aku lalui..

 aku tahu kamu berusaha menjagaku darimu, dengan logikamu kamu mengatakan, "kalau kita ditakdirkan bersama pasti akan dipertemukan oleh-Nya, kamu tak perlu cemas.. berbahagialah, karena kita masih diizinkan olehnya untuk menatap langit yang sama"..  aku hanya bisa menerjemahkan bahwa kamu mengajari diriku akan artinya sebuah pertemuan.. ketika lama tak bersua dan bertegur sapa pasti akan ada rasa yang berbeda, bisa jadi akan terasa istimewa.. 

ketika kita tak ditakdirkan bersama, dengan seperti ini kita tak akan merasakan kecewa dan duka.. karena tak ada rasa cinta yang tertanam dalam dada, hanya sekedar perasaan suka yang masih bisa dibasuh supaya sirna.. kita juga tak akan merasa bersalah ketika kita (masing-masing) sudah ada yang punya.. karena rasa cinta hanya boleh diberikan kepada seseorang yang sudah halal bagi kita.

aku tahu kamu itu mudah bosan.. ketika kita dipertemukan dimasa depan, dengan tak berkomunikasi selama ini mungkin kita tidak akan mengalami kebosanan ketika setiap hari harus berjumpa dan bercanda.. ah.. memang harus seperti ini dulu, kita mengumpulkan cerita untuk dibahas ketika kita bercengkarama.. sembari aku memperbaiki diri untuk lebih baik lagi.. untuk menjadi seorang pendidik di keluarga nanti, pendamping yang membuat nyaman di hati.. serta mempermudah jalan menuju jannah..

Mungkin aku sok tahu tentangmu, mencoba membaca pikiranmu.. dan ternyata hanya inilah yang aku tahu.. saat ini aku hanya bisa tertunduk malu dengan perasaan tak menentu..

***
di depan rintik hujan yang tertahan, 23.11.14 - 16:55

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Serpihan cerita PoV-1

Alasan Sederhana


sederhana alasanku, hanya tak ingin nantinya kita (aku) merasa bosan ketika nantinya aku ditakdirkan bersamamu.. karena di masa masa itu aku akan memahamimu, untuk sementara ini aku masih (sekedar) mengenalmu dan masih banyak yang tak ku tahu tentangmu.. kalau saja aku sudah menyelamimu sekarang mungkin di masa depan tak menyenangkan, begitu pula denganmu, tak ada cerita yang bisa kita tertawakan, tak ada kisah yang bisa kita renungkan.. kita sekarang sama sama merantaukan? alangkah lebih baik kita mengumpulkannya dahulu lalu kita buka perlahan di dalam episode masa depan..

alasan berikutnya juga sederhana, aku tak ingin merasa bersalah ketika nantinya kamu ditakdirkan bersamanya.. aku tak ingin dibilang "meminjammu" sementara darinya.. walau terkadang selama ini kita (dan yang lainnya) sering melakukan aktivitas bersama.. dan kebersamaan itu menimbulkan suatu rasa, di mana rasa itu belum saatnya ada.. ketika rasa itu datang bukan diwaktu yang tepat maka rasanya pun tak nikmat..

suatu saat nanti aku ingin anak perempuan, anak perempuan yang manis dan berambut panjang, namun ditutup selembar kain yang panjang pula.. menjaganya dari terkaman serigala yang tak jelas deskripsinya.. ketika aku berkaca maka aku aku harus melakukan hal sama kepadamu seperti anak yang ku dambakan nanti.. aku harus berbenah, mulai memperbaiki deskripsi diri untuk melangkahi daun pintu rumahmu nanti..

***
Di atas Lantai Musim Hujan, 17.11.14 - 00.02
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Serpihan cerita PoV-1

Musim Kemarau Singkat


Kemarau tahun ini merupakan kemarau yang singkat.. karena kemarau kali ini berlangsung secara efektif dari bulan Agustus Sampai oktober.. dari terakhir aku melihatmu pulang kehujanan kala itu, 21 Juli 2014, selang beberapa hari setelah itu musim kemarau pun dimulai.. semenjak beberapa hari yang lalu, musim hujan dimulai kembali.. pengobat rasa panas yang membakar, sampai tangan yang sudah hitam ini semakin legam saja hanya karena tidak memakai sarung tangan saat berkendara.. dampaknya adalah sekitar satu bulan bekas sengatan matahari ini tak kunjung sirna, garis batas warna pun masih terlihat nyata..

mungkin hujan yang dulu mengairi rasa yang biasa, membuatnya tumbuh menjadi rasa yang berbunga- bunga.. rasa yang berbunga di saat yang tidak tepat, sehingga rasanya pun tak nikmat.. karena berbunga di waktu musim hujan, maka rasa itu mudah rusak dan membusuk.. rasa yang baik akan berbunga di saat musim semi yang pasti datang, namun sampai saat ini ku tak tahu kepastian kehadirannya..

hujan kemarin, hujan yang menyejukan, bukan hujan yang deras, bukan pula hujan yang rintik rintik.. namun di setiap tetesnya aku berdoa semoga hujan ini mampu menghanyutkan rasa yang pernah ada, rasa yang tak seharusnya tumbuh dan berbunga.. dan berharap hujan ini mampu menghapus jejak yang sempat menyisakan tanda di dada..

***
Meja Kakak, 14.11.14 - 21:33

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Serpihan cerita PoV-1

Takdir Laki - Laki

terlahir sebagai seorang laki-laki memiliki tantangan tersendiri..
ketika harus menentukan arah kehidupan, kedewasaanya akan teruji..
hidup yang melekat di dalam dirinya akan dia gunakan untuk apa..
hanya sekedar membangun kehidupan ataukah membangun peradaban..
kalau hanya hidup, monyet di hutan pun juga hidup..
apakah menjadi seorang laki laki hanyalah seperti itu?

tidak.. kita harus membangun peradaban..
peradaban yang berisi orang yang beradab..
memiliki kehidupan beragama, tertata, berbudaya, dan memiliki cita cita..
ketika hanya membangun kehidupan..
maka yang kita lakukan mungkin hanyalah orientasi pada kesenangan..
mengisi perut.. bekerja.. tidur.. dan aktivitas lainnya..

ketika kita membangun peradaban maka semuanya akan berbeda..
agama menjadi dasar untuk berpikir..
kita akan belajar bagaimana untuk peka mengolah rasa..
mengasah logika untuk menghasilkan karya..
membangun upaya untuk merealisasikan cita..

kehidupan seorang laki-laki tidak lah sederhana..
dia tak akan menunggu, dia harus menghampiri..
karena rezeki tak akan mendekat kalau kita tidak ada upaya untuk berbuat..
dia harus berani berbicara, karena diam tak akan menyelesaikan semuanya..

menjadi seorang laki-laki harus kuat bahunya..
memanggul dosa ibunya dan saudara perempuannya..
mendoakan kedua orang tuanya..
memastikan mereka berada di jalan menuju surga..
memastikan menantu yang siap mendampinginya ketika sudah usia senja..
serta menghibur keduanya dengan buah hati yang menyejukan jiwa..

menjadi laki-laki adalah sebuah pertaruhan..
antara surga dan neraka..
ketika dia meminang sesorang maka surga perempuan itu ada ditangannya..
karena amanah dari mertuanya akan jatuh semua ke pundaknya..
hanya karena satu kalimat akad saja..
ketika dia tak bisa membina istrinya maka neraka menjadi balasannya..
ketika dia tak bisa mengarahkan istrinya dalam mendidik anak..
maka anaknya tak akan bisa menjadi penolongnya..

menjadi seorang suami adalah ladang pahala..
karena setiap hari dia harus bersedekah..
bersedekah terhadap keluarganya..
menjaga baik baik apa apa yang sudah dititipkan kepadanya..

menjadi seorang ayah adalah hakim bagi anaknya..
ketika dia yang menentukan salah satu jalan anaknya ke dunia berikutnya..
ayah harus memastikan bahwa bagian dari tubuhnya bisa reuni bersama di surga..

***
Ruang Kantor, 11.11.14 - 20:57

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Serpihan cerita PoV-1

Harus Mengenalmu


aku harus mengenalmu..
rugi ketika aku jauh jauh di sini, tak tahu sedikitpun tentangmu..

aku harus mengenalmu..
lucu ketika aku bisa melihatmu, hanya sekedar tahu namamu saja aku tak mampu..

Aku harus mengenalmu..
ketika kita bertemu hanya bertegur sapa, mungkinkah kita nanti bisa saling bicara?

aku harus mengenalmu..
ketika berbicara sudah menjadi biasa, mungkinkah kita bisa bercanda untuk menghangatkan suasana?

aku harus mengenalmu..
ketika pertemuan sudah menjadi rutinitas, aku berharap bisa bersilaturrahim ke rumahmu dengan oleh oleh yang pantas..

aku harus mengenalmu..
ketika kita sudah bersahabat dan kemana-mana bersama, aku berdoa bisa mengenal baik keluargamu juga..
titik terendah dalam ukhuwah itu ketika kita hanya sekedar paham wajahnya dan tahu namanya, dan titik tertinggi dari ukhuwah adalah mengenal baik keluarganya..

***
Depan Cermin, 11.11.14 - 20:16

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Serpihan cerita PoV-1


Sistem Peredaran Darah Hewan


Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.
Sistem sirkulasi pada hewan dibedakan menjadi 3, yaitu :

  • Sistem difusi : terjadi pada avertebrata rendah seperti paramecium, amoeba maupun hydra belum mempunyai sistem sirkulasi berupa jantung dengan salurannya yang merupakan jalan untuk peredaran makanan. Makanan umumnya beredar keseluruh tubuh karena adanya aliran protoplasma.
  • Sistem peredaran darah terbuka : jika dalam peredaran darahnya tidak selalu berada di dalam pembuluh. Tidak dapat dibedakan antara cairan intersisial (Cairan yang mengisi ruang antar sel) dan darah. Terdiri dari jantung sebagai pusat peredaran darah, sejumlah rongga yang disebut sinus dan beberapa arteri. Misal : Arthropoda
  • Sistem peredaran darah tertutup : jika dalam peredaran darahnya selalu berada di dalam pembuluh. Darah keluar dari jantung melalui pembuluh arteri dan masuk kembali ke jantung melewati pembuluh vena.


materi di atas didapat dari guru SMA di Solo. Download Materi : Klik di Sini