Bermain Kode

entah kenapa sampai selama ini kita masih bermain dengan kode.. padahal kalau mau kita bisa bertemu, bertegur sapa dan saling bicara.. kembali mengulang saat makan bersama.. tak perlu lama, sederhana dan singkat saja.. tak perlu repot mau kemana.. sekedar makan es krim pun tak apa.. namun masalahnya apakah aku berani dan kamu pun mau? setidaknya untuk saling tahu apa yang kita rasa..

namun yang menarik dari sebuah rasa memanglah seperti ini.. ketika kita diam namun rasa itu tetap terpatri.. namun apakah itu baik? aku juga bertanya tanya tentang hal itu.. yang biasa ku takutkan jika ada ekspektasi yang berlebihan.. dan biasanya hal itu menyakitkan.. sedikit banyak tahu dari kisah seorang teman..

aku tak ingin membuat batas antara kita.. namun hanya sedikit membatasi hati untuk tak tergelincir dalam keadaan yang tak pas untuk dilalui.. berusaha menjaga hati, mengatur angan dan ingin supaya tak meracuni.. Selalu ada romantisme tersendiri ketika membuka lembaran masa lalu, walau ada momen yang membuat kita tersipu malu..

selalu ada senyum ketika kita bertemu, hanya saja aku tak ingin kamu tahu.. senyum itu tanda bahagia.. hanya saja kamu tak tahu bahwa aku lebih sering tersenyum dalam hati, ketika kamu menyaksikan aku tersenyum itulah kelemahan ku yang tak mampu membendungnya..

Memang beda ketika rasa itu telah menjadi kata.. terkadang bisa membawa bahagia, kadang menggoreskan luka.. seringnya membuat kita tak bisa berkata kata..

***
Menanti Terlelap, 26.08.14 - 01.01

Menghapuskan, Tak Melupakan


menghapuskan rasa terkadang tak mudah, namun perlahan akan terkikis juga oleh waktu yang senantiasa tercurah.. waktu yang terus bersama kita dalam mengiringi perjalanan cerita ini..

menghapuskan rasa tentangmu sudah kulakukan, sepertinya berhasil dan efektif terhapuskan.. ketika sekarang rasaku padamu terasa biasa saja.. berbeda ketika dulu kamu terlihat berbeda.. entah bagaimana rasa nyaman itu ada, ketika ada saat kita bersama.. mungkin hanya aku yang merasakan, bukan kamu..

sekarang berbeda, kebersamaan ini natural saja, terus tumbuh sesuai hakekatnya, tanpa ada rasa suka, sayang bahkan cinta dalam makna sempit.. namun semakin meluas melingkup dalam ranah persaudaraan.. hanya butuh sedikit mengatur hati, angan dan ingin.. sadar bahwa ke depan kebersamaan kita tak akan mungkin dilakukan..

menghapuskan bukan berarti melupakan.. membuang semua kenangan yang sudah dilakukan sampai saat perpisahan.. namun semua itu harus selalu dikenang.. hidup hakekatnya adalah mengumpulkan kenangan.. walau terkadang setiap kenangan itu tak berujung manis.. namun kita harus selalu optimis bahwa apa yang kita lakukan selama insya Allah berbuah berkah..

Mendahului Takdir

Terlalu sering kita mendahului takdir yang akan menghampiri kita.. baik dalam prasangka maupun dalam kata.. padahal takdir itu sebagian bukan hak kita dalam menentukanya, masih ada tanganNya yang bergerak dan meletakan takdir mana yang pantas hadir mendampingi kita.. tahukah kamu bahwa persangkaan negatif bisa menghalangi takdir yang terbaik untuk kita? Hanya saja kita tak sabar untuk menerimanya karena terkadang sisi pahitnya yang sering kita terima, karena sisi manis biasanya memang datang belakangan.. seringkali kita menjilat pahitnya takdir yang menbanjir, itu bukanlah suatu derita ketika kita sadar bahwa kita harus mengupasnya karena manisnya tersimpan di dalam sana..

Badai pasti berlalu dan itu pasti.. tak perlu risau karena badai untuk berputar itu butuh energi, dan energi yang sempat memporak porandakan itu akan menghasilkan energi baru, energi perubahan.. namun yang perlu diingat adalah energi perubahan hanya bisa dibangkitkan dan dimanfaatkan oleh orang yang mau.. mau berusaha dan konsisten dalam menapakinya.. mengeluh itu sah dan diperbolehkan.. merasa merana dan paling menderita itu juga boleh.. namun hal itu jangan sampai menggelayut dan menhujam erat sehingga kita tak kuasa dan enggan untuk bergerak dan memilih diam saja.. energi perubahan itu akan selalu ada ketika kita sadar dan mau menyikapinya..

Optimisme juga salah satu bumbu dalam usaha.. tanpanya bagai sel tanpa dinding.. mudah digempur dan mudah hancur.. karena para penghancur jiwa dan semangat itu sedang menjamur dan mudah melekat erat.. tinggal bagaimana kit menghasilkan antibodi yang mampu menjaga semangat ini.. pasang surut itu wajar, namun jangan sampai kering dan meranggas.. karena tak selamanya mudah untuk menumbuhkan.. karena menumbuhkan semangat tak semudah merawatnya.. benihnya seringkali mahal dan kita perlu menjelajah untuk mendapatkan izzah..

Mencari motivasi itu pasti.. tanpanya bagai kuda tanpa arah, tanpanya melangkah tanpa kekuatan yang berlimpah.. motivasi adalah pelecut, sedikit sakit namun efektif.. merangsang untuk segera menang.. melambai untuk segera sampai.. motivasi akan mengkatalisasi angan dan ingin menjadi sesuatu yang nyata dan bisa dinikmati, tak hanya batiniyah namun lahiriyah juga.. seringkali motivasi itu masih berantakan, maka tugas kita setelah mendapatkannya adalah merapikan.. seringkali niatan kita itu bengkok tak karuan, maka dalam perjalanan usaha kita harus senantiasa meluruskan..

---
Kamar utara, 20.08.14 - 11.45

Bertanya kepadamu, Hati

 

Hei hati.. kenapa kamu mudah sakit?
Apakah antibodimu sudah berkurang?
Hei hati.. kenapa kamu mudah tergores?
Apakah membran selmu sudah tak tebal lagi?
Hey hati.. kenapa kamu mudah terkoyak?
Apakah lapisanmu sudah tak lentur lagi?
Hey hati.. kenapa kamu tak hati hati?
Apakah kamu sudah tak berkonsentrasi lagi?
Hey hati.. kenapa kamu tak berperasaan?
Apakah kamu sudah tak berhati lagi?
Hey hati.. kenapa kamu mudah jatuh?
Apakah kamu sudah membutuhkan sandaran sekarang?
Hey hati.. kenapa kamu peka sekali?
Apakah dopamin mu meningkat lagi?
Hey hati.. kenapa kamu pilih kasih?
Apakah keadilan sudah terhapus darimu?
Hey hati.. kenapa kamu nakal sekali?
Apakah sudah tak ada yang mengingatkanmu lagi?
Hey hati.. kenapa sekarang kamu lemah?
Apakah semangat sudah menjauh darimu?
Hey hati.. kenapa sekarang kamu mudah iri?
Apakah kamu sudah tak yakin dengan diri ini?
Hey hati.. kenapa kamu pesimis?
Apakah iman sudah tak tinggal di dalam hatimu?
Hey hati.. kenapa sekarang kamu menangis?
Apakah tak ada yang menguatkanmu?
Hey hati.. kenapa kamu sering menyendiri?
Apakah kamu sudah membenci keramaian?
Hey hati.. kenapa kamu sering jenuh?
Apakah tak ada hati yang lain yang menghiburmu?
Hey hati.. kenapa kamu sulit diatur oleh logika?
Apakah memang kalian itu bertentangan?

Langkah Pasti

Kita adalah penentu jalan hidup kita sendiri, walau terkadang orang lain juga yang mengarahkan kemana kita mau melangkah.. karena orang lain yang ada disekitar kita memang ditugaskan oleh-Nya untuk mendampingi kita dalam menapaki setiap jalan yang (mungkin) akan kita lalui.. karena kalau kita berjalan sendiri itu tak akan mungkin.. kita hanya akan berkawan dengan sepi.. dan itu rasanya akan menyedihkan sekali.. tanpa rasa dan rasa rasanya ingin mati saja..

Melihat kehidupan orang lain ibarat melihat fatamorgana.. bisa dilihat namun itu hanyalah ilusi yang mungkin tidak dapat digapai jari jemari.. terkadang malah (seringnya) menjadi angan dan ingin.. tak terealisasi dalam bentuk yang nyata dan bisa dinikmati.. seringkali kita merasa iri, kenapa dia bisa melakukan ini itu yang mungkin tidak kita dapatkan.. kita menatapnya, dan memang terlihat indah dan mudah.. namun kita tidak pernah membayangkan apa saja proses yang mendahuluinya sehingga momen itu bisa tercipta..

Seringkali kita merasa paling merana.. tahukah kenapa seperti itu? Karena kita terlalu intens melihat ke atas.. dalam hal ini bukan tentang hablumminallah.. namun tentang hablumminannas.. bahwa terlihat kebun tetangga itu lebih hijau dari rumput kita sendiri.. tidak ada yang salah tentang hal itu.. hanya saja dia mendapatkan kemauan yang lebih tinggi dari kita dan lebih bersemangat menyiraminya.. kita harus juga melihat kebawah bahwa kebun kita itu baik baik saja.. karena di bawah sana banyak sekali meranggas dan lebih kering daripada kebun kita.. hidup ini sederhana, hanya tentang syukur dan berbagi..

Seringkali kita merasa salah langkah, dan terlihat langkah orang lain lebih indah.. sadarlah itu bukanlah fenomena yang salah.. karena setiap jiwa memiliki langkah yang sudah dijatah.. seringkali kita sejalan, namun seringkali kita akan berpapasan.. seringkali kita berpisah, namun dipertemukan kembali dalam titik akhir yang indah.. kita itu sama, satu tujuan.. namun yang berbeda jalan yang kita lalui, kadang lurus, kadang terjal, kadang menakjubkan, kadang membosankan.. itulah perjalanan, penuh lika liku, ketika perjalanan itu dari awal sampai akhir sama hakekatnya itu bukanlah perjalanan, karena perjalanan itu menyenangkan dan di dalamnya tidak ada kebosanan..


Kebaikan itu bukan sesuatu hal yang sulit.. hanya butuh awal, dan memulai untuk merealisasikannya.. kebaikan yang hanya dibenak saja sudah mendapatkan pahala, apalagi dalam usaha dan hasilnya, kebaikan memang tak harus berujung dengan karya, sebatas usaha pun sudah menghasilkan usaha.. diam bukanlah pilihan, merenung hanyalah menghasilkan angan, melamun hanya menghasilkan ini, namun dengan usaha maka yakinlah bahwa itu akan menghasilkan karya..
---
balkon lt. 3 GRHA, 19.08.14 - 09.01

Laporan Ekologi Tumbuhan Densitas

Densitas adalah jumlah individu per unit area. Densitas yang didapat tidak perlu menghitung setiap individu yang terdapat dalam seluruh area yang luas untuk sampai pada nilai densitas, tetapi dengan mengadakan sampling secara acak dengan kuadrat yang mungkin hanya 1% dari area seluruhnya yang sudah dapat memberikan suatu perkiraan densitas yang mendekati kenyataan. Pengukuran densitas pada pohon yang terdapat dihutan pada umumnya dihitung dengan metode jarak, yang dibicarakan pada metode teknik sampling.
Densitas diperoleh dengan tidak perlu menghitung setiap individu yang terdapat dalam seluruh area luas untuk sampai pada nilai densitas. Tetapi cukup dengan mengadakan sampling secara acak dengan kuadrat yang mungkin hanya 1% dari area seluruhnya, dan ini sudah dapat memberi suatu perkiraan densitas yang mendekati kenyataan.

Judul
Uji Densitas Dua Lokasi
Tujuan
Mengetahui densitas spesies Digitaria sanguinalis di lokasi Mojosongo dan SMAN 8 Surakarta.
Mengetahui perbandingan densitas spesies Digitaria sanguinalis di lokasi Mojosongo dan SMAN 8 Surakarta
Dasar Teori
Densitas adalah jumlah individu per unit area. Densitas yang didapat tidak perlu menghitung setiap individu yang terdapat dalam seluruh area yang luas untuk sampai pada nilai densitas, tetapi dengan mengadakan sampling secara acak dengan kuadrat yang mungkin hanya 1% dari area seluruhnya yang sudah dapat memberikan suatu perkiraan densitas yang mendekati kenyataan. Pengukuran densitas pada pohon yang terdapat dihutan pada umumnya dihitung dengan metode jarak, yang dibicarakan pada metode teknik sampling.
Densitas diperoleh dengan tidak perlu menghitung setiap individu yang terdapat dalam seluruh area luas untuk sampai pada nilai densitas. Tetapi cukup dengan mengadakan sampling secara acak dengan kuadrat yang mungkin hanya 1% dari area seluruhnya, dan ini sudah dapat memberi suatu perkiraan densitas yang mendekati kenyataan.
Kuadrat adalah suatu area sembarang bentuk dan ukuran yang diberi batas dalam vegetasi, sehingga penutup (cover) dapat diperkirakan, jumlah tumbuhan dihitung, atau species didaftar. Kuadrat biasanya cukup kecil ukurannya, dan ini disesuaikan dengan life form tumbuhan yang hadir, sehingga satu orang yang berdiri pada satu titik di sepanjang sisinya, dapat dengan mudah mensurvai (menghitung) seluruh tumbuhan yang terdapat dalam kuadrat. Kuadrat untuk sample pohon dapat mempunyai panjang 10-50m pada satu sisi, sehingga untuk sensus tumbuhan yang ada dalam kuadrat tersebut, sering memerlukan lebih dari satu orang. Kuadrat dapat diletakkan secara acak dengan membuat dua sumbu X dan Y di sepanjang tepi area luas yang disampel. Kemudian membagi sumbu menjadi unit-unit dengan titik- titik dengan interval tertentu, dan mengambil sepasang nomor dari tabel acak, atau menarik nomor-nomor dari suatu wadah.
Penempatan kuadrat secara acak hanya menurut kesempatan semata-mata, sudah barang tentu kemungkinan semua kuadrat acak untuk menggerombol dalam satu bagian saja. Untuk menghindari kemungkinan tersebut, area pertama-tama harus dibagi ke dalam sub area yang kira-kira setara atau sama, dan baru kemudian tiap bagian disampel secara acak ( stratified random). (Harjosuwarno, 1990)
Densitas dapat ditinjau dengan tanpa melihat masing-masing jenis, data seperti ini bisa digunakan untuk menghitung jumlah rata-rata individu dari total cuplikan. Perincian densitas per jenis, menunjukkan populasi masing-masing jenis dan apabila dikaitkan dengan persebaran ukuran seluruh individu dari masing-masing jenis, diperoleh informasi tentang strategi regenerasi atau untuk upaya pengelolaan dan usaha konservasinya, namun data densitas tidak akan berguna tanpa identitas atau informasi dari data yang lain. Densitas suatu spesies merupakan suatu ukuran yang statis, data yang diperoleh tidak dapat mengungkap interaksi dinamik yang terjadi pada anggota spesies tersebut. (Sri widoretno)

Alat dan bahan
Alat navigasi
Kompas bidik1 buah
Peta wilayah1 buah
Protaktor1 buah
Patok72 buah
Rafiasecukupnya
Papan jalan1 buah
Alat tulissecukupnya
Labelsecukupnya
Kantong plasticsecukupnya
Cara kerja
Menentukan lokasi yang memiliki heterogenitas spesies
Mencari peta lokasi yaitu peta citra daerah Mojosongo dan SMAN 8 Surakarta melalui Google earth dengan luas daerah kurang lebih 3 hektare
Menentukan batas daerah berupa titik – titik yang dapat diamati dengan menggunakan GPS dan memasukannya ke dalam google earth.
Mentransformasi peta citra yang didapat dari google earth menjadi peta topografi menggunakan CorelDraw
Menentukan jumlah titik sampling dengan urutan sebagai berikut :
Lokasi Mojosongo
Luas daerah total=3,2 ha
Luas area cuplikan=1% x luas wilayah total
=1% ×3,2 ha
= 320 m2
Luas plot=1 m x 1 m = 1 m2
Jumlah plot=(Luas area cuplikan)/(Luas plot)
=(320 m^2)/(1 m^2 )
=320 plot
*nb : berdasarkan kesepakatan bersama, jumlah plot per kelompok direduksi sebanyak 17 plot per kelompok, sehingga jumlah plot dalam satu lokasi Mojosongo adalah sebanyak 119 plot.
Lokasi SMAN 8 Surakarta
Luas daerah total=2,5 ha
Luas area cuplikan=1% x luas wilayah total
=1% ×2,5 ha
= 250 m2
Luas plot=1 m x 1 m = 1 m2
Jumlah plot=(Luas area cuplikan)/(Luas plot)
=(250 m^2)/(1 m^2 )
=250 plot
*nb : berdasarkan kesepakatan bersama, jumlah plot per kelompok direduksi sebanyak 18 plot per kelompok, sehingga jumlah plot dalam satu lokasi Mojosongo adalah sebanyak 90 plot.
Menentukan titik – titik sampling dalam peta secara acak dengan menggunakan undian
Mencari koordinat masing – masing titik sampling
Membagi setiap daerah menjadi enam bagian
Mencari lokasi titik di lapangan dengan menggunakan protaktor dan kompas
Menentukan jarak dan resection antar titik
Menentukan titik start lokasi tersebut
Menentukan resection dan intersection dari titik lokasi
Memasang plot pada titik yang telah ditentukan
Mengidentifikasi spesies – spesies yang ditemukan dalam plot.
Membagi satu spesies untuk dianalisis terhadap densitas dua lokasi yang berbeda pada setiap individu.
Melakukan analisis terhadap densitas dua lokasi yang berbeda antara Pabelan dan Plesungan yaitu dengan tahapan:
Mencari rata-rata densitas dua lokasi dengan rumus :
(X1) ̅= (∑X_1)/n_1
(X2) ̅ = (∑X_2)/n_2
Mencari variansi dua lokasi dengan rumus :
Variansi 1 =∑_(i=1)^(n_1)▒(X_1-(X1) ̅ )^2/(n_1- 1)
Variansi 2 =∑_(i=2)^(n_2)▒(X_2-(X2) ̅ )^2/(n_2- 1)
Mencari standar deviasi dua lokasi dengan rumus :
Sd1 = √(Variansi 1)
Sd2 = √(Variansi 2)
Mencari S gabungan dengan rumus :
S gabungan = √(S^2 gabungan) dimana S^2 gabungan=((n_1-1) 〖Sd1〗^2+ (n_2-1) 〖Sd2〗^2)/((n_1+ n_2 )-2)
Mencari t hitung dengan rumus :
t = |((X1) ̅- (X2) ̅)/(Sgabungan √(1/n_1 +1/n_2 ))|
Jika t hitung (harga t) > t tabel, maka Ho ditolak yang artinya ada beda densitas antara Mojosongo dan SMA 8 kelompok X
Jika t hitung (harga t) < t tabel, maka Ho diterima yang artinya tidak ada beda densitas antara Mojosongo dan SMA 8 kelompok X Analisa Kualitatif Praktikum ini bertujuan untuk menguji adanya beda densitas spesies Digitaria sanguinalis di lokasi SMA 8 dan mojosongo. Lokasi mojosongo sendiri terdiri dari 17 plot, dan SMA 8 terdiri dari 72 plot. Dari hasil perhitungan diperoleh db = 87, kemudian t tabel = 1,66256 dan t hitung = 1,631164. Berdasarkan (t hitung) harga t = 1,631164, dikonfirmasikan dengan tabel t pada taraf signifikasi 5% dengan derajad bebas 87 adalah 1,66256 maka nilai t hitung = 1,631164 > t tabel = 1,66256. Sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya, tidak ada beda densitas spesies Digitaria sanguinalis di lokasi SMA 8 dan mojosongo.
Adanya beda densitas pada lokasi tersebut disebabkan oleh faktor lingkungan, yakni tanah, kelembaban, suhu, angin. Karena faktor lingkungan tersebut, maka tumbuhan akan meresponnya melalui toleransi dan adaptasi. Faktor-faktor lingkungan abiotik berpengaruh terhadap tumbuhan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan berbagai cara, yang akan berpengaruh terhadap berbagai aspek fisiologi, jenis, kelimpahan, dan sebarannya.
Perbedaan perangkat kondisi lingkungan tersebut tidak hanya memodifikasi distribusi dan kelimpahan individu, tetapi juga merubah laju pertumbuhan, produksi biji, pola percabangan, area daun, area akar, dan ukuran individu. Distribusi, survival, pola pertumbuhan serta reproduksi mencerminkan adaptasi tumbuhan terhadap lingkungan tertentu. Keadaan tersebut menjadi suatu bagian penting dalam ekologi tumbuhan (Syamsurizal, 1999: 16).
Satu atau beberapa faktor lingkungan dianggap penting (dapat berpengaruh atau dibutuhkan) jika berada pada taraf minimal, maksimal, atau optimal menurut batas toleransi atau adaptasinya sehingga faktor tersebut dapat berpengaruh. Tumbuhan dapat hidup dengan baik membutuhkan sejumlah nutrien yang terdiri dari unsur-unsur hara dan mineral tertentu. Jika salah satu dari unsur tersebut tidak ada, kurang atau terbatas jumlahnya maka hal tersebut akan mengganggu dan menghambat pertumbuhan dan kehidupannya. Sementara itu kadar air dan kadar salinitas yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah dapat menghambat pertumbuhan suatu tanaman (Rasidi, Suswanto. 2004)
Digitaria sanguinalis memiliki tnggi mencapai 1 – 1,2 m. Batangnya besar dan pipih semakin ke bawah rongganya semakin besar. Pelepah daunnya menyatu menjadi satu pada batang, helaian daun berbentuk garis lanset atau garis, bertepih kasar, warna agak keunguan, ukurannya 2-25 kali 0,3-1,3 cm. Bulirnya berjumlah 2-22 perkarang bunga, tumbuh pada ketinggian yang tidak sama. Anak bulir berselang seling kiri dan kanan dari porosnya, ukurannya 2-4 mm. Rambut tepi dari sekam pada buah saling menjauh. Jumlah benang sari 3, kepala sari berwarna kuning atau ungu. Tangkai putik berjumlah 2, kepala putik muncul diujung anak bulir warnanya ungu kemerahan, dan jarang berwarna putih. Digitaria sanguinalis merupakan tanaman yang memiliki daya adaptasi yang cukup baik terhadap lingkungan. Namun Spesies ini hanya dapat ditemukan di plot tertentu saja, Mojosongo hanya 4 plot, SMA 8 3 plot dan menempati ranking ke 62 saja. Meskipun demikian faktor lingkungan tetaplah berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman ini. Jika faktor-faktor lingkungan terpenuhi dengan baik maka pertumbuhan spesies Digitaria sanguinalis akan lebih baik. Dari perhitungan terlihat bahwa Digitaria sanguinalis memiliki densitas yang lebih banyak satu plot di mojosongo jika dibandingkan dengan lokasi SMA 8.

Kesimpulan
Dari hasil perhitungan diperoleh db = 87, kemudian t tabel = 1,66256 dan t hitung = 1,631164.
Berdasarkan (t hitung) harga t = 1,631164, dikonfirmasikan dengan tabel t pada taraf signifikasi 5% dengan derajad bebas 87 adalah 1,66256 maka nilai t hitung = 1,631164 > t tabel = 1,66256. Sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Artinya, tidak ada beda densitas spesies Digitaria sanguinalis di lokasi SMA 8 dan mojosongo.
Tidak ada beda densitas ini disebabkan karena kondisi lingkungan di 2 lokasi tersebut hampir sama, Spesies ini hanya dapat ditemukan di plot tertentu saja, Mojosongo hanya 4 plot, SMA 8 3 plot dan menempati ranking ke 62 saja walaupun Digitaria sanguinalis merupakan tanaman yang memiliki daya adaptasi yang cukup baik terhadap lingkungan.


Daftar Pustaka
Campbell, Neil A. 2004. Biologi Jilid 3. Jakarta: Erlangga.
Ewusie, J. Yanney. 1990. Ekologi Tropika. Bandung: ITB.
Hardjosuwarno, S. 1990. Dasar-Dasar Ekologi Tumbuhan. Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Yogjakarta.
Michael, P. 2000. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. Jakarta: UI Press.
Odum, Eugene P. 1973. Dasar-dasar Ekologi. Yokyakarta: UGM.
Ramli, Dzaki. 1989. Ekologi. Jakarta: Depdikbud.
Rasidi, Suswanto. 2004. Ekologi Tumbuhan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sriwidoretno. 2010. Populasi dan Demografi Tumbuhan. (http://sriwidoretno.staff.fkip.uns.ac.id/
Syamsurizal. 1999. Pengantar Ekologi Tumbuhan. Padang: FMIPA UNP.